Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) : A LITERATURE REVIEW Ady Irawan AM; Titih Huriah
Avicenna : Journal of Health Research Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.445 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v1i2.232

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS menjadi salah salah satu tantangan sosial karena dampak penyakit ini yang begitu luas di masyarakat. Ketika seseorang terinfeksi virus HIV, sebagian besar dari mereka lebih banyak mengasingkan diri dari lingkungan sosial mereka serta mengalami gejala psikososial. Dukungan dari keluarga tentunya akan sangat membantu untuk mengurangi gangguan psikologis yang berkaitan dengan HIV/AIDS Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dukungan keluarga pada penderita HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan litetature review. Sumber penelitian diambil dari beberapa database, dengan kata kunci “family support on HIV/AIDS”. Dari database Google Scholar ditemukan jurnal sejumlah 23,400, EBSCO ditemukan 323, NCBI ditemukan 16, dan ProQuest 693. Dari keseluruhan database hanya 11 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Dukungan keluarga yang dipakai cukup luas dalam 11 artikel yang di review: dukungan penghargaan, dukungan informasi, dukungan emosi, dukungan pelayanan. Kata kunci: mekanisme koping, hambatan keluarga, HIV/AIDS.
Application of Wet Cupping Therapy in Reducing Blood Pressure among Patients with Hypertension Ady Irawan AM; Aureo Frutalegio da Costa Frutalegio da Costa; Anggie Pradana Putri
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 3 No 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v3i1.1155

Abstract

Cardiovascular disease includes hypertension as a risk factor. Cupping therapy is one of the complementary therapies that can be used to treat hypertension. In hypertensive patients, cupping therapy (Bekam) is a simple and cost-effective technique for lowering blood pressure.This study aims to identify the effectiveness of wet cupping for reducing blood pressure among patients with hypertension. This study employs a pre- and post-test design for a clinical observation. The participants in this study were all hypertensive patients from the Sukoharjo district in the province of Central Java, Indonesia. The study sample consisted of 27 intervention group participants and 29 control group participants. The bivariate statistics in this study were analyzed with Wilcoxon. The participants received wet cupping therapy at locations of the heart, namely points 4, 5, 6, 7, 8, for two weeks with a three-day interval between interventions, each lasting 30 minutes. There is a significant difference between pre- and post-test systolic and diastolic mean arterial pressure (MAP). In the first intervention, the mean systolic blood pressure was 18.3 mmHg (p = 0.000), and the mean diastolic blood pressure was 6.11 mmHg (p value of 0.003). After treatment, the mean diastolic pressure was 16.11 mmHg (p = 0.000) and the diastolic mean was 6.3 mmHg (p value of 0.000). Before intervention, the mean arterial pressure was 10.23 mmHg (p value = 0.000) and after intervention, it was 9.56 (p value of 0.000). This studies revealed that wet cupping therapy (Bekam Basah) is beneficial in lowering blood pressure in hypertensive patients.
Penerapan Terapi Akupresur untuk Mencegah Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif pada Penderita Hipertensi Ady Irawan AM; Nadi Aprilyadi; Intan Kumalasari; Tiara Oktalia
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.606 KB)

Abstract

Hipertensi adalah silent killer yang mengganggu sistem pembuluh darah dengan ditunjukkan adanya kenaikan tekanan darah dalam arteri di atas normal. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan risiko penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang menggganggu metabolisme tubuh. Terapi akupresur merupakan salah satu terapi yang dapat dimanfaatkan untuk melancarkan sirkulasi darah, mengurangi rasa sakit dan menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penerapan terapi akupresur untuk mencegah risiko perfusi perifer tidak efektif pada penderita hipertensi di Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Metode penelitian menggunkan metode studi kasus dengan memberikan penerapan secara langsung terapi akupresur kepada responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2021, pada 2 responden penderita hipertensi. Hasil penelitian diketahui bahwa setelah dilakukan intervensi keperawatan penerapan terapi akupresur selama 3 hari berturut turut terjadi penurunan tekanan darah rata-rata 10 mmHg. Kesimpulan ada pengaruh dalam penerapan terapi akupresur untuk mencegah risiko perfusi perifer tidak efektif pada penderita hipertensi.
EFEKTIVITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Agung Widiastuti; Marni; Noor Sari Aditiya; Ady Irawan AM
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.056 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2075

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan masalah kesehatan pada lansia dikarenakan adanya prosespenuaan yang dapat menyebabkan munculnya penyakit degeneratif pada sistem metabolik. Kasustersebut salah satunya adalah diabetes mellitus, penanganan diabetes mellitus selain denganfarmakologi bisa dilakukan dengan non farmakologi salah satunya adalah dengan terapi ototprogresif. Tujuan : Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi otot progresif.Metode : Mencari data base sumber pustaka yang relevan dengan menggunakan mesin pencariEbsco, Pubmed, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan menggunakan Kata Kunci: Diabetesmellitus, Gula Darah, Relaksasi Otot progresif, dari hasil pencarian yang sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak tujuh artikel dimana artikel diambil dengan menggunakananalisis PICO. Hasil: Dari studi literatur didapatkan hasil teknik relaksasi otot progresif dapatmenurunkan gula darah pada penderita Diabetes Mellitus. Kesimpulan : Relaksasi otot progresifdapat mengaktifkan sistem parasimpatis sehingga bermanfaat dapat mempengaruhi hormonkortisol sehingga bermanfaat menurunkan kadar insulin didalam darah
Efektivitas Terapi Bekam Terhadap Control Gula Darah Pada Pasien DM Tipe II: A Literature Review Ady Irawan AM; Anggie Pradana Putri; Fakhrudin Nasrul Sani; Maria Julieta Esperanca Naibili; Annisa Yuli Kartikasari
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.834 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2076

Abstract

Latar Belakang: Diabetes militus merupakan suatu penyakit kronis berupa gangguanmetabolik dimana tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin yang ditandai dengan kadargula melebihi batas normal. Diabetes Tipe II menyebakan disfungsi endokrin sertaketidakmampuan untuk menggunakan insulin secara efektif sehingga mengakibatkan glukosadarah menjadi meningkat. Terapi bekam merupakan salah satu terapi kuno yang bergantung padapembuatan local suction yang berfungsi sebagai tempat mobilisasi aliran darah kotor yangberada dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil, kemudiandilakukan pegekopan untuk mengeluarkan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan efektivitas terapi bekam terhadap kontrol gula darah pada pasien DM Tipe II.Metode: Penelitian ini merupakan litetature review. Sumber penelitian diambil dari beberapaonline database (Garuda, PubMed, Science Direct, google scholar); dengan kata kunci “bekam”OR “bekam basah OR “cupping therapy” OR “wet cuping therapy” AND “glucose level” OR“level kadar gula darah” AND “diabetes mellitus type II” OR “diabetes mellitus tipe 2”. PRISMAguideline digunakan sebagai panduan pencarian literatur. Literatur yang ditemukan kemudiandinilai kualitasnya menggunakan panduan dari Joanna Briggs Institute critical appraisal. Hasil:Terapi bekam basah efektif untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Latihan Isometrik Sebagai Upaya Menurunkan Nyeri Pada Penderita Osteoartritis Fakhrudin Nasrul Sani; Agung Widiastuti; Ady Irawan AM
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/38dsv531

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit muskuloskeletal yang sering dijumpai, pada kelompok usia lanjut. Nyeri merupakan keluhan utama yang sering dirasakan akibat kerusakan pada tulang rawan sendi, sehingga mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan OA seringkali bersifat farmakologi yaitu penggunaan obat pereda nyeri,  yang menimbulkan ketergantungan terhadap obat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang bersifat non-farmakologi untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi salah satunya dengan pemberian latihan isometrik. Latihan ini melibatkan kontraksi otot tanpa mengubah panjang otot atau menggerakkan sendi, sehingga aman dilakukan oleh lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat latihan isometrik ini dirancang secara sederhana, mudah diikuti, dan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta. Peserta kegiatan ini adalah lansia dengan OA di Posyandu Aster I Munyung, Kwarasan, Grogol Sukoharjo yang diikuti 27 lansia. Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan metode penyuluhan, diskusi dan demonstrasi latihan isometrik. Hasil pengabdian kepada Masyarakat terbukti efektif dimana terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari yang sebelumnya mayoritas dalam kategori kurang sebanyak peserta 18 dan setelah diberikan edukasi, mayoritas tingkat pengetahuan dalam kategori sedang sebanyak peserta 19. Nyeri yang dirasakan juga menurun setelah pemberian latihan isometrik, dari nyeri dalam kategori sedang 18 peserta, menurun menjadi mayoritas nyeri yang dirasakan dalam kategori ringan 17 peserta.
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN BURNOUT SCHOOL DAN EMOTIONAL EATING PADA REMAJA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 MOJOLABAN Agil Siradj; Mental Health; Ady Irawan AM
Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia
Publisher : Institut Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescents, particularly twelfth-grade senior high school students, are vulnerable to academic stress due to increasing academic demands, assignment completion, examination preparation, and planning for higher education and future careers after graduation. Prolonged academic stress may contribute to the development of *school burnout* and changes in eating behavior, such as *emotional eating. Objective: To analyze the relationship between academic stress and school burnout as well as emotional eating among twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Mojolaban. Methods: This study employed a quantitative approach using a cross-sectional correlational design. A total of 64 twelfth-grade science students were selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using the *Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), the **School Burnout Inventory (SBI), and the **Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Data were analyzed using descriptive statistics, Spearman's rho correlation test, and ordinal logistic regression. Results: Most respondents experienced moderate levels of academic stress (78.1%), school burnout (50.0%), and emotional eating (48.4%). A statistically significant positive correlation of moderate strength was found between academic stress and school burnout (r = 0.466; p = 0.001), whereas no significant relationship was found between academic stress and emotional eating (p = 0.247). Ordinal logistic regression analysis indicated that academic stress was a significant predictor of school burnout, explaining 23.8% of its variance. Findings: Increased academic stress contributed to a higher risk of school burnout but was not directly associated with emotional eating. Implications: These findings highlight the importance of the collaborative roles of nurses, teachers, and schools in developing mental health promotion programs, early identification of academic stress, and stress management interventions to prevent school burnout and promote adolescents' psychological well-being in the school setting.
Pengaruh Pembelajaran Basic Life Support Berbasis Simulasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMK Muhammadiyah Delanggu Gus Arya Sandika; Adi Bayu Prakoso; Ady Irawan AM
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1248

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera melalui Basic Life Support (BLS). Rendahnya pengetahuan masyarakat, termasuk siswa sekolah menengah, menyebabkan keterlambatan pemberian pertolongan pertama sehingga dapat menurunkan angka keselamatan korban. Salah satu metode pembelajaran yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan BLS adalah pembelajaran berbasis simulasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pembelajaran Basic Life Support berbasis simulasi terhadap tingkat pengetahuan siswa SMK Muhammadiyah Delanggu. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan Basic Life Support sebelum dan sesudah pemberian pembelajaran berbasis simulasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 13,29±3,08, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 15,59±2,68. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berbasis simulasi terhadap peningkatan pengetahuan Basic Life Support pada siswa. Kesimpulan: Pembelajaran Basic Life Support berbasis simulasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK Muhammadiyah Delanggu sehingga dapat dijadikan salah satu metode edukasi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Basic Life Support, simulasi, pengetahuan, siswa SMK. Abstract Background: Cardiac arrest is a life-threatening emergency requiring immediate Basic Life Support (BLS). Limited public knowledge, including among high school students, contributes to delayed first aid and reduced survival rates. Simulation-based learning is considered an effective educational method to improve BLS knowledge. Objective: To determine the effect of simulation-based Basic Life Support learning on the knowledge level of students at SMK Muhammadiyah Delanggu. Methods: This study employed a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 51 students selected through total sampling. Knowledge was measured before and after simulation-based learning using a BLS knowledge questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 0.05. Results: The mean pretest score was 13.29±3.08 and increased to 15.59±2.68 after the intervention. Wilcoxon analysis showed a significant improvement in knowledge (p=0.000). Conclusion: Simulation-based Basic Life Support learning significantly improves students' knowledge and may be recommended as an effective educational strategy for emergency preparedness among high school students. Keywords: Basic Life Support, simulation, knowledge, students
Efektivitas Mindfulness Dalam Menurunkan Stres Akademik Pada Remaja Akhir Dina Putri Maharani; Ady Irawan AM; Fakhrudin Nasrul Sani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1281

Abstract

Stres akademik merupakan masalah kesehatan mental yang banyak dialami remaja akhir akibat tingginya tuntutan tugas, tekanan ujian, dan persaingan akademik, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil studi pendahuluan pada siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo, sementara penanganan yang tersedia di sekolah masih bersifat kuratif dan belum memiliki program pencegahan stres yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi mindfulness dalam menurunkan tingkat stres akademik pada remaja akhir sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang terdiri atas 31 siswa kelompok intervensi dan 32 siswa kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive sampling, dengan instrumen Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), serta analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test dan Independent Samples T-Test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan skor stres akademik yang bermakna, sedangkan kelompok kontrol cenderung tetap. Uji Paired Samples T-Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,008, sedangkan uji Independent Samples T-Test antara kedua kelompok menghasilkan nilai p=0,030 dan effect size Cohen's d sebesar 0,51 yang termasuk kategori sedang. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi mindfulness secara signifikan efektif menurunkan stres akademik, melalui mekanisme peningkatan kesadaran diri , serta perbaikan regulasi emosi terhadap tekanan akademik yang dihadapi siswa. Mindfulness terbukti efektif dalam menurunkan stres akademik pada remaja akhir, sehingga dapat dijadikan intervensi keperawatan komunitas dan kesehatan sekolah yang mudah diterapkan untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa.
Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Hidup Pada Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang Julmira dos Santos de Jesus; Ady Irawan AM; Endrat Kartiko Utomo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1428

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangdapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung, terutamapada lansia. Menurut Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi masihcukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Sukoharjo. Salah satupenatalaksanaan nonfarmakologis yang efektif adalah senam Tai Chi, yaitulatihan yang memadukan gerakan lembut, teknik pernapasan, dan relaksasisehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkankualitas hidup. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhsenam Tai Chi terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia denganhipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Metode: Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan desainone group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 respondenyang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tekanan darah diukurmenggunakan tensimeter (sfigmomanometer) dan stetoskop, sedangkan kualitashidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Intervensi senam TaiChi dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan frekuensi 2 kali per minggu,masing-masing selama 20–30 menit. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolikmenurun dari 152,97 mmHg menjadi 125,43 mmHg, dan tekanan darahdiastolik menurun dari 84,23 mmHg menjadi 75,27 mmHg. Rata-rata skorkualitas hidup meningkat dari 58,67 menjadi 97,43. Hasil uji paired t-testmenunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan bahwasenam Tai Chi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah danpeningkatan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Kesimpulan : Senam Tai Chiberpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatankualitas hidup pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Senam TaiChi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologisyang aman dan mudah dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanandarah serta meningkatkan kualitas hidup lansia.