Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Program Sukra Mesari dalam Pelayanan Sertifikasi Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar Ni Made Isabel Victoria Syalom B; I Putu Dharmanu Yudharta; Kadek Wiwin Dwi Wismayanti
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.139

Abstract

Tanah merupakan sumber daya alam yang memegang peran sentral dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan masyarakat, tanah digunakan sebagai tempat tinggal, tempat beraktivitas maupun sebagai sumber kehidupan. Hal ini menunjukan bahwa tanah merupakan salah satu unsur yang penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan infrastruktur sangat tergantung pada tanah. Manusia memiliki hak untuk memiliki tanah, dan hak-hak tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Pasal 16 ayat (1) dari undang-undang tersebut dengan jelas menyebutkan berbagai hak atas tanah yang dapat dimiliki, antara lain hak milik atas tanah sebagai hak guna bangunan, hak pakai, hak sewa, hak membuka tanah, hak memungut hasil hutan. Untuk memperoleh hak atas tanah, setiap individu memiliki kesempatan untuk mengajukan permohonan dan mendaftarkan tanah yang mereka ingin miliki di Badan Pertanahan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Undang - Undang. Dengan demikian, Undang-Undang Agraria menjadi dasar hukum yang kuat bagi warga negara untuk memiliki atau mengatur kepemilikan hak atas tanah mereka sesuai dengan hak-hak yang diatur dalam undang-undang tersebut.
Implementasi Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) Dalam Meningkatkan Pelayanan Pengaduan Terkait Pinjaman Online Legal Di Lingkungan Mahasiswa Udayana M. Fadhil Alif Al Khadafi; I Putu Dharmanu Yudharta; I Dewa Ayu Putri Wirantari
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.165

Abstract

Abstrak
Efektivitas Program SIAP (Sehat, Inovatif, Aman, Pakai) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk Mendukung Inklusi Keuangan Digital di Pasar Badung, Kota Denpasar Putu Sartini; I Putu Dharmanu Yudharta; Putu Eka Purnamaningsih
Business and Investment Review Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/birev.v1i3.29

Abstract

The SIAP QRIS program is a Bank Indonesia program to standardize a QR code-based payment system, which originally came from different QR codes. The SIAP QRIS program aims to encourage transaction efficiency, accelerate digital financial inclusion, advance MSMEs which can ultimately drive economic growth for developed Indonesia. The researcher limited this research to Pasar Badung, Denpasar City. In its implementation, there are still problems originating from program subjects, namely Bank Indonesia, the government, Perumda Pasar Sewakadarma Pasar Badung Unit, and BPD. As well as program objects, namely market traders who have not and have used QRIS and the public (consumers). The purpose of this research is to obtain empirical evidence regarding the effectiveness of the SIAP QRIS program so as to be able to improve or enhance strategies and programs in deploying QRIS. This study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of related research were analyzed using five aspects according to Sutrisno, namely program understanding, right on target, on time, goal achievement, and real changes which show that the SIAP QRIS program in Pasar Badung is not optimal because its application is not in accordance with the original purpose, there is no courage to oblige traders using QRIS, merchants who are not aware of the existence of the program, the public (consumers) continue to use cash payments, not all merchants use QRIS, many perceived obstacles/obstacles, no merchant achievement targets, no blueprints, and no program to increase interest or motivation