Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstitusionalisme Dalam Pembatasan Masa Jabatan Presiden Cahya Maharani
Jurnal Rechten : Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol 2 No 1 (2020): Edition for April 2020
Publisher : Program Studi Hukum Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/rechten.v2i1.53

Abstract

Pembatasan masa jabatan Presiden merupakan suatu upaya untuk mencegah adanya Presiden yang memegang kekuasaan dalam waktu yang panjang akan memiliki kecenderungan untuk menyalahgunakan kekuasaan, hal ini penting diatur karena apabila tidak dibatas maka akan membuka kemungkinan terjadinya penyalagunaan wewenang dan timbulnya otoritarianisme pada suatu Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Penetapan Pembatasan Masa Jabatan Presiden Berdasarkan Konstitusionalisme dan Dampak Apabila Indonesia Melaksanakan Amandemen Ke-5 dalam Masa Jabatan Presiden. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, objek penelitian dalam penelitian ini juga adalah Undang-Undang serta peraturan yang mengatur mengenai masa jabatan presiden. Penelitian ini melakukan penelaahan, analisis dan pengkajian terhadap Pengaturan masa jabatan presiden suatu upaya menegakkan prinsip konstitusionalisme dengan menggunakan bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, artikel dan literature lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.
Implementation of Sharia Risk Management in Handling Problematic Musyarakah Financing at Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Cahya Maharani; Dina Hanifah Masri; Rahmah Dhani
Journal of Economic and Business Analysis Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : Business Finence Analyst Co.,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article analyzes the role of Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) as a non-bank microfinance institution that operates based on sharia principles with a profit-sharing system, which aims to improve the economic welfare of small communities. BMT provides financing products with the Musyarakah principle to support the sustainability of community businesses, especially in the field of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). However, despite its significant benefits, BMT also faces various risks that can affect its smooth operations. These risks are related to uncertainties that can lead to unexpected losses such as delays in financing payments. Therefore, the implementation of effective risk management is essential to mitigate these potential losses. Risk management includes the steps of planning, organizing, implementing, and controlling the risks that may occur. The method used in this research is the distribution of questionnaires directly to BMT officers using SmartPLS to analyze the relationship between the application of sharia risk management in handling problematic financing in BMT.This article discusses the importance of implementing good risk management in BMT to ensure smooth operations and business sustainability in the midst of existing challenges. Through this approach, it is expected that BMT can continue to operate optimally in improving the welfare of the community based on sharia principles. Keywords: Sharia risk management, Musyarakah financing, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), internal conflict of interest, non-performing loans, agency theory.