Suwarno Suwarno
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Multazam

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SUKSES KEPEMIMPINAN DALAM PANDANGAN AL-QUR'AN Suwarno suwarno
Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2021): Available online since 25 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.43 KB) | DOI: 10.57163/almuhafidz.v1i1.4

Abstract

Abstrak Setiap bangsa dan negara menghendaki kemajuan dan kesejahteraan, demikian juga Indonesia yang saat ini Indonesia menjadi Negara yang paling banyak terpapar di kawasan Asia Tenggara dengan jumlah 311.176 kasus positif pertanggal 06 Oktober 2020, Indonesia sebagai Negara yang penduduknya mayoritas beragama islam dengan Al Quran sebagai kitab suci sangat perlu dan dituntut untuk mendalami nilai-nilai luhur yang diajarkan Alquran, terutama untuk para pemimpin dan calon pemimpin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sukses kepemimpinan berdasarkan Al-Qur’an terdiri kedalam jika mau belajar dengan terhadap nilai-nilai ibadah yang diajarkan Alquran yang terdiri dari sholat yang mengajarkan kedisiplinan, puasa yang mengajarkan jiwa amanah, zakat yang mengajarakan kepedulian, dan haji yang mengajarkan totalitas dan dalam pengorbanan. Abstract Every nation and country wants progress and prosperity, as well as Indonesia, which is currently the most exposed country in the Southeast Asia region with a total of 311,176 positive cases as of October 6, 2020, Indonesia as a country with a majority Muslim population with the Al-Quran as the holy book it is very necessary and required to deepen the noble values ??taught by the Koran, especially for leaders and prospective leaders. The results of this study indicate that successful leadership based on the Qur'an consists in learning the values ??of worship taught by the Koran which consists of prayer that teaches discipline, fasting that teaches the spirit of trust, zakat which teaches caring, and hajj that teaches totality and in sacrifice.
Relevansi Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu dalam Menafsirkan Al-Qur’an Suwarno Suwarno; Rahmat Soleh; Ikrimah Retno Handayani
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2022): Ulumul Qur'an: September 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.726 KB) | DOI: 10.58404/uq.v2i2.113

Abstract

 The study of the Qur'an is not only an important concern for Muslims, butthe Qur'an has also attracted the attention of orientalists in interpreting it using variousapproaches, one of which is the semantic approach carried out by Thoshihiko Izutsu.This paper discusses the relevance of Toshihiko Izutsu's semantic approach ininterpreting the Qur'an. The method used in this paper is a literature researchmethodology by referring to writings related to the discussion theme. This paperconcludes that Toshihiko Izutsu's semantic approach is quite relevant to the needs ofcontemporary interpretation. Because Toshihiko contains a new view in the Qur'anicworld (weltanscuung) so that he can explain things that are sometimes complicated tobe simpler through explanations from a review of their relational meanings. In theend, this semantic approach can be used but not for all vocabulary in the Qur'an, thestudy must also be precise and in-depth, it cannot be arbitrary in understanding themeaning of a vocabulary in the Qur'an
ANALISIS SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU PADA LAFADZ AL-HUBB DALAM AL-QUR’AN Niha Barrah Mumtazah; Ali Zaenal Arifin; Suwarno Suwarno
Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Available online since 30 Agustus 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57163/almuhafidz.v3i2.81

Abstract

Artikel ini berisi mengenai analisis semantik pada lafaz hubb dalam Al-Qur’an. Cinta merupakan fitrah hidup manusia, setiap manusia dilahirkan dengan mempunyai perasaan cinta. Baik itu berupa cinta dari aspek biologis, sosial maupun teologis. Di dalam Al-Quran banyak ayat yang menyebutkan tentang cinta tetapi setiap perkataan cinta yang disebutkan di dalam sesuatu ayat tidak membawa konsep makna yang sama. Hal ini karena, setiap perkataan cinta tersebut membawa makna yang berbeda mengikut zaman atau masa yang berlaku dalam sebuah ayat Al-Quran itu. Kajian ini dilakukan untuk menjawab persoalan mengenai konsep cinta pada lafaz al-hubb yang terkandung di dalam Al-Quran. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu menghimpunkan data, memperoleh makna serta pemahaman sesuatu topik dengan sumber primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Dalam pendekatan ini ada tiga fokus utama yang akan diteliti, pertama yaitu makna dasar dan makna relasional yang meliputi sintagmatik dan paradigmatik, pra-Qur’anik, Qur’anik dan pasca Qur’anik dan ketiga yaitu weltanschauung.