Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Role of Society and Artists in the Preservation of Bamboo Music in Minahasa David Poluan; Syahrul Syah Sinaga; Udi Utomo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.6420

Abstract

Musik Bambu merupakan kelompok orkes musik instrumen tradisional yang berasal dari suku Minahasa, Sulawesi Utara. Penelitian ini berfokus pada dua jenis Musik Bambu di Minahasa, yaitu Musik Bambu Melulu, dan Musik Bambu Klarinet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pelestarian Musik Bambu yang dilakukan oleh Pelaku seni dan Masyarakat di desa Tumaratas dua, kecamatan Langowan Barat, kabupaten Minahasa, dan desa Liwutung. Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan kajian etnomusikologi. Etnomusikologi merupakan disiplin ilmu yang memayungi beberapa disiplin ilmu lain seperti musikologi, organologi, dan antropologi. Hasil yang didapati adalah terdapat perbedaan dalam upaya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku seni di desa Tumaratas Dua, dan desa Liwutung. Musik Bambu Melulu yang merupakan jenis Musik Bambu pertama di Minahasa masih dipertahankan keasliannya oleh pelaku seni di Desa Tumaratas Dua meskipun dihadapi oleh tantangan perkembangan zaman. Meskipun banyak ancaman yang dihadapi dalam pelestaran Musik Bambu Melulu, masyarakat di desa Tumaratas Dua juga masih menggunakan Musik Bambu Melulu dalam acara/kegiatan-kegiatan desa. Di sisi lain, Musik Bambu Klarinet di desa Liwutung hingga saat ini masih dilestarikan oleh pelaku seni dan masyarakat disana. Upaya-upaya yang dilakukan adalah perubahan organologi, pengembangan aransemen, dan keterelibatan masyarakat dari kalangan muda hingga dewasa dalam Musik Bambu Klarinet.Kata Kunci: Pelestarian, Perubahan, Musik Tradisional Abstract Bamboo Music is a group of traditional musical instrument orchestras originating from the Minahasa tribe in North Sulawesi. This research focuses on two types of Bamboo Music in Minahasa: Melulu Bamboo Music and Clarinet Bamboo Music. This study aims to determine the efforts to preserve Bamboo Music carried out by performers and the community in Tumaratas Dua village, West Langowan sub-district, Minahasa district, and Liwutung village. Pasan District, Southeast Minahasa Regency This study combines qualitative research with ethnomusicological studies. Ethnomusicology is a discipline that covers several other disciplines, such as musicology, organology, and anthropology. The results found that there were differences in the conservation efforts carried out by the community and artists in Tumaratas Dua village and Liwutung village. Melulu Bamboo Music, which is the first type of Bamboo Music in Minahasa, is still maintained by artists in Tumaratas Dua Village, despite the challenges of the times. Even though there are many threats to the performance of Melulu Bamboo Music, the community in Tumaratas Dua village still uses Melulu Bamboo Music in village events and activities. On the other hand, the Clarinet Bamboo Music in Liwutung village is still being preserved by artists and the people there. The efforts made are organological changes, arrangement development, and community involvement from young people to adults in Clarinet Bamboo Music.Keywords: Preservation, Change, Traditional Music
Motivasi dan Dampak Bernyanyi dalam Paduan Suara terhadap Kehidupan Menggereja Pemuda GMIM El Manibang Malalayang David Poluan; Jesika Jesika
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1663

Abstract

Paduan suara merupakan salah satu bentuk aktivitas musik yang banyak diminati dalam lingkungan gereja. Selain berfungsi sebagai sarana pelayanan, paduan suara juga menjadi wadah pengembangan kemampuan musikal, sosial, dan spiritual anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi anggota mengikuti paduan suara serta menjelaskan dampak bernyanyi dalam paduan suara terhadap kehidupan menggereja anggota Paduan Suara Pemuda GMIM El Manibang Malalayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian berjumlah 32 orang yang merupakan seluruh anggota aktif Paduan Suara Pemuda GMIM El Manibang dan dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi anggota mengikuti paduan suara terdiri atas motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik meliputi keinginan melayani Tuhan, mengembangkan minat dan bakat bernyanyi, memperoleh pengalaman, memperluas relasi sosial, serta belajar berorganisasi, sedangkan motivasi ekstrinsik berupa ajakan teman dan dukungan orang tua. Bernyanyi dalam paduan suara memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemampuan sosial, pengendalian emosi, pembentukan karakter, serta kehidupan spiritual dan kehidupan menggereja anggota. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paduan suara tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi musikal, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter dan pendewasaan spiritual pemuda gereja.  
Nilai-Nilai Kehidupan dalam Musik Mobolong Jesika Jesika; Glenie Latuni; Terry Abigael Kaku; David Poluan; Netty Ribka Manila; Glenn Jonathan Jerome Latuni
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran musik serta nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam ritual Mobolong pada masyarakat Suku Taa di Kecamatan Ulubongka, Sulawesi Tengah. Mobolong merupakan ritual penyembuhan tradisional yang memadukan musik, gerak, dan mantra sebagai satu kesatuan praktik budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan etnomusikologi yang menempatkan musik dalam konteks sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik ritual Mobolong berbentuk ansambel tradisional yang terdiri dari Nggongi To Bae, Nggongi To Kodi, dan Ganda, dengan pola ritme Pakoba Manoto yang bertempo cepat. Musik ritual Mobolong berfungsi sebagai media penyembuhan, pengatur suasana ritual, dan sarana informasi sosial. Selain itu, musik ini mengandung nilai- nilai kehidupan, yaitu Mancarumaka resi I Pue Allah (pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa), Pamporayang (kasih sayang), dan Kasintuwu (gotong royong). Penelitian ini menegaskan bahwa musik ritual Mobolong merepresentasikan kearifan lokal Suku Taa yang penting dalam kehidupan budaya masyarakat.