Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LITERASI DIGITAL : CERDAS MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DALAM MENANGGULANGI BERITA PALSU (HOAX) DILINGKUNGKAN UNIVERSITAS SJAKHYAKIRTI Azhar Andika Putra; Putri Maharani; Rudiansyah; Lucky Indra Kesuma
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Inovasi Teknologi Vol 1 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Inovasi Teknologi
Publisher : Gloal Research Institut Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial semakin pesat, sehingga memiliki banyak dampak positif dan negatif. Dengan adanya media sosial kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi, namun sebagian besar informasi yang tersebar di media sosial saat ini belum tentu benar atau bisa dikatakan berita bohong (hoax). Dalam mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoax) adalah dengan membangun kompetensi masyarakat dalam menghadapi banjir informasi. Upaya membangun kompetensi publik dilakukan melalui literasi digital. Literasi digital tentunya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Untuk menghadapi generasi digital native yang terbangun dengan teknologi digital di tangan mereka, tentunya diperlukan strategi baru. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya pertukaran informasi terkait berita hoax, diskusi agar dapat terbangun komunitas yang memiliki ketahanan terhadap berita hoax. Salah satu upaya peningkatan literasi digital adalah melalui pelaksanaan Pengabdian Masyarakat berupa diskusi dan berbagi ilmu yang dilaksanakan di Universitas Sjakhyakirti Palembang. Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital generasi muda dalam menghadapi hoax, kegiatan ini dilakukan dengan memberikan contoh dan paparan kekinian terkait resiko penyebaran berita hoax. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun model pendidikan dan literasi digital untuk meningkatkan kompetensi generasi muda dalam mengenali dan merespon berita bohong (hoax).
Pengenalan Teknologi Cloud Computing untuk Meningkatkan Kapasitas Infrastruktur TI (Studi Kasus : SMK Sjakhyakirti) Dwi Fitri Brianna; Azhar Andika Putra; Cahyo Pambudi Darmo; Paisal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Alihsanpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Cloud Computing telah menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi infrastruktur Teknologi Informasi (TI) di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Namun, banyak sekolah yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi ini karena terbatasnya pengetahuan dan sumber daya yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan kepada pihak sekolah mengenai penerapan teknologi cloud computing untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur TI mereka. Dalam pengabdian ini, dilakukan pelatihan tentang konsep dasar cloud computing, manfaat penggunaannya, serta cara mengimplementasikannya dalam sistem administrasi dan pembelajaran di sekolah. Penggunaan cloud computing dapat membantu sekolah mengoptimalkan penyimpanan data, mempermudah akses aplikasi berbasis web, serta mengurangi biaya pengadaan dan pemeliharaan perangkat keras. Dengan menerapkan cloud computing, diharapkan sekolah dapat meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pembelajaran digital, dan mempercepat pengelolaan data akademik secara lebih efektif. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan teknologi cloud computing bagi guru dan staf sekolah, serta penerapan solusi TI yang lebih modern dan fleksibel di lingkungan Pendidikan.
Basic Graphic Design Training for High School Students (SMK Sjakhyakirti) Azhar Andika Putra; Nia Umilizah; Pipin Octavia; Rudiansyah; Fakhri Lambardo
JARDIRA – Jurnal Pengabdian Digital dan Rekayasa Informatika Vol. 1, No. 1, July 2025
Publisher : CogniSpectra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65917/jardira.v1i1.11

Abstract

Background : Graphic design is a visual skill that plays a crucial role in modern digital communication, particularly in marketing, social media, advertising, and branding. The growing industry demand for creative workers requires vocational education institutions, such as vocational high schools (SMK), to equip students with skills relevant to the times. However, many students still lack adequate conceptual and technical understanding in this field . Contribution:To address these challenges, SMK Sjakhyakirti provides comprehensive basic graphic design training. This program aims not only to enhance students' theoretical understanding of visual design principles but also to develop technical skills in using professional design software. This training also serves as a model for implementing vocational training that is relevant and adaptive to developments in the creative industry . Method: The training uses a blended learning approach that combines online and face-to-face learning, supported by project-based learning methods , tool demonstrations, hands-on practice, and formative and summative evaluations. Students are actively involved in visual media creation projects such as posters, logos, and brochures using Adobe Photoshop, Illustrator, and CorelDRAW . Results : The evaluation showed significant improvements in five key aspects: understanding design concepts (87%), software proficiency (91%), creativity (78%), team collaboration (83%), and understanding design ethics (85%). The overall average score reached 4.24 on a scale of 5, indicating the training's effectiveness in improving student competency. This program is expected to provide a strong foundation for students to pursue careers in the increasingly competitive creative industry. Conclusion: The basic graphic design training program at SMK Sjakhyakirti has proven to be an effective initiative in enhancing students' competencies in both conceptual understanding and technical execution of visual communication. Through a well-structured blended learning model and hands-on project-based activities, students demonstrated notable progress across various competencies, including software proficiency, creativity, collaboration, and ethical design awareness. With an average achievement score of 4.24 out of 5, this program not only meets the demands of the current creative industry but also serves as a replicable model for other vocational institutions aiming to equip students with future-ready skills in digital design