Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Bela Negara Satya Wacana sebagai universitas Magistrorum et scholarium dalam mendukung pertahanan nirmilter Indonesia Wibisono , Indra Wisnu
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 05 (2023): September: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i05.921

Abstract

Ancaman di abad 21 terhadap eksistensi negara bersifat kian multidimensional. Ancaman terhadap negara kini bukan hanya bersifat militeristik tapi juga bersifat non militer atau keterpaduan keduanya yang disebut sebagai ancaman hibrida. Indonesia yang memiliki doktrin sistem pertahanan semesta tidak luput dalam menghadapi berbagai tantangan terhadap eksitensi bangsa yang berasal dari ancaman-ancaman nonmiliter terutama dalam aspek ideologis. Sebagai salah satu komponen bangsa yang berada dalam kesemestaan sistem pertahanan negara pendidikan tinggi sebagai persekutuan antara pengajar dengan akademisi atau disebut Magistrorum et scholarium memiliki peranan krusial dalam upaya memperkuat sistem pertahanan negara terutama memperkuat sistem pertahanan nirmiliter melalui program bela negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi tentang Upaya Bela negara yang dilakukan oleh Universitas Kristen Satya Wacana salatiga sebagai salah satu unsur Pendidikan tinggi di Indonesia dalam upayanya untuk turut serta dalam upaya mendukung sistem pertahanan Nirmiliter melalui berbagai macam program Bela negara yang dilakukan
ANCAMAN SIBER DAN PENGUATAN KEDAULATAN DIGITAL INDONESIA DARI PERSPEKTIF GEOPOLITIK DIGITAL Kristalia, BRM Yehizkia Y; Wibisono , Indra Wisnu
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 02 (2024): Maret: : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v3i02.1584

Abstract

Kedaulatan Digital merupakan bentuk baru dari kedaulatan negara yang berada di ruang siber. Ruang siber tidak memiliki batas yang pasti dan bersifat borderless. Meskipun borderless namun negara memiliki hak dan kedaulatan atas pemanfaatan ruang-ruang siber yang dimilikinya sebagai bagian integral dari kedaulatan negara. Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam digitalisasi ruang-ruang siber dan menjadi negara dengan kedaulatan siber yang besar sejalan dengan tingkat pemakaian ruang siber yang besar oleh warga negaranya. Tulisan ini bertujuan untuk melihat berbagai dinamika yang ada di ruang siber terutama melihat ruang digital sebagai sebuah arena geopolitik baru. Konsep geopolitik digital secara teoritis merupakan konsep turunan dari kajian geopolitik yang menjelaskan tentang keterkaitan antara geografis dengan ruang siber serta politik atau peran, kebijakan pemerintah didalamnya. Ruang siber Indonesia dewasa ini menarik perhatian banyak kalangan terutama jika dilihat dari kasus-kasus cyber threat yang dialami seperti pembobolan data yang menyerang dan merugikan banyak sektor publik di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk melihat ancaman siber yang terjadi di Indonesia terutama pada sektor publik dan penguatan kedaulatan digital Indonesia dilihat dari perspektif geopolitik digital. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat banyak sekali ancaman siber yang terjadi di Indonesia terutama pada sektor-sektor publik. Pemerintah selaku aktor yang memilki kedaulatan digital merespon feneomena ini melalui pembuatan berbagai macam regulasi Digital untuk menguatkan ruang-ruang kedaulatan siber Indonesia. Ruang siber sebagai arena geopolitik baru atau yang disebut sebagai geopolitik Digital harus mendapatkan perhatian lebih serius lagi terlebih dalam implementasi berbagai regulasi terkait ruang siber.
Community Based Protection UNHCR In Realizing Community Security, Rohingya Refugees in Malaysia 2018-2021 MUNTU, Efraim William; SEBA, Roberto Octovianus Cornelis; WIBISONO, Indra Wisnu
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 5 No. 5 (2024): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Sep
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v5i5.1229

Abstract

The Rohingya refugees face significant challenges in seeking protection and security, both in their country of origin and in the countries where they seek refuge. In this context, the Community-Based Protection approach, promoted by UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) in Malaysia between 2018 and 2021, plays a crucial role in creating a protection system based on community involvement in the design and implementation of policies. This approach emphasizes the importance of community security, which relies on state structures and involving refugee communities in safeguarding their safety. From the perspective of Institutional Liberalism, the international system, driven by multilateral institutions like UNHCR, can play a key role in ensuring effective protection for refugees by facilitating cooperation between countries and other international actors. This study aims to analyze how the community-based and community security approach to the safety of Rohingya refugees can enhance their sense of security and trust within the larger system. It also explores the relationship between the theory of Institutional Liberalism and the policies implemented by UNHCR to protect this vulnerable group.
Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Maslebu, Giner; Walangara Nau, Novriest Umbu; Sampoerno; Hermanto Abraham, Rendy; Wisnu Wibisono, Indra; Wahyono, Teguh; Dwi Purnomo, Hindriyanto; Kristianto, Budhi; Karema Sarajar, Dewita; Yuli Agung Suprabowo, Gunawan; C. Leuwol, Sylvie; Nahusona, Ferry; Picauly, Irma Amy
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i22024p119-129

Abstract

Remaja merupakan suatu pelayanan kategorial yang menyasar kelompok usia antara anak-anak (sekolah minggu) dan pemuda. Tekanan stereotip, ekspektasi tinggi tanpa dukungan memadai, dibarengi dengan perubahan masif akibat kemajuan teknologi dan informasi dapat memicu permasalahan kesehatan mental generasi muda jika tidak dikelola dengan bijak. Tantangan lain yang dihadapi adalah mengenai spiritualitas remaja. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melihat perlunya mengadakan kegiatan bagi remaja dan pendamping/pembina remaja sebagai platform untuk memperlengkapi para remaja dan pembina dengan berbagai pengetahuan dan kapasitas yang diharapkan mampu membekali remaja dan pembina dalam pelayanan dan kehidupan berbangsa sehari-hari. Pendampingan yang dilakukan oleh para ahli di UKSW meliputi isu-isu seputar perkembangan psikologis, pengembangan bakat-minat, kecerdasan buatan dan implementasi dalam pelayanan serta gerakan cinta lingkungan lewat aksi tanam pohon di desa. Hasilnya, para peserta mendapatkan pengalaman berharga yang tampak dalam hasil survey kepuasan dimana mayoritas responden puas terhadap pendampingan dan 100 % responden memperoleh tambahan pengetahuan.
Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam Mendukung SDGs Poin 13 & 17 Melalui Program Green Building di Kota Semarang Siep, Valeria; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.955

Abstract

Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki fokus yang kuat terhadap dua poin penting, yaitu Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Poin 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Dalam melihat program green building di Kota Semarang memainkan peran krusial dalam implementasi kebijakan ramah lingkungan yang mendukung ketahanan iklim dan pengembangan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan kerjasama bilateral, yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan dampak dari program green building. Melalui analisis data dan kajian literatur, terbukti bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis lokal tetapi juga menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan. Pembangunan berkelanjutan di Kota Semarang dapat dicapai melalui sistem bangunan yang efisien dan ramah lingkungan. Dukungan keuangan dari pemerintah dan Organisasi Internasional juga memberikan dorongan bagi pelaksanaan program ini. Melalui hibah, pinjaman lunak, dan dukungan teknis, proyek-proyek green building dapat terlaksana dengan lebih baik. karena pembangunan berkelanjutan memerlukan investasi modal yang tidak sedikit. Salahsatu contoh nyata adalah proyek selalu mendapatkan dukungan pemerintah daerah yang bersinergi dengan kebijakan nasional. Dengan menerapkan insentif bagi developer yang mengadopsi praktek green building, diharapkan akan muncul lebih banyak proyek ramah lingkungan yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs. masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya keberlanjutan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi
Peran MNC dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender di Indonesia “Studi Kasus Strategi PT Loreal Indonesia dalam Mendukung SDGs Poin ke-5” Tahun 2023 Wandamani, Badina; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.957

Abstract

Artikel ini menganalisis peran perusahaan multinasional dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia, dengan melihat strategi PT Loreal Indonesia dalam mendukung agenda tujuan berkelanjutan SDGs poin 5 dengan menyadari perlunya memberikan kesempatan bagi perempuan dalam aspek ekonomi dan pendidikan untuk mengelola sumber daya secara lebih luas dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literature dari buku, document publikasi pemerintah, hasil-hasil penelitian, serta artikel publikasi. Hasil penelitian menyoroti bahwa PT Loreal Indonesia telah menjadi aktor positif dalam mencapai kesetaraan gender dengan menciptakan peluang dan perlindungan bagi pemberdayaan perempuan melalui program-program internal maupun eksternal. Namun Penting bagi perusahaan untuk tidak hanya memperhatikan hasil yang dicapai di dalam organisasi, tetapi juga memikirkan pengaruh jangka panjang terhadap komunitas sehingga SDGs poin 5 dapat tercapai secara efektif.
PERAN FAO (FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION) DALAM MENGUPAYAKAN KETAHANAN PANGAN DI PAPUA NEW GUINEA TAHUN 2021-2023 Feneshia Judhit Judanti; Christian H.J de Fretes; Indra Wisnu Wibisono
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran FAO sebagai organisasi internasional dalam mengupayakan ketahanan pangan dalam upaya penanganan kerawanan pangan di Papua New Guinea pada tahun 2021-2023. Diketahui tahun 2021-2023 pemenuhan bahan makanan yang berkelanjutan belum stabil bahkan cenderung menurun, kondisi kerawanan pangan ini terjadi akibat berbagai faktor seperti bencana alam tanah longsor di beberapa wilayah, mengalami curah hujan ekstrim yang menyebabkan banjir pada tahun 2024, serta penyalahgunaan penebangan hutan dalam skala besar. Akibatnya masyarakat memiliki keterbatasan terhadap akses pemenuhan pangan yang berkelanjutan yang mengakibatkan food insecurity, 44,4% balita memiliki status kekurangan gizi akibat dari kerawanan pangan. Dengan adanya bantuan pemrograman dalam sektor pertanian serta bantuan peningkatan pengelolaan sumber daya alam oleh Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai organisasi internasional. Kerjasama ini bertujuan untuk menekan kerawanan pangan yang meningkat karena mayoritas mata pencaharian masyarakat dalam sektor pertanian, kurangnya bantuan dari pemerintah serta kesadaran masyarakat, kesejahteraan dan kualitas hidup secara berkelanjutan akan mengkhawatirkan. Dengan menggunakan teori liberalisme institusional dan konsep organisasi internasional, food security, ketahanan pangan, penelitian ini menganalisis di wilayah Papua New Guinea. Hasil dari penelitian ini menunjukan FAO memiliki beberapa bantuan yang berfokus seperti pada peningkatan sumber daya alam, pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan di Papua New Guinea
Dinamika Open Door Policy terhadap Penduduk Lokal dan Pengungsi Suriah di Turki Tahun 2019 - 2024 Larasati, Verena Lintang; de Fretes, Christian Herman Johan; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 6 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i6.5816

Abstract

Penelitian mengkaji tentang dinamika sosial terhadap penduduk lokal dan pengungsi Suriah di Turki melalui kebijakan Open Door Policy pada rentang waktu tahun 2019-2024. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Open Door Policy yang membawa dampak pada dinamika sosial masyarakat melalui prinsip kemanusiaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan informasi berupa teori, konsep, dan data-data yang berkaitan dengan pokok bahasan. Melalui analisis berdasarkan pandangan teori multikulturalisme menurut Will Kymlicka, kebijakan ini berusaha menciptakan integrasi melalui konsep kohesi sosial. Hasil penemuan sementara dinamika masayarakat melalui Open Door Policy menghasilkan polarisasi, diskriminasi, dan stigma negatif dalam masyarakat. Penelitian ini menekankan perlunya evaluasi kebijakan yang lebih inklusif untuk mengatasi tantangan integrasi sosial dan keamanan manusia secara efektif.
Strategi Hedging Tiongkok dalam Rivalitas Geopolitik Iran dan Israel di Kawasan Timur Tengah Supit, Allesandro Juventy Esatoroan; Wibisono, Indra Wisnu; Fretes, Christian HJ de
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 3 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i3.7496

Abstract

Strategi hedging Tiongkok dalam hubungannya dengan Iran dan Israel mencerminkan pendekatan pragmatis dan multidimensi untuk memaksimalkan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kompleks. Sebagai kekuatan global yang sedang naik daun, Tiongkok tidak hanya memprioritaskan stabilitas energi dan ekonomi, tetapi juga berusaha memperluas pengaruh politik tanpa terlibat langsung dalam konflik regional. Melalui strategi ini, Tiongkok membangun hubungan ekonomi dan politik yang seimbang dengan kedua negara yang saling bermusuhan untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu pihak sekaligus menjaga akses ke sumber daya dan pasar strategis. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh Tiongkok sebagai external power dengan menggunakan strategi hedging dalam mempengaruhi rivalitas geopolitik Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa Tiongkok memanfaatkan strategi hedging sebagai fleksibilitas diplomasi, sehingga memungkinkan Tiongkok untuk tidak berpihak kepada salah satu negara. Dengan begitu, Tiongkok dapat menjalin kerja sama bersama kedua negara dan mendapatkan keuntungan tanpa terlibat konflik secara langsung.
Diplomasi Kuasi Mediasi Tiongkok dalam Menjembatani Penyelesaian Konflik Tigray dan Pemerintah Ethiopia Tahun 2020-2022 Theresia Kariani Yolin; Indra Wisnu Wibisono; Roberto Octavianus Cornelis Seba
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.4859

Abstract

The Tigray conflict and the Ethiopian Government in 2020-2022 were mainly motivated by dissatisfaction with the policies of Prime Minister Abiy Ahmed. TPLF as a representative party of the Tigray ethnic group attacked the government until it received a counterattack that further prolonged the conflict situation. The conflict then sparked international attention, including China. China played a role in bridging the conflict resolution indirectly. This study aims to review the efforts made by China in helping to bridge the conflict resolution. The method used uses a descriptive qualitative approach. The study found that China fully used a quasi-mediation diplomacy strategy in an effort to resolve the conflict. China's efforts are reflected through personal identity and the results of the interactions that were established. China promotes the principle of non-intervention and regional resolution, even providing humanitarian assistance and sustainable development. China is not directly involved in maintaining national interests, both materially and socially, in the form of applicable relations and norms.