Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN KADAR KREATININ DAN UREUM PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Basuki Rachmad; Rina Setyawati
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i2.194

Abstract

Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi kronik yang dpat mengakibatkan kerusakan organ, salah satunya adalah ginjal. Pemeriksaan kreatinin dan ureum merupakan cara untuk menilai fungsi ginjal. Hubungan ureum dan kreatinin dengan penderita diabetes mellitus yaitu dimana diabetes mellitus memiliki kadar darah yang tinggi (hipergikemia) kondisi ini menyebabkan dinding pembuluh darah rusak, sehingga terjadi penyumbatan yang menimbulkan komplikasi mikrovaskuler salah satunya nefropati diabetika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin dan ureum pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukkan dengan menggunakan metode deskritif untuk melihat gambaran kadar kreatinin dan ureum pada penderita Diabetes Mellitus. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang melakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin yang berjumlah 110 sampel. Data yang diperoleh selanjutnya dikumpulkan, dikelompokkan berdasarkan karakteristik penderita dan diolah dalam bentuk table, kemudian dilakukan perhitungan distribusi frekuensi dalam bentuk persen (%).. Hasil kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah : (1)                  Dari 110 responden penderita DM didominasi oleh kelompok usia 61-70 tahun sebanyak 41 orang (37,27%), sedangkan menurut jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 70 orang (63,64%); (2) Hasil penelitian kadar kreatinin diperoleh sebanyak 39 orang memiliki kadar kreatinin tinggi dan didominasi oleh kelompok usia 61-70 tahun sebanyak 22 orang (56,41%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin terdapat 39 orang penderita DM memiliki kadar kreatinin tinggi yang didominasi oleh perempuan sebanyak 20 orang (51,28%); (3)Hasil penelitian terhadap kadar ureum berdasarkan kelompok usia terdapat 6 orang memiliki kadar ureum tinggi dan didominasi oleh kelompok usia 51-60 tahun yaitu 3 orang (50%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin yang memiliki kadar ureum tinggi semuanya berjenis kelamin perempuan sebanyak 6 orang (100%).
Sosialisasi Kadar Glukosa Darah terhadap Tingkat Pengetahuan Karbohidrat Golongan Monosakarida Rina Setyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i2.615

Abstract

Monosaccharide carbohydrates such as glucose, fructose, and galactose are simple sugars found in various foods that serve as vital energy sources for the body. However, a lack of understanding regarding the types, sources, and consequences of excessive monosaccharide consumption can influence public consumption habits. As food providers, traditional market vendors play a crucial role in disseminating accurate information to consumers. This activity aimed to assess vendors' knowledge regarding monosaccharide types, food sources, the effects of excessive consumption, and the importance of understanding the sugar content of the foods they sell. The methodology involved an educational outreach session combined with a questionnaire for data collection. The activity was conducted through direct engagement with vendors, utilizing educational materials such as leaflets and posters to facilitate information delivery. The results indicated that the vendors' knowledge level fell into the moderate category. While respondents demonstrated a good understanding of the health impacts of excessive sugar consumption and sources of fructose, their knowledge regarding sources of galactose and the importance of knowing the sugar content of their products remained low. Based on these findings, it is concluded that targeted and sustained education is necessary to enhance vendors' knowledge of monosaccharide carbohydrates. Such knowledge improvement is expected to support vendors in acting not merely as sellers but also as agents of nutrition education, thereby encouraging healthier consumption patterns among the public.