Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGUASAAN KONSEP BANGUN DATAR TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR (Studi Kasus pada Siswa Kelas IX MTs Darul Ulum Waru Sidoarjo Tahun Ajaran 2016/2017) Heriyansah, Heriyansah; Hartati, Sulis Janu; Sagala, Viktor
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.239 KB) | DOI: 10.25139/sm.v5i1.451

Abstract

Students should know as that the importance of konsep. If the students gets a problem in solving mathematical problems related to the concept of the problem can be solved easily if the concept is understood in advance. For that, if students find problems which will be described in the discussion later that students will solve the problems about the geometry and the plane side as prerequisites must understand the concept of matter flat first. Of the above problems, as educator need to better understand character of the student, lest there favorite toward them. It will make the student themselves tend to be lazy and no curiosity about the material that is being taught. Thus, educator must work harder to make the students better. Keywords: plane concepts, capabilities geometry plane side
PEMBERDAYAAN GURU SLB TUNAS KASIH DALAM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN CALISTUNG KARTUBARPEL BERBASIS METODE BELAJAR SAMBIL BERMAIN Sagala, Viktor; Widayati, Wahyu; Utami, Sri
Abdiku : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.719 KB)

Abstract

Dewasa ini terkadang guru cenderung tidak menggunakan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran, sehingga dapat mengurangi motivasi belajar siswa. Hal ini terjadi karena kurangnya biaya untuk pengadaan media pembelajaran di sekolah dan juga kurangnya kemampuan para guru di dalam membuat media pembelajaran tersebut. Pemakaian media pembelajaran sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Membaca menulis merupakan salah satu aktivitas yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Membaca adalah kegiatan paling penting dalam dunia pendidikan. Membaca, menulis, dan berhitung merupakan kemampuan dasar yang seharusnya diberikan pada anak usia Play Group dan TK sedini mungkin. Anak yang sudah mampu berbicara dengan lancar brarti sudah bisa diajarkan membaca, tetapi tidak dengan anak berkebutuhan khusus. Tidak sedikit anak dengan berkebutuhan khusus pada usianya yang seharusnya sudah mampu membaca menulis dan berhitung, akan tetapi masih belum mampu lancar berbicara khususnya pada anak penderita keterbelakangan mental atau yang sering disebut dengan Tunagrahita. Penelitian ini bertujuan membuat media pembelajaran calistung untuk siswa SLB Tunagrahita berbasis metode belajar sambil bermain, dan memberi pelatihan terhadap guru SLB Tunas Kasih mengenai pembuatan media yang murah, sederhana, dan cocok untuk siswa SLB Tunagrahita berbasis metode belajar sambil bermain. Hasil guru-guru SLB Tunas Kasih sydah memiliki wawasan mengenai metode pembelajaran belajar sambil bermain dan mampu membuat dan memanfaatkan media calistung untuk anak SLB tunagrahita. Kata Kunci : Media, Calistung, Belajar sambil Bermain
Profil Berpikir Kritis Siswa dalam Memecahkan Soal Higher Order Thinking Berdasarkan Gaya Berpikir Sternberg Menurut Fungsinya Triani Putri, Merta; Sagala, Viktor; Listiana, Yuni
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4741

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berpikir kritis siswa dalam memecahkan soal higher order thinking dilihat berdasarkan gaya berpikir Sternberg menurut fungsinya yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Surabaya pada tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas VIII, yaitu satu siswa dengan gaya berpikir legislatif, satu siswa dengan gaya berpikir eksekutif, dan satu siswa dengan gaya berpikir yudikatif. Instumen penelitian berupa tes gaya berpikir Sternberg, tes berpikir kritis pada pemecahan masalah (soal HOT), serta pedoman wawancara. Indikator berpikir kritis sesuai dengan enam kriteria bepikir kritis FRISCO milik Ennis yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview pada setiap empat langkah pemecahan masalah milik Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Berdasarkan analisis data hasil tes berpikir kritis dalam memecahkan masalah (soal HOT) dan data pada transkrip wawancara maka diperoleh deskripsi berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan masalah higher order thinking sebagai berikut. Siswa legislatif menunjukkan kriteria FRISCO namun tidak menunjukkan kriteria overview pada semua tahap pemecahan masalah, serta tidak menunjukkan kriteria reason dan inference pada tahap membuat rencana. Siswa eksekutif meunjukkan kriteria FRISCO pada setiap tahap pemecahan masalah kecuali kriteria overview pada tahap membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Siswa yudikatif menunjukkan kriteria FRISCO namun pada tidak menunjukan kriteria inference dan clarity pada tahap melaksanakan rencana, serta tidak menunjukkan kriteria overview pada tahap memahami masalah dan melaksanakan rencana. Kata kunci: Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Higher Order Thinking, Gaya Berpikir Sternberg