Ahmad Nur Faizal
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asset Based Community Development: Upaya Badan Amil Zakat Nasional Dalam Mendayagunakan Potensi Lokal Desa Menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Danisya Ersadianis Aulia; Ahmad Nur Faizal; Moch. Ilham Noer Sunan
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i07.519

Abstract

Asset Based Community Development menjadi salah satu strategi dalam melaksanakan pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan aset dan potensi lokal secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dilaksanakan oleh BAZNAS dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat di Dusun Sumber canting, Desa Tugusari, Kabupaten Jember. Bentuk pendampingan BAZNAS kepada masyarakat merupakan sebuah ikhtiar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat sesuai narasi besar yang tertuang dalam SDGs internasional yaitu mengurangi kemiskinan. BAZNAS telah menjadi salah satu pionir dalam mengupayakan terciptanya pemanfaatan potensi lokal yang direalisasikan dengan produk kopi BIKLA (Barokah Ibrahimy Kopi Lereng Argopuro). Produksi kopi BIKLA tersebut melibatkan pihak Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah dengan partisipasi dari para santri dan juga masyarakat setempat yang bermata pencaharian sebagai petani kopi. Hadirnya produk unggulan Desa Sumber canting tersebut dapat menunjang perekonomian dan juga pengembangan masyarakat lokal, karena kopi BIKLA telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan dengan berhasil mensuplai produk dengan kapasitas maksimal dan melakukan distribusi secara ekspor ke negara Thailand dan juga Vietnam. Sehingga, produk kopi BIKLA dapat memberikan kontribusi pendapatan kepada santri dan juga masyarakat sekitar untuk mewujudkan kesejahteraan hidup mereka.
Upaya Orang Tua Tunggal Dalam Memandirikan Anak Penyandang Disabilitas (Studi Kasus Pada Orang Tua Tunggal Yang Mengikuti Kegiatan Support Group Di Unit Pelayanan Disabilitas Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten) MOCH. ILHAM NOER SUNAN; Ahmad Nur Faizal; Danisya Ersadianis Aulia
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Budaya Dan Perubahan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i2.13073

Abstract

Orang tua menjadi tempat pertama kali individu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan bagaimana terbentuknya kepribadian pada diri individu. Terdapat permasalahan terkait upaya orang tua tunggal dalam memandirikan anak penyandang disabilitas. Masalah tersebut diantaranya orang tua tunggal di UPD YSIB tidak memahami pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi anak penyandang disabilitas, serta tidak mempunyai relasi dengan orang tua yang sesama memiliki pengalaman dengan anak penyandang disabilitas. Orang tua tunggal juga belum menerima keadaan anaknya yang disabilitas, maka orang tua cenderung memberikan pola asuh yang negatif (negative parenting) terhadap anaknya. Pendekatan penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif studi kasus. Penentuan lokasi menggunakan purposive area di Unit Pelayanan Disabilitas Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten (UPD YSIB). Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan lima informan pokok dan satu informan tambahan. Teknik pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memaparkan latar belakang kehidupan orang tua tunggal, latar belakang disabilitas anak, upaya orang tua tunggal dalam memandirikan anak penyandang disabilitas dan kondisi kemandirian dari anak penyandang disabilitas dari sebelum hingga setelah bergabung dengan support group di UPD. Pada pembahasan penelitian ini memaparkan terkait upaya orang tua tunggal saat masih mengalami hambatan dan setelah melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan saat bergabung dengan support group di UPD YSIB serta perubahan kemandirian anak dengan disabilitas.