Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Asset Based Community Development: Upaya Badan Amil Zakat Nasional Dalam Mendayagunakan Potensi Lokal Desa Menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Danisya Ersadianis Aulia; Ahmad Nur Faizal; Moch. Ilham Noer Sunan
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i07.519

Abstract

Asset Based Community Development menjadi salah satu strategi dalam melaksanakan pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan aset dan potensi lokal secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dilaksanakan oleh BAZNAS dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat di Dusun Sumber canting, Desa Tugusari, Kabupaten Jember. Bentuk pendampingan BAZNAS kepada masyarakat merupakan sebuah ikhtiar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat sesuai narasi besar yang tertuang dalam SDGs internasional yaitu mengurangi kemiskinan. BAZNAS telah menjadi salah satu pionir dalam mengupayakan terciptanya pemanfaatan potensi lokal yang direalisasikan dengan produk kopi BIKLA (Barokah Ibrahimy Kopi Lereng Argopuro). Produksi kopi BIKLA tersebut melibatkan pihak Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah dengan partisipasi dari para santri dan juga masyarakat setempat yang bermata pencaharian sebagai petani kopi. Hadirnya produk unggulan Desa Sumber canting tersebut dapat menunjang perekonomian dan juga pengembangan masyarakat lokal, karena kopi BIKLA telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan dengan berhasil mensuplai produk dengan kapasitas maksimal dan melakukan distribusi secara ekspor ke negara Thailand dan juga Vietnam. Sehingga, produk kopi BIKLA dapat memberikan kontribusi pendapatan kepada santri dan juga masyarakat sekitar untuk mewujudkan kesejahteraan hidup mereka.
Gaya Kepemimpinan Presiden Jokowi Berdasarkan Filsafat Astabratha Dalam Cerita Pewayangan Wahyu Makutharama Sajian Ki Gatot Wicaksono Moch. Ilham Noer Sunan; Primahesti Gitri Zuhudia; Muhammad Rofih Akbar
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 09 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i09.653

Abstract

Gaya kepemimpinan tiap presidan memiliki model yang berbeda-beda, filsafat Astabratha yang memuat ajaran-ajaran yang baik dan bijak sebagai seorang pemimpin, sering dipentaskan dalam pementasan wayang kulit dengan lakon Wahyu Makutharama. Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang telah berkuasa selama dua periode di Indonesia banyak menerapkan ajaran filsafat Astabratha dalam setiap tindakan, pembuatan program dan perumusan kebijakan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan objektif. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil penelitian ini berupa tulisan yang menganalisa penerapan dan keterikatan Presiden Jokowi selama memimpin Indonesia dengan ajaran filsafat Astabratha, Berdasarkan literatur dan sajian pewayangan Ki Gatot Wicaksono mengenai delapan unsur alam yang ada dalam ajaran filsafat Astabratha, yaitu matahari, rembulan, bintang, mendung, angin, api, samudera, dan bumi. Presiden Jokowi telah menerapkan delapan unsur tersebut dari setiap tindakan dan kebijakan yang telah diimplementasikan.
Proses Pemberdayaan Masyarakat Pada Home Industry Kain Sablon di Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Moch. Ilham Noer Sunan; Vivin Dian Kartikasari; Budhy Santoso; Evi Wulandari; Nina Safitri; Primahesti Gitri Zuhudia
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi merupakan kabupaten di Jawa Timur yang memiliki ketahanan pembangunan ekonomi masyarakat. Selain itu, Banyuwangi mengalami masalah sosial ekonomi akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni pengangguran. Pengangguran tersebar di berbagai desa, salah satunya Desa Temuasri Kecamatan Sempu. Usaha Home Industry Kain Sablon menjadi pilihan media pemberdayaan yang dibentuk masyarakat Desa Temuasri atas inisiatif inisiator untuk meningkatkan keberfungsian sosial, menumbuhkan kemandirian, dan memperbaiki ketidakstabilan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat Desa Temuasri pelaku Home Industry Kain Sablon. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data observasi non-partisipasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis datanya dimulai dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat Desa Temuasri pelaku Home Industry Kain Sablon dilakukan dengan menerapkan pelatihan-pelatihan kegiatan produksi secara internal seperti pelatihan menyablon, membatik, dan menjahit. Selain itu diterapkan sistem kerja yang menciptakan lapangan pekerjaan, memperbaiki kondisi ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup. Kesimpulannya, proses pemberdayaan masyarakat Desa Temuasri pada Home Industry Kain Sablon berjalan efektif dan berdampak pada tercapainya keberdayaan serta kesejahteraan masyarakat pelakunya.
Program Pemberdayaan BUMDES Melalui Pemanfaatan Limbah Guna Mewujudkan Program SDGs Desa M. Wildan Al Maftuhi; Moch. Ilham Noer Sunan
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 09 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i09.631

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Tangsil Wetan bekerja sebagai petani dan pengrajin kayu sehingga menghasilkan banyak limbah pertanian dan serbuk kayu. Limbah tersebut hingga saat ini masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Kurangnya kesadaran Masyarakat akan potensi yang ada di desa menyebabkan pendapatan masyarakat hanya bergantung dari sektor pertanian dan kerajinan kayu. Oleh karena itu Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tangsil wetan melalui pemberdayaan BUMDES dengan pemanfaatan limbah pertanian dan serbuk kayu. Program pemberdayaan BUMDES melalui usaha bisnis briket serbuk kayu dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu survei lokasi tempat bahan baku, persiapan alat produksi, melakukan uji coba, sosialisasi pembuatan dan pemasaran briket, demo dan praktek pembuatan briket bersama dengan BUMDES, dan uji coba perbandingan antara arang dengan briket. Pelaksanaan program pemberdayaan BUMDES berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan serta perilaku masyarakat untuk mengelola potensi desa yang ada. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.
Bentuk Dukungan Sosial Teman Kerja Pada Karyawan Disabilitas Eriz Restu Putra; Moch. Ilham Noer Sunan; Franciscus Adi Prasetyo; Sari Dewi Poerwanti
Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi November
Publisher : Laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UHO Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jkps.v4i2.9

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki kewajiban untuk meningkatkan potensi diri dan memperoleh pekerjaan sehingga akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Permasalahan di lingkungan kerja masih sering terjadi pada penyandang disabilitas seperti memperoleh diskriminasi, akomodasi kerja yang kurang memadai, masalah penyesuaian diri, dan masih sering terjadi kesalahan dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dukungan sosial yang diberikan teman kerja pada karyawan disabilitas yang bekerja di 6 Gerai Alfamart cabang Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan milik Miles and Huberman diawali dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika berada di lingkungan kerja penyandang disabilitas mendapatkan dukungan sosial dari teman kerja meliputi dukungan emosional, informasional, penghargaan, instrumental dan kelompok. Hal ini memberikan dampak yang positif seperti membangun rasa percaya diri, meningkatkan kinerja penyandang disabilitas di lingkungan kerja yang juga berpengaruh pada peningkatan jenjang karir.
Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak Dalam Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2018 di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember Moch. Ilham Noer Sunan; Meilina Ulfa; Arif Arif; Debby Andrean Ady Mahardika; Primahesti Gitri Zuhudia
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i01.4268

Abstract

Implementasi Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Perlindungan Anak merupakan salah satu ketetapan perintah Desa Panduman sebagai upaya dalam mencegah, menekan, dan mengatasi fenomena pelanggaran anak yang terjadi di Desa Panduman seperti banyaknya anak yang putus sekolah, pernikahan dini, kekerasan terhadap anak, pekerja anak, dan juga stunting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun ketiga program tersebut diantaranya ialah Program Sanggar Merdeka, Program Forum Anak, dan Program Rumah Desa Sehat. Selanjutnya, adapun dalam pengumpulan data penelitian di lapangan peneliti menggunakan tiga teknik kualitatif yakni observasi secara langsung, wawancara semi tertsruktur, dan juga studi dokumentasi. Fokus pada ranah analisis dalam mengkaji implementasi peraturan desa, disini peneliti penggunakan teori model implementasi menurut Van Matter and Van Horn(2016) mengemukakan bahwasanya dalam menganalisis sebuah implementasi kebijakan peraturan desa dapat dilihat melalui enam indikator yakni ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya yang terlibat, para pelaksana kebijakan, responsifitas para pelaksana dan masyarakat, pola komunikasi, kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan juga politik. Secara garis besar, analisa kebijakan yang dilakukan melalui ketiga program menggambarkan bahwasanya ketiga program mampu memenuhi beberapa indikator capaain keberhasilan kebijakan sehingga dapat memberikan perubahan peningkatan kesejahteraan anak terutama dalam ranah pemenuhan hak dan kebutuhan mereka.