Nining Syamsi Komariah
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VALUES OF ENVIRONMENTAL EDUCATION IN THE ISLAMIC VIEW: (Study Of Ar-Rum Verses 41-42) Nurnaesih Nurnaesih; Nining Syamsi Komariah
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v5i2.862

Abstract

This title was chosen by the author because of the many phenomena of environmental damage at this time, especially Indonesia. Many phenomena of environmental change have become a study which makes our minds relate to various disasters which result in a decline in the quality and quantity of nature so that we think by correlating the environmental education process so far. This incident was caused by the actions of irresponsible humans who only care about themselves without knowing the consequences. As caliph, humans have to study and analyze a lot of what has happened on earth. In this study, the author used a literature review study method by collecting data by reviewing various books. Analysis uses content analysis. The results of the research state that damage to nature is caused by humans, with all their behavior towards nature which causes nature to become damaged, exploiting nature without being based on a strong foundation of faith and ultimately using it excessively to fulfill their desires without thinking that all of nature is entrusted to God. Almighty. The values ??in verses 41-42 state that Islam has a theory of the urgency of saving and preserving nature. This concept has not been used optimally and realistically by the people. Islam is a religion that pays close attention to nature and the continuity of life in the world. As a religion of mercy for all of nature, Islam has rules that lead to limited use, preservation of nature and efforts to rehabilitate the damage experienced.
Golden Age Of Islam: Kejayaan Abbasiyah Dalam Budaya Dan Ilmu Pengetahuan Devi Herdianti; Nining Syamsi Komariah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3179

Abstract

Artikel ini membahas kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah pada masa Golden Age of Islam, khususnya dalam bidang budaya dan ilmu pengetahuan. Era Abbasiyah, yang berlangsung antara abad ke -8 hingga ke-13, dikenal sebagai puncak kejayaan dqlam sejarah peradaban dunia. Pada masa pemerintahan Abbasiyah, terutama di bawah Khalifah Harun al-Rasyid dan Al-Ma’mun, Baghdad menjadi pusat intelektual dunia, di mana berbagai disiplin ilmu berkembang pesat. Penerjemahan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkaya pengetahuan. Ilmuwan dan filsuf Muslim, seperti Al-Khwarizmi, Al-Razi, dan Ibn Sina, memberikan kontribusi besar dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, dan filsafat. Selain itu, pembentukan Bait al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) menjadi simbol kemajuan intelektual dan kolaborasi antara berbagai budaya dan agama. Kejayaan Abbasiyah dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya ini tidak hanya membawa kemajuan yang luar biasa, tetapi juga mempengaruhi peradaban Barat dan dunia Islam secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran penting khalifah Abbasiyah dalam memajukan ilmu pengetahuan, serta dampaknya terhadap perkembangan budaya dan pemikiran manusia secara global.