Muhammad Fuad
Program Studi Manajemen, Universitas Samudra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN IPTEK PRODUKSI PAKAN IKAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN LELE Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Muhammad Fauzan Isma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15780

Abstract

Abstrak: Pakan merupakan kebutuhan krusial yang sangat dibutuhkan dalam melakukan budidaya ikan. Kebutuhan akan pakan dalam usaha dapat mencapai 60% dari total biaya produksi. Tingginya harga pakan pabrikan dipasaran mengakibatkan meningkatknya biaya produksi sehingga menurunkan pendapatan pembudidaya, kondisi tersebut memerlukan inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pokdakan “Tiara Jaya” yang berada di Desa Bayeun Kabupaten Aceh Timur sebagai usaha kecil menengah (UKM) sangat membutuhkan solusi terhadap ketergantungan pada pakan pabrikan. Tim pengusul Pengembangan IPTEK bagi Masyarakat (PPIBM) Universitas Samudra melakukan inovasi memanfaatkan mesin pembuatan pakan mandiri berbahan dasar bensin. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah menjadikan UMKM mampu memproduksi pakan mandiri dengan penerapan IPTEK yang ada. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Pemberdayaan Masyarakat berbasis Partisipatif yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan pihak Mitra secara aktif bersama dengan Tim PKM. Kegiatan ini melibatkan 11 orang anggota mitra, 3 dosen dan 3 orang mahasiswa. Bedasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan melihat tingkat kemampuan dalam mengolah pakan ikan lele, sdm mitra mengalami peningkatan skill sebesar 80%. Penilaian didasari dari hasil analisis kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan, meliputi skill memilih bahan pakan, modifikasi bahan pakan dan mengolah pakan. Berdasarkan evaluasi program, biaya produksi pakan mandiri biayanya relatif lebih hemat daripada pakan pabrikan.Abstract: Feed is a crucial need that is needed in fish farming. The need for feed in business can reach 60% of the total production cost. The high price of manufactured feed in the market has resulted in increased production costs thereby reducing farmers' income, these conditions require innovation to overcome these problems. Pokdakan "Tiara Jaya" located in Bayeun Village, East Aceh District as a small and medium enterprise (UKM) really needs a solution to dependence on manufactured feed. The team proposing Science and Technology Development for Society (PPIBM) Universitas Samudra made an innovation using a self-sufficient gasoline-based feed making machine. The purpose of this activity is to make UMKM able to produce feed independently with the application of existing science and technology. The method used in this service is the Participatory-based Community Empowerment method, namely the Participatory Rural Appraisal (PRA), which involves partners actively engaging with the PKM Team. This activity involved 11 partner members, 3 lecturers and 3 students. Based on the results of an evaluation carried out by looking at the level of ability in processing catfish feed, partner human resources experienced an increase in skill by 80%. The assessment is based on the results of the questionnaire analysis that was distributed before and after the activity, including skills in choosing feed ingredients, modifying feed ingredients and processing feed. Based on program evaluation, the cost of producing independent feed is relatively more economical than manufactured feed. 
PENINGKATAN SKILL WIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI KEGIATAN MAGANG PADA KELOMPOK TANI ETAWA Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Safrizal Safrizal; Muhammad Jamil; Ahmad Ridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16718

Abstract

Abstrak: Metode pembelajaran kampus selama ini dianggap belum sinkron dengan konsidi dunia nyata. Teori yang diperoleh mahasiswa masih jauh ketinggalan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi, tuntutan konsumen, dan perubahan lingkungan. Kegiatan magang sangat dibutuhkan mahasiswa dalam melihat tren pasar dan membuka wawasan mahasiswa dalam mengaplikasilakan ilmu dan teknologi yang diperoleh dalam bangku kuliah. Tujuan dari kegiatan magang mahasiswa adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkecimpung langsung pada dunia industri (usaha kambing perah) selama 6 bulan untuk mengasah hardskill dan softsill kewirausahaan yang teorinya telah diperoleh dari bangku kuliah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman mahasiswa terkait manajemen kebersihan kandang kambing, manajemen pakan, manajemen kesehatan, dan teknik pemerasan susu etawa. Peningkatan minat mahasiswa untuk menggeluti usaha peternakan kambing etawa dipicu antar lain oleh penerapan IPTEK pada pakan konsentrat yaitu, mesin pencampur pakan konsentrat yang mempermudah mempermudah kegiatan pencampuan bahan-bahan pakan serta meringankan beban kerja dengan hasil campuran pakan konsentrat yang lebih baik.Abstract: Campus learning methods have thus far been considered out of sync with real-world conditions. The theory acquired by students still lags far behind the requirements of the working world, which continues to evolve in response to technological advances, consumer demands, and environmental changes. Internship activities are greatly needed by students to observe market trends and broaden their insights in applying the knowledge and technology acquired in college. The purpose of student internships is to provide opportunities for students to be directly involved in the industrial world (specifically the dairy goat business) for 6 months, honing both entrepreneurial hard skills and soft skills, the theoretical foundation for which has been obtained from college. The evaluation results indicate an improvement in students' comprehension of goat pen cleanliness management, feed management, health management, and etawa milk extraction techniques. The heightened interest among students in the etawa goat breeding business was triggered, among other factors, by the implementation of science and technology in the concentration of feed. This includes the use of concentrate feed mixing machines, which facilitate the blending of feed ingredients and lighten the workload, resulting in an improved mixture of concentrate feed.