Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN DI PESANTREN RIYADLUL ULUM WADAWAH KOTA TASIKMALAYA Kusmiyati; Asep Riyana; Mamat Purnama
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.192

Abstract

Pemeliharaan personal hygiene merupakan hal yang penting yang harus dilakukan oleh semua orang. Personal hygiene bisa menentukan status kesehatan. . Bila kesehatan kulit tidak dijaga maka akan timbul penyakit kulit yang di sebabkan oleh jamur,virus, kuman maupun parasit, salah satu penyakit yang sering dijumpai pada penyakit kulit adalah Skabies. (Nursing,2016). Penularan terjadi karena Sarcoptes scabei betina yang di buahi. Kurangnya perhatian pada Pondok Pesantren termasuk elemen di dalamnya yaitu para santri menjadikan Pondok Pesantren merupakan tempat yang dianggap sarangnya penyakit dikarenakan kurangnya pengetahuan santri terhadap penyakit Skabies ini. Faktor yang mendasari sebuah lingkungan komunitas seperti pesantren sering terjangkit Skabies yaitu karena lingkungan yang padat, pengetahuan santri yang terbatas tentang Skabies serta kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Dari data puskesmas pada tahun 2015 angka kejadian Skabies di pondok pesantren Riyadlul Ulum Wadawah  tinggi dengan jumlah santri yang terinfeksi 52 orang dan yang tidak terinfeksi 47 orang. Dan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh  Purnimarahmi (2016) pada tanggal 01 Maret 2016 dari 10 orang santri di dapatkan data 4 dari 10 orang santri mengetahui tentang penyakit Skabies dan 6 diantaranya tidak mengetahui tentang penyakit Skabies.. Kegiatan ini bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan pada santri , metode dilaksanakan berupa pendidikan kesehatan ceramah, tanya jawab diskusi, dengan strategi advokasi, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat pesantren Riyadlul Ulum Wadawah.
Peran Budaya Organisasi Dan Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Komitmen Afektif Dan Kinerja Perawat Tetik Nurhayati; Novi Enis Rosuliana; Kusmiyati; Anah Sasmita; Peni Cahyati
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v13i1.305

Abstract

A robust organizational culture combined with transformational leadership significantly contributes to nurses forming a strong emotional bond with their workplace. This research aims to explore and assess the influence of organizational culture and transformational leadership style on nurses' emotional attachment and job performance in hospital wards. The outcomes of this study can guide hospitals in enhancing nurses' work in patient care settings. Employing a descriptive method alongside verification analysis, the study collects and verifies data. Data collection was conducted through a questionnaire, and proportional random sampling was used to select 189 participants. Path analysis was utilized for data examination. Descriptive analysis results reveal that organizational culture, transformational leadership, affective commitment, and nurse performance in inpatient units range from poor to good. Verification analysis results show that both organizational culture and transformational leadership simultaneously impact affective commitment. Additionally, affective commitment influences nurses' job performance. It was found that organizational structure and leadership style, particularly transformational leadership, enhance nurses' performance by fostering a stronger emotional connection to their work.