p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL INSAN CENDEKIA
Zainul Arifin
ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A DETEKSI KECACINGAN SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA BALITA DI DESA JATIREJO KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Anthofani Farhan; Zainul Arifin; Rahmania Handari
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i2.1225

Abstract

Pendahuluan: Kejadian balita pendek atau sering disebut stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang di akibatkan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dan simulasi psikososial yang tidak memadai yang ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar. Berdasarkan data posyandu di Desa Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang terdapat 20 balita yang teridentifikasi stunting, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kecacingan sebagai salah satu factor penyebab stunting pada balita. Tujuan: Untuk mengidentifikasi kecacingan pada balita stunting di Desa jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten jombang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah balita stunting di Desa Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 sampel diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Deteksi kecacingan menggunakan jenis pemeriksaan mikroskopis dengan menggunakan metode natif (direct slide). Data diolah menggunakan coding dan tabulating. Hasil : hasil penelitian yang telah dilakukan pada sampel feses balita stunting ditemukan 16 sampel yang terdeteksi kecacingan dan 4 sampel dinyatakan negatif. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hampir semua sampel atau sebanyak 80% terdeteksi kecacingan.