Heyrani Heyrani
Poltekkes Kemenkes Kendari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA PENGEMBANGAN BUKU SAKU TENTANG PERILAKU DAN POLA MAKAN BERISIKO KANKER PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI Heyrani Heyrani; Fonnie E. Hasan; Rosnah Rosnah
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4697

Abstract

Pendahuluan: Penderita kanker payudara di Indonesia yang dating dengan stadium lanjut pada beberapa Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan 70 %,  dan kegiatan untuk menurunkan angka kematian  masih terbatas pada diagnosis,  pengobatan dan rehabilitasi.  Pencegahan dan deteksi dini kanker payudara dapat memberi keberhasilan dalam meningkatkan angka survival terutama kepada remaja. Peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terkait gaya hidup dapat menjadi langkah pencegahan kejadian kanker payudara Tujuan: mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap remaja setelah penggunaan media pengembangan buku saku tentang perilaku dan pola makan berisiko kanker payudara. Metode: Metode penelitian metode kuantitatif untuk menguji efektivitas produk buku saku dengan rancangan penelitian  quasi experimental research dengan posttest only control design.  Populasi penelitian seluruh siswi SMAN 6 Kota Kendari berjumlah 576 orang.  Jumlah total sampel 80 orang, terbagi atas 40 orang kelompok kontrol (ceramah tanpa menggunakan buku saku) dan 40 orang kelompok perlakuan (ceramah menggunakan buku saku). Data hasil uji kelayakan (validasi) tim ahli menggunakan skala likert 1-5. Analisis perbedaan menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Analisis pada kelompok perlakuan memperlihatkan rerata pengetahuan  sampel  meningkat  dari 14,23 menjadi 17,23 dengan selisih rerata 3,00 dan nilai p (0,000) 0,05. Hasil pada kelompok kontrol, pengetahuannya juga meningkat dari 15,18 menjadi 15,75 dengan rerata selisih 0,57 dan nilai p (0,160) 0,05). Analisis pada sikap remaja putri menggunakan wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p pada kelompok perlakukan (0,000) 0,05 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu nilai p (0,185) 0,05.Kesimpulan dan Saran: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan dan sikap remaja putri antara pretest dan posttest setelah diberikan penyuluhan dengan penggunaan media buku saku perilaku dan pola makan berisiko kanker payudara.
Pemberdayaan Desa Siaga Untuk Mengurangi Ibu Hamil Kek (Kurang Energi Kronis) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Syahrianti Syahrianti; Halijah Halijah; Heyrani Heyrani; Farming Farming
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 2 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v2i1.1570

Abstract

Malnutrition for a long time in pregnant women will cause pregnant women to experience a condition called Chronic Energy Deficiency (CED). Almost all developing countries have experienced SEZ problems, one of which is Indonesia. Another factor that influences the effectiveness of empowering pregnant women in efforts to handle CED is the use of health facilities. The use of health service facilities by pregnant women can be seen from the coverage of pregnancy checks, one of which is the use of antenatal care which is less than the minimum standard. Health workers play a role in empowering the community in the health sector. Health workers strive to develop learning for the community to build independence in solving health problems. The impact that will be obtained if the empowerment of alert villages for pregnant women in an effort to handle CED is not effective is related to the occurrence of cases of stunting in newborn babies, bleeding, defects in the fetus and death can also occur in the mother and baby. The community service method used is educational and participatory outreach, targeting all pregnant women, their families, especially husbands and cadres. It is hoped that this community service activity can increase the understanding of women of childbearing age about the importance of empowering Alert Villages to reduce chronic energy deficiency in pregnant women in preventing stunting.