Ketut Yudi Arparitna, Ketut Yudi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EXTENDED GLASGOW OUTCOME SCALE AND CORRELATION WITH BISPECTRAL INDEX Senapathi, Tjokorda Gde Agung; Suarjaya, I Putu Pramana; Sutawan, Ida Bagus Krisna Jaya; Arparitna, Ketut Yudi
Bali Journal of Anesthesiology Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/bjoa.v1i3.9

Abstract

Traumatic brain injury (TBI) is a major public health issue, which results in significant mortality and long-term disability. The profound impact of TBI is not only felt by the individuals who suffer the injury but also their caregivers and society as a whole. Clinicians and researchers require reliable and valid measures of long-term outcome not only to truly quantify the burden of TBI and the scale of functional impairment in survivors but also to allow early appropriate allocation of rehabilitation supports. In addition, clinical trials which aim to improve outcomes in this devastating condition require high-quality measures to accurately assess the impact of the interventions being studied. In this article, we review the properties of an ideal measure of outcome in the TBI population. Then, we will describe the measurement tools include: the Glasgow Outcome Scale (GOS) and extended Glasgow Outcome Scale (GOSe) in correlation with bispectral index (BIS).
Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja: Tinjauan Literatur Ketut Yudi Arparitna; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.143

Abstract

Latar belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. Pendidikan BHD yang dimulai sejak usia remaja diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai metode pendidikan dan pelatihan BHD dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah menengah atas (SMA), serta mengevaluasi tantangan dan keberlanjutan hasil pelatihan tersebut. Metode: Kajian dilakukan melalui tinjauan literatur terhadap 40 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2012 hingga 2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, DOAJ, dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif seperti media audiovisual, flipped classroom, dan Virtual Reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Kesimpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.
Pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja: A literature review Arparitna, Ketut Yudi; Uly, Nilawati; Alim, Andi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1668

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) is a crucial skill for managing emergencies such as sudden cardiac arrest. BLS, initiated in adolescence, is believed to improve individual and community preparedness in responding to emergencies. However, the effectiveness of various training methods remains debated. Purpose: To examine the effectiveness of BLS education and training in improving adolescent knowledge and skills. Method: This literature review examined 19 articles published between 2012 and 2025. Articles were obtained from Scopus, the Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Google Scholar. Data were analyzed descriptively and qualitatively based on intervention methods, learning outcomes, and the sustainability and limitations of BLS training. Results: Lectures and simulations were effective in improving student knowledge and skills. Innovative approaches, such as audiovisual media, flipped classrooms, and virtual reality, also demonstrated positive results, particularly in psychomotor and affective aspects. However, skill retention tends to decline 3–6 months post-training if there is no further reinforcement. General limitations of the study include a narrow sample size, lack of long-term evaluation, and limited practical tools. Conclusion: Basic Life Support (BLS) education and training have proven effective, but its success is greatly influenced by program sustainability, infrastructure support, and active participant engagement. Curriculum integration, regular retraining, and further research with longitudinal designs are needed to ensure the long-term impact of BLS training on adolescents.   Keywords: Adolescents; Basic Life Support (BLS); Education and Training; Knowledge; Skills.   Pendahuluan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. BHD yang dimulai sejak usia remaja, diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Untuk mengkaji efektivitas pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja. Metode: Penelitian tinjauan literatur terhadap 19 literatur yang diterbitkan antara tahun 2012-2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, directory of open access journals (DOAJ), dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif, seperti media audiovisual, flipped classroom, dan virtual reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Simpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.   Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD); Keterampilan; Pendidikan dan Pelatihan; Pengetahuan; Remaja.