Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Karakter Peduli Sosial Pada Peserta Didik Kelas V Melalui Pendidikan Pancasila di SDN 1 Pakunden Ponorogo Yahya Binar Unsyayaini; Elfi Yuliani Rochmah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2024): Pola Pembelajaran di Sekolah Untuk menumbuhkan Karakter Positif
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v4i2.3975

Abstract

Peduli sosial merupakan karakter yang perlu dibiasakan pada peserta didik sejak dini di usia sekolah dasar. Namun pada saat ini ada beberapa peserta didik yang kurang memiliki rasa peduli terhadap temannya seperti tidak mau membantu teman yang kesulitan. Maka, pembentukan karakter peduli sosial pada peserta didik dapat dilakukan dengan pembiasaan agar mereka menjadi terbiasa untuk melakukan tindakan-tindakan yang menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) pembentukan karakter peduli sosial pada peserta didik kelas V melalui pendidikan Pancasila di SDN 1 Pakunden Ponorogo; dan (2) faktor pendukung dan faktor penghambat pembentukan karakter peduli sosial pada peserta didik kelas V melalui pendidikan Pancasila di SDN 1 Pakunden Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembentukan karakter peduli sosial pada peserta didik kelas V melalui pendidikan Pancasila di SDN 1 Pakunden Ponorogo dilakukan dengan pembiasaan sikap tolong menolong, pembiasaan sikap tenggang rasa atau empati, pembiasaan melakukan aksi sosial, dan pembiasaan membangun kerukunan. Peserta didik kelas V juga sudah menunjukkan pembiasaan sikap tolong menolong, sikap tenggang rasa atau empati, melakukan aksi sosial, dan membangun kerukunan. (2) Faktor pendukung dalam pembiasaan sikap tolong menolong, sikap tenggang rasa atau empati, melakukan aksi sosial, dan membangun kerukunan peserta didik kelas V yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan pengaruh media sosial.
Manajemen Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Membaca Al-Qur’an di SMPN 3 Ponorogo Subhan Masruri; Syafiq Humaisi; Elfi Yuliani Rochmah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. 02 (2024): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v4i02.3733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara harapan Masyarakat dan sekolah tentang kemampuan membaca Al-Qur’an siswa yang optimal dan kenyataan masih banyaknya siswa yang belum mempunyai kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu juga dilatarbelakangi dengan pengimplementasian Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 37 tahun 2022, sehingga diadakan perubahan pada struktur pembelajaran, dengan menambahkan jam Pelajaran dibidang keagamaan. Peneliti melakukan penelitian di SMPN 3 Ponorogo karena Lembaga tersebut telah mengimplementasikan Peraturan Bupati yang telah ditetapkan dan telah menghasilkan output yang cukup optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perencanaan manajemen pembelajaran Al-Qur’an, (2) implementasi pembelajaran Al-Qur’an, serta (3) evaluasi pembelajaran Al-Qur’an di SMPN 3 Ponorogo yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an siswanya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis data milik Miles Huberman dan Saldana, yaitu pemilihan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Selanjutnya teknik keabsahan datanya menggunakan pendekatan waktu penelitian serta triangulasi sumber dan metode. Temuan yang diperoleh adalah perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an di SMPN 3 Ponorogo dilakukan dengan membentuk tim perencana, menetapkan pengurus bidang keagamaan, dan merencanakan program berdasarkan kebutuhan dan tujuan siswa. Setelah itu dibuatlah program pembelajaran Al-Qur’an yang strategis dan realistis sebagai upaya keberhasilan program dan untuk mencapai tujuan dan target yang sudah ditetapkan. Implementasi pembelajaran Al-Qur’an untuk meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an dilaksanakan dan didukung oleh pihak sekolah secara maksimal. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sejak tahun 2021 telah meningkat secara signifikan serta hafalan siswa yang terus bertambah dan adanya kepuasan orang tua terkait perkembangan anaknya. Program yang diterapkan diantaranya adalah pengelompokan siswa sesuai kemampuan membaca Al-Qur’an, penganggaran khusus pembelajaran Al-Qur’an, mendatangkan tenaga ahli Al-Qur’an, penyediaan jam intrakulikuler Al-Qur’an, dan pengadaan MOU dengan pondok pesantren tahfidz, serta didukung juga dengan penyediaan fasilitas yang baik, aman dan nyaman oleh sekolah. Evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an dilakukan pada akhir semester yang dilakukan oleh Ustadz dan Ustadzah yang mengajar dibidang Al-Qur’an dengan melaksanakan uji publik sesuai tingkatannya. Pelaksanaan evaluasi digunakan mengetahui hasil dari program serta kendala dan hambatan program. .