Ferawati
Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan tentang Menarche dengan Kesiapan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche di SDN Tlatah Purwosari Bojonegoro Dwi Erna Firnanda; Ferawati; Ahmad Zainal Abidin
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i2.113

Abstract

ABSTRAK Menstruasi merupakan salah satu tanda kematangan seksual pada remaja putri berupa keluarnya darah secara teratur dari vagina yang disebabkan oleh lepasnya lapisan endometrium dari dinding rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menarche dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di SDN Tlatah Purwosari Bojonegoro. Penelitian ini dilaksanan pada bulan November 2025. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas IV,V dan VI SDN Tlatah Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro sejumlah 41 responden. Sampel penelitian diambil dengan teknik non probability sampling dengan metode total sampling diperoleh sampel sebanyak 41 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan tentang menarche responden terbagi menjadi tiga kategori yaitu kategori pengetahuan baik sebanyak 21 responden (51,2%), kategori pengetahuan cukup 19 responden (46,3%) dan kategori pengetahuan kurang 1 responden (2,4%). Sedangkan kesiapan menghadapi menarche menunjukkan bahwa sebanyak 35 responden (85,4%) siap menghadapi menarche dan 6 responden (14,6%) tidak siap menghadapi menarche , sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden siap menghadapi menarche. Berdasarkan hasil analisis uji chi-square diperoleh nilai signifikan sebesar p Value = 0,003 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang menarche dengan kesiapan menghadapi menarche. Nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,468, yang menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel dalam kategori sedang, dengan arah hubungan yang searah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan tentang menarche, maka semakin baik kesiapan dalam menghadapinya. Kata Kunci : Pengetahuan, Kesiapan, Remaja
Sehat Remaja Sehat Reproduksi Pada Remaja (Sareh) Di Desa Pagerwesi. Kec. Trucuk Fitria Rizky Kurniawati; Ferawati; Angger Anugerah Hadi Sulistyo; Ahmad Zainal Abidin
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial akibat pubertas. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja mengalami kesalahpahaman dalam menghadapi perubahan tersebut. Program Pengabdian kepada Masyarakat Sehat Remaja Sehat Reproduksi (SAREH) dilaksanakan di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perubahan pada masa pubertas melalui media edukasi berbasis video animasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemutaran video animasi edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah mengikuti edukasi. Penggunaan video animasi terbukti mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi, serta meningkatkan daya ingat dan retensi informasi karena memadukan unsur visual dan audio. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dengan aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media edukasi digital berbasis video animasi merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Ke depan, diperlukan program edukasi yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan pemerintah desa agar pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi semakin optimal.