This Author published in this journals
All Journal Jurnal HUMANIS
Angger Anugerah Hadi Sulistyo
Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sehat Remaja Sehat Reproduksi Pada Remaja (Sareh) Di Desa Pagerwesi. Kec. Trucuk Fitria Rizky Kurniawati; Ferawati; Angger Anugerah Hadi Sulistyo; Ahmad Zainal Abidin
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial akibat pubertas. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja mengalami kesalahpahaman dalam menghadapi perubahan tersebut. Program Pengabdian kepada Masyarakat Sehat Remaja Sehat Reproduksi (SAREH) dilaksanakan di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perubahan pada masa pubertas melalui media edukasi berbasis video animasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemutaran video animasi edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah mengikuti edukasi. Penggunaan video animasi terbukti mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi, serta meningkatkan daya ingat dan retensi informasi karena memadukan unsur visual dan audio. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dengan aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media edukasi digital berbasis video animasi merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Ke depan, diperlukan program edukasi yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan pemerintah desa agar pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi semakin optimal.