Ikha Ardianti
Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SMART EYES CARE NURSING Mohamad Roni Alfaqih; Errix Kristian Julianto; Ikha Ardianti; Yuzita Nurfitriani
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan penglihatan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat usia dewasa dan lanjut usia, namun pemeriksaan kesehatan mata di tingkat desa masih belum dilakukan secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan banyak kasus penurunan ketajaman penglihatan tidak terdeteksi sejak dini. Program Pengabdian kepada Masyarakat Smart Eyes Care Nursing bertujuan meningkatkan deteksi dini gangguan penglihatan serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mata melalui pemanfaatan Snellen Chart Digital. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan sasaran sebanyak 30 masyarakat usia dewasa hingga lansia. Metode yang digunakan meliputi registrasi peserta, skrining ketajaman penglihatan menggunakan Snellen Chart Digital dan Tumbling E Chart, edukasi kesehatan mata, serta konseling berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta (100%) mengikuti rangkaian program. Sebanyak 40% peserta memiliki ketajaman penglihatan normal, sedangkan 60% mengalami gangguan penglihatan ringan hingga berat sehingga memerlukan edukasi dan sebagian direkomendasikan untuk pemeriksaan lanjutan. Antusiasme masyarakat selama kegiatan sangat baik dan terjadi peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata. Program ini membuktikan bahwa pemanfaatan media digital dalam skrining kesehatan mata mudah diterapkan di masyarakat serta berpotensi menjadi inovasi pelayanan promotif dan preventif yang berkelanjutan pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENGGUNAAN DIAPERS PADA USIA TODDLER DI POSYANDU DESA PAGERWESI KECAMATAN TRUCUK BOJONEGORO Ikha Ardianti; Dwi Setyorini; Siti Nur Zahrotul Mariyam
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/4sfvz310

Abstract

Pendidikan membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha yang secara sadar dilakukan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan baik kognitif, afektif, maupun motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu dalam penggunaan diapers pada usia toddler di Posyandu Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 51 ibu yang memiliki anak usia toddler. Sampel penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah 51 responden. Data di analisis dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p value 0,621 (> 0,05) dan nilai Correlation Coefficient adalah 0,071. Maka, dapat disimpulkan secara statistik bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu dalam penggunaan diapers pada usia toddler di Posyandu Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Bojonegoro. Tingkat kekuatan hubungan dua variabel dalam kategori sangat lemah sekali dengan arah korelasi positif lemah. Kesimpulan, seseorang dengan tingkat pendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula dan seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi tidak berarti mutlak berpengetahuan baik pula. Selain itu, penelitian ini menggarisbawahi bahwa adanya faktor lain yang mungkin berperan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang penggunaan diapers pada usia toddler. Maka, diharapkan kepada perawat anak komunitas dan petugas posyandu, supaya dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi program-program kesehatan posyandu terkait penggunaan diapers pada usia toddler bagi ibu di daerah pedesaan.