Errix Kristian Julianto
Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN SEKS BEBAS PADA REMAJA DI DESA SENDANG AGUNG SUMBERREJO BOJONEGORO Errix Kristian Julianto; Adhe Anniza Pramesti; Dewi Puspita Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/d8t58731

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase perkembangan dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi serta kecenderungan mencoba hal-hal baru, termasuk dalam aspek perilaku seksual, sehingga berisiko terhadap terjadinya perilaku seks bebas. Perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial, dan telah menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian World Health Organization. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam pencegahan seks bebas pada remaja adalah tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja di Desa Sendang Agung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja (p-value = 0,005; p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,391, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja, maka semakin baik pula perilaku pencegahan seks bebas yang ditunjukkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki peran penting sebagai upaya preventif dalam membentuk perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab pada remaja.
SMART EYES CARE NURSING Mohamad Roni Alfaqih; Errix Kristian Julianto; Ikha Ardianti; Yuzita Nurfitriani
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan penglihatan merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat usia dewasa dan lanjut usia, namun pemeriksaan kesehatan mata di tingkat desa masih belum dilakukan secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan banyak kasus penurunan ketajaman penglihatan tidak terdeteksi sejak dini. Program Pengabdian kepada Masyarakat Smart Eyes Care Nursing bertujuan meningkatkan deteksi dini gangguan penglihatan serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mata melalui pemanfaatan Snellen Chart Digital. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan sasaran sebanyak 30 masyarakat usia dewasa hingga lansia. Metode yang digunakan meliputi registrasi peserta, skrining ketajaman penglihatan menggunakan Snellen Chart Digital dan Tumbling E Chart, edukasi kesehatan mata, serta konseling berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta (100%) mengikuti rangkaian program. Sebanyak 40% peserta memiliki ketajaman penglihatan normal, sedangkan 60% mengalami gangguan penglihatan ringan hingga berat sehingga memerlukan edukasi dan sebagian direkomendasikan untuk pemeriksaan lanjutan. Antusiasme masyarakat selama kegiatan sangat baik dan terjadi peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata. Program ini membuktikan bahwa pemanfaatan media digital dalam skrining kesehatan mata mudah diterapkan di masyarakat serta berpotensi menjadi inovasi pelayanan promotif dan preventif yang berkelanjutan pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas.