Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulation and Application of Molasses-Based Bacterial Consortium to Degrade Waste Oil and Fat in the Environment Retno Kawuri; Ida Bagus Gede Darmayasa; I Komang Adi Widyastama; Rochmalia Juniarti Putri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p12

Abstract

Pencemaranan limbah lemak ke lingkungan perairan yang berasal dari pengolahan makanan industri, restoran dan dapur atau oleh tumpahan minyak yang tidak disengaja saat ini semakin banyak ditemukan. Hasil PUPS tahun 2020 ditemukan 3 strain bakteri yaitu Bacillus licheneformis, Bacillus coagulan dan Pseudomonas diminuta. Konsorsium mikroba merupakan campuran populasi mikroba dalam bentuk komunitas yang memiliki hubungan kooperatif, komensal, dan mutualistik. Pengujian di lapangan perlu dilakukan untuk menguji apakah hasil degradasi lemak dan minyak dari ketiga bakteri diatas mampu diaplikasikan di limbah lemak dan minyak di lingkungan. Tujuan dari penelitian untuk mencari formulasi media dan aplikasi yang tepat dari konsorsium bakteri berbahan dasar molase dan untuk mengetahui efektifitas dari formulasi media berbahan dasar molase. Penelitian ini menggunakan metode Sequence Batch Reactor (SBR), parameter fisika, kimia dan biologis meliputi pengukuran Total lemak, Pengujian Oksigen Terlarut (Dissolve Oxygen/DO), Pengujian BOD5 (Biological Oxygent Demant), Pengujian Nitrat, Pengujian Nitrit Total padatan terlarut (Total dissolve solid/TDS), dan Penghitungan Mikroba TPC, (Total Plate Count). Hasil penelitian menunjukan penurunan pada perlakuan pemberian konsorsium bakteri sebesar 80 ml/2lt ( 40 ml/lt ) limbah lemak dan minyak pada pengukuran BOD5, TDS, total lemak, nitrit dan nitrat serta populasi bakteri yang tetap tinggi pada hari ke 5 setelah perlakuan. Penelitian ini menunjukan kemampuan konsorsium bakteri berbahan dasar molase dapat digunakan sebagai agen starter pengolahan limbah lemak di lingkungan yang tercemar limbah lemak dan minyak.
Identification of Bacteria Caused Bacterial Wilt Disease in Potato Plants (Solanum tuberosum L.) in Taman Tanda Village, Tabanan, Bali I Komang Adi Widyastama; Retno Kawuri; Made Pharmawati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama pada budidaya tanaman kentang di Desa Taman Tanda adalah serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh patogen bakteri. Penyebab layu bakteri adalah bakteri dari famili Ralstoniaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bakter penyebab layu bakteri pada tanaman kentang di Desa Taman Tanda, Tabanan, Bali. Metode identifikasi diawali dengan isolasi patogen dari tanaman kentang yang sakit di lapangan menggunakan media selektif Ralstonia casein peptone glukose. Koloni yang tumbuh pada media selektif kemudian dikarakterisasi morfologi dan biokimia. Patogenitas dari patogen diuji dengan menginokulasi patogen pada tanaman kentang berumur 30 hari di rumah kaca. Tanaman kentang yang menunjukkan gejala layu bakteri seperti layu kering pada daun dan batang tanaman dikonfirmasi sebagai Ralstonia sp. Isolat patogen kemudian diekstrak 16S rRNA dan diamplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer U1 forward dan reverse. Sekuensing 16S rRNA dilakukan satu arah dengan mengirim DNA ke PT. Genetika Science, Jakarta. Hasil sekuensing kemudian dianalisis BLASTN dengan membandingkan pusat data di GenBank. Analisis BLASTN menunjukkan isolat patogen teridentifikasi sebagai Ralstonia solanacearum strain K60-1 dengan kemiripan 100%. Dendogram dari isolat patogen dibuat dengan metode neighbor joining tree 1000 kali bootstrap. Berdasarkan identifikasi morfologi, biokimia, Postulat Koch, dan molekuler bakteri penyebab layu bakteri pada tanaman kentang di Desa Taman Tanda, Tabanan, Bali teridentifikasi sebagai Ralstonia solanacearum.