Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS MANAJEMEN RISIKO (Studi Kasus Pengeboran Eksplorasi Migas Di PT ABC) Sugiarto Sugiarto
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.549

Abstract

Kegiatan pengeboran eksplorasi sumur migas darat (onshore) mempunyai karakteristik investasi yang tinggi dan risiko yang tinggi, terutama pada saat pemboran pada formasi yang dalam dan kompleks (Zhichuan et al., 2018). Masalah kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada kegiatan pengeboran PT. ABC masih merupakan suatu tantangan signifikan yang perlu ditangani dan dikelola secara berkelanjutan oleh para pekerja, baik pekerja permanen maupun kontraktor, mengingat masih tingginya angka kecelakaan kerja yang terjadi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan risiko K3 yang ada dan sejauh mana efektivitas manajemen risiko K3 yang diterapkan oleh PT. ABC agar mendapatkan hasil pengeboran yang optimal dan aman. Penelitian dilakukan dengan metode analisis deskriptif dan penyebaran kuesioner melalui sarana online google form pada proyek pengeboran eksplorasi sumur migas di darat yang dilaksanakan PT. ABC. Responden penelitian adalah semua pekerja tetap, pekerja kontrak, dan pekerja kontraktor pada level pengawas dan pimpinan lapangan yang terlibat pada proyek pengeboran ini. Analisis data diolah dengan statistik deskriptif, uji kualitas data, analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS versi 27. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi efektivitas manajemen risiko K3 pada proyek pengeboran yang dilaksanakan oleh PT. ABC. Faktor tersebut merupakan analisa-analisa terkait risiko kesehatan, dan keselamatan kerja, dengan diperoleh nya nilai R Square sebesar 0,794.
PENGARUH SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DAN KEPEMIMPINAN KESELAMATAN TERHADAP KINERJA KESELAMATAN DI PROYEK HUNIAN PEKERJA PENDUKUNG OPERATIONAL KAMPUNG SUSUN BAYAM (HPPO KSB) DI JAKARTA Rohmatun syakinah; Edison Sembiring Colia; Sugiarto Sugiarto
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.575

Abstract

Insiden kecelakaan kerja di industri konstruksi akhir-akhir ini telah menyebabkan kerugian material, kematian, masalah kesehatan, dan gangguan produksi, yang merupakan masalah bagi semua pihak yang terlibat. Kecelakaan kerja seringkali merupakan akibat dari kelalaian dan pelanggaran aturan, sehingga pemerintah harus mengambil langkah-langkah bersama untuk menghindari dan menghilangkan insiden tersebut. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan kepemimpinan keselamatan terhadap kinerja keselamatan di proyek HPPO KSB. Metode penelitian ini menggunakan semi kuantitatif dengan bersifat cross-sectional. Sampel sebanyak 154 orang diantaranya top Manajemen (Project Manager, Deputi Manager, dan Manajer Konstruksi), middle Manajemen (Site Manager, Supervisi, dan SHE) , dan Low Manajemen (Man Power). Penelitian dilakukan selama bulan dari periode Maret hingga Juni Tahun 2023. Uji analisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji keandalan menggunakan Cronbach’s Alpha, uji koefisien determinasi R2, evaluasi bersamaan (Uji F), dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini proyek sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di HPPO KSB tingkat signifikansi ditetapkan pada p 0,05 (T hitung = 2,270> > t tabel = 1,975). Pada proyek HPPO KSB kepemimpinan keselamatan eningkatkan kinerja keselamatan sampai batas dari nilai t-hitung sebesar 3,724> pada t-tabel sebesar 1,975 dan nilai F 0,000 0,05, atau 16.502 > F. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif meningkatkan catatan keselamatan proyek HPPO KSB. Kepemimpinan keselamatan dalam Proyek HPPO KSB dan pengaruh Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) keduanya membantu meningkatkan hasil keselamatan. Kepemimpinan keselamatan yang kuat, bersama dalam hubungannya dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, telah terbukti meningkatkan keamanan operasi.