Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi Melalui Motivasi Sebagai Variabel Intervening Milton Octo Pierre; Edison Sembiring Colia
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i5.8936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 3. Populasi penelitian berjumlah 161 pegawai, dan sampel ditentukan sebanyak 115 responden berdasarkan rumus Slovin dengan margin of error 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Sebaliknya, budaya organisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap baik motivasi maupun kinerja pegawai. Selain itu, motivasi berperan sebagai variabel intervening yang secara signifikan memperkuat pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi kerja merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kinerja pegawai, terutama dalam konteks organisasi strategis seperti KPK. Nilai R-Square menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan budaya organisasi menjelaskan variabel motivasi sebesar 65,7%, dan bersama-sama menjelaskan kinerja pegawai sebesar 52,5%. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan gaya kepemimpinan yang memberdayakan serta pemeliharaan budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif guna mendorong motivasi kerja dan kinerja pegawai secara optimal.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN EFEKTIFITAS KERJA KARYAWAN DI PT SUCOFINDO CABANG PONTIANAK Dian Ansari; Edison Sembiring Colia; Soehatman Ramli; Kholil Kholil
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9jxx8d60

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Pengaruh Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap Produktivitas kerja dan terhadap Efektifitas Kerja Karyawan Di PT Sucofindo Cabang Pontianak. Metode yang digunakan dalam pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey dengan metode analisis kasual statistic menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Peneliti melakukan survei dan pengambilan data menggunakan Tehnik pengambilan sampel dengan stratified random sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 172 orang responden yang merupakan karyawan di PT. Sucofindo Cabang Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mampu memberikan pengaruh terhadap Produktivitas Kerja sebesar 95,1% dan sisanya 4,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mampu memberikan pengaruh terhadap Efektivitas Kerja sebesar 96,2% dan sisanya 3,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.
PENGARUH SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DAN KEPEMIMPINAN KESELAMATAN TERHADAP KINERJA KESELAMATAN DI PROYEK HUNIAN PEKERJA PENDUKUNG OPERATIONAL KAMPUNG SUSUN BAYAM (HPPO KSB) DI JAKARTA Rohmatun syakinah; Edison Sembiring Colia; Sugiarto Sugiarto
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.575

Abstract

Insiden kecelakaan kerja di industri konstruksi akhir-akhir ini telah menyebabkan kerugian material, kematian, masalah kesehatan, dan gangguan produksi, yang merupakan masalah bagi semua pihak yang terlibat. Kecelakaan kerja seringkali merupakan akibat dari kelalaian dan pelanggaran aturan, sehingga pemerintah harus mengambil langkah-langkah bersama untuk menghindari dan menghilangkan insiden tersebut. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan kepemimpinan keselamatan terhadap kinerja keselamatan di proyek HPPO KSB. Metode penelitian ini menggunakan semi kuantitatif dengan bersifat cross-sectional. Sampel sebanyak 154 orang diantaranya top Manajemen (Project Manager, Deputi Manager, dan Manajer Konstruksi), middle Manajemen (Site Manager, Supervisi, dan SHE) , dan Low Manajemen (Man Power). Penelitian dilakukan selama bulan dari periode Maret hingga Juni Tahun 2023. Uji analisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji keandalan menggunakan Cronbach’s Alpha, uji koefisien determinasi R2, evaluasi bersamaan (Uji F), dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini proyek sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di HPPO KSB tingkat signifikansi ditetapkan pada p 0,05 (T hitung = 2,270> > t tabel = 1,975). Pada proyek HPPO KSB kepemimpinan keselamatan eningkatkan kinerja keselamatan sampai batas dari nilai t-hitung sebesar 3,724> pada t-tabel sebesar 1,975 dan nilai F 0,000 0,05, atau 16.502 > F. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif meningkatkan catatan keselamatan proyek HPPO KSB. Kepemimpinan keselamatan dalam Proyek HPPO KSB dan pengaruh Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) keduanya membantu meningkatkan hasil keselamatan. Kepemimpinan keselamatan yang kuat, bersama dalam hubungannya dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, telah terbukti meningkatkan keamanan operasi.