Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI JETIS WETAN GUNUNGKIDUL Ratna Lestari; Indah Permata Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.277

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjangkiti masyarakat di wilayah tropis dan subtropis. DBD bukanlah penyakit baru dan prevalensinya cukup tinggi dengan adanya perubahan musim. Penyebaran DBD dipengaruhi oleh perilaku pencegahan yang tepat. Keberhasilan dalam mencegah DBD berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman tentang upaya pencegahan di lingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pencegahan DBD pada Ibu rumah tangga (IRT) di Jetis Wetan Gunungkidul. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan crossectional. 74 ibu rumah tangga terlibat dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling. Pengambilan data dilakukan selama 8 hari pada bulan April 2022. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang DBD dan perilaku pencegahan DBD. Analisis bivariat menggunakan Uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan IRT dalam kategori kurang sebanyak 38 orang 51,4%, mayoritas IRT kurang baik dalam mencegah DBD di lingkungannya sebanyak 65 orang 87,8%, nilai p= 0,004 (p < 0,05), yang bermakna bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan dengan pencegahan DBD dimana nilai koefisien korelasi sebesar 0,268. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meneliti lebih lanjut faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan DBD sehingga dapat mencegah kejadian DBD di masyarakat.
PENGUATAN PERAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL Masta Hutasoit; Fajriyati Nur Azizah; Dwi Kartika Rukmi; Ratna Lestari
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40151

Abstract

ABSTRAKAnak dengan disabilitas intelektual menghadapi kerentanan terhadap kekerasan seksual akibat hambatan kognitif, komunikasi, dan pemahaman sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan kapasitas peran orang tua dalam mendukung perlindungan diri anak. Program dilaksanakan di SLB Negeri 1 Kulon Progo pada 15 Maret 2026 dan melibatkan 47 orang tua. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, edukasi selama 60 menit menggunakan booklet, diskusi interaktif, pendampingan melalui WhatsApp selama satu minggu, dan posttest. Evaluasi menggunakan kuesioner peran orang tua 10 butir dengan skala Likert lima poin. Proporsi peserta pada kategori peran baik meningkat secara deskriptif dari 51,1% (24 orang) menjadi 78,7% (37 orang), atau 27,6 poin persentase. Seluruh distribusi sebelum dan sesudah masing-masing mencakup 47 respons, tetapi data pasangan individual tidak tersedia sehingga uji inferensial dan atribusi kausal tidak dilakukan. Program ini menunjukkan perubahan deskriptif yang mendukung kelayakan edukasi berbasis sekolah dan pendampingan singkat bagi orang tua. Evaluasi berikutnya perlu menggunakan instrumen dengan bukti psikometrik yang dilaporkan, data berpasangan, dan kelompok pembanding.Kata kunci: disabilitas intelektual; edukasi orang tua; kekerasan seksual; perlindungan diri; pengabdian masyarakat.ABSTRACTChildren with intellectual disabilities face heightened vulnerability to sexual violence because of cognitive, communication, and social-understanding barriers. This community service program aimed to strengthen parents' capacity to support their children's self-protection. The program was conducted at SLB Negeri 1 Kulon Progo on 15 March 2026 and involved 47 parents. Activities comprised a pretest, a 60-minute booklet-based education session, interactive discussion, one week of WhatsApp support, and a posttest. Evaluation used a 10-item parental-role questionnaire with a five-point Likert scale. The proportion of participants in the good-role category descriptively increased from 51.1% (24 parents) to 78.7% (37 parents), a 27.6-percentage-point change. Each pre- and post-program distribution included 47 responses; however, participant-level paired data were unavailable, precluding inferential testing and causal attribution. The descriptive shift supports the feasibility of school-based parent education with brief follow-up. Future evaluations should report psychometric evidence, retain paired observations, and include a comparison group.Keywords: community service; intellectual disability; parental education; self-protection; sexual violence.