Bambang Budi Rahardjo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Interval Training on Lung Vital Capacity of Futsal Athletes State High School 1 Toili Banggai Regency Onan Christanto Sepang; Bambang Budi Rahardjo; Sulaiman Sulaiman; Sri Sumartiningsih
Journal of Physical Education and Sports Vol 11 No 4 (2022): December 2022
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v11i4.72026

Abstract

This study aims to observe, analyze, and increase the vital capacity of futsal athletes using the interval training method, a quantitative type of research with pretest and posttest approach models. The sample in this study was 12 futsal athletes from Senior High School 1 Toili Banggai Regency. The study was conducted by giving the model interval training for 16 training meetings and then measuring it using a spirometry type SP70B with a unit of measurement in liters (L). The training is carried out with a training program with a 20-meter trajectory with repetitions and improvements given in stages. The data were analyzed using the normality test followed by the T-test to see the increase and significance that occurred using SPSS version 26.00. The results showed an increase in the vital capacity of the athletes' lungs after carrying out the exercise. Pretest results were 3.0600 ± 0.2340 and posttest results were 3.3617 ± 0.2744. Athletes experienced an average increase of 0.3016 while for a significance result of 0.000 <0.05, there is an increase in effect. Interval training can increase lung vital capacity for futsal athletes at Senior High School 1 Toili Banggai Regency
Gambaran distribusi frekuensi faktor risiko depresi postpartum di wilayah Indonesia Rafika Putri, Siti; Ari Yuniastuti; Bambang Budi Rahardjo; Mochammad Darmawan Saputra
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.142

Abstract

Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental maternal yang berdampak luas terhadap ibu, bayi, keluarga, dan masyarakat. Kondisi ini masih sering tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Berbagai faktor demografis, obstetri, psikologis, dan sosial diketahui berkontribusi terhadap kejadian depresi postpartum, sehingga pemetaan faktor risiko menjadi penting sebagai dasar perencanaan kebijakan dan intervensi kesehatan mental maternal berbasis bukti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi faktor risiko yang berkaitan dengan depresi postpartum di Indonesia. Metode: desain deskriptif dengan analisis data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel mencakup seluruh anggota rumah tangga terpilih yaitu 222.526, yang memenuhi kriteria survei di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Variabel meliputi: status depresi postpartum, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, paritas, riwayat abortus, dan komplikasi kehamilan. Status depresi postpartum dinilai menggunakan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas ibu dengan depresi postpartum berada pada usia 20–35 tahun dan >35 tahun. Tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sebagian besar responden tidak bekerja, dan mayoritas berstatus menikah. Hampir seluruh responden mengalami depresi ringan hingga sedang, sementara depresi berat ditemukan dalam proporsi yang sangat kecil. Dari aspek obstetri, sebagian besar responden merupakan multipara, tidak memiliki riwayat abortus, dan tidak mengalami komplikasi kehamilan. Kesimpulan: Depresi postpartum di Indonesia ditemukan pada berbagai kelompok ibu dengan karakteristik demografis dan obstetri yang relatif beragam. Temuan ini menegaskan bahwa depresi postpartum tidak terbatas pada kelompok berisiko klinis tinggi, sehingga diperlukan pendekatan promotif dan preventif yang bersifat universal melalui skrining kesehatan mental maternal yang terintegrasi dalam pelayanan antenatal dan postpartum.