Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meriam Karbit in Kapuas Riverbank Communities: An Urban Sociology Study Dina Chintya; Desca Thea Purnama; Viza Juliansyah; Siti Annisa; Fitra Maria Trina; Dhea Dhea; Ira Ira
Indev: Literasi Media Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/indev.v3i2.13310

Abstract

This study aims to find out meriam karbit in the people on the tepian sungai kapuas. This research is descriptive qualitative research. The data used in this study is primary data, sampling using a purposive sampling technique, amounting to 3 respondents. For data collection using observation, interviews, and documentation. The data analysis used by Haberman and Mile is data reduction, display, drawing conclusions, and data triangulation. The results of this study indicate that the meriam karbit tradition has social and economic impacts, socially it forms community solidarity, economically it becomes the main and side livelihood of the community.
Pemberdayaan Pemuda Melalui Literasi Sosial Dan Penguatan Identitas Lokal Di Desa Punggur Kecil Kabupaten Kubu Raya Chainar Chainar; Viza Juliansyah; Desca Thea Purnama; Syarifah Nurma Afhiani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/h5jn4g61

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Pemuda Melalui Literasi Sosial dan Penguatan Identitas Lokal” di Rumah Pintar Punggur Cerdas, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif, PKM ini terbukti efektif dalam memupuk generasi muda yang visioner, adaptif, serta berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal. Program ini menjadi investasi penting dalam mencetak pemimpin lokal yang berkualitas di masa depan. Kurangnya upaya pelestarian yang melibatkan pemuda berpotensi menyebabkan keterputusan identitas antargenerasi. Jika pemuda tidak dilibatkan dalam proses pemahaman dan penguatan budaya lokal, maka akan terjadi jarak antara generasi muda dengan warisan budaya komunitasnya sendiri. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas individu pemuda, tetapi juga membentuk ruang kolektif yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi secara nyata dalam dinamika desa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan kepemimpinan, diskusi interaktif, dan simulasi studi kasus yang dirancang dengan metode experiential learning. Peserta diberikan  materi pengetahuan awal terkait isu sosial dan kepemudaan, kesadaran berpartisipasi dalam kegiatan sosial; dan latihan keterampilan kepemimpinan pemuda agar siap menjadi agen perubahan. Sebagian besar peserta (lebih dari 80%) juga mengalami perubahan cara pandang terhadap isu-isu sosial di lingkungannya. Mereka menjadi lebih peka berdaya dan progresif terhadap permasalahan seperti pernikahan dini, putus sekolah, pencemaran lingkungan, hingga rendahnya literasi masyarakat