Kualitas produk merupakan jaminan penting yang harus diberikan dan dipenuhi oleh pelanggan, hal ini juga sebagai indikator penting bagi perusahaan untuk dapat bersaing di dunia industri. Artland Sportwear merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang pembuatan jersey printing dengan kapasitas produksi 1 bulan mencapai 1.000-1.500 jersey printing. Dalam proses produksinya, Artland Sportwear masih terdapat produk cacat. Data pada bulan Januari-Maret tahun 2020 menunjukkan terdapat produk cacat sebesar 369 produk atau 12% dari total produksi. Penelitian ini mencoba mengkaji cara pengurangan jumlah produk cacat menggunakan metode Six Sigma. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengambilan data produk cacat dan dokumentasi, sedangkan data sekunder menggunakan data umum perusahaan. Tahapan analisis Six Sigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah define, measure, analyze, improve, dan control. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis CTQ, yaitu cacat printing, cacat jahit, dan cacat sablon. Nilai rata-rata DPMO sebelum perbaikan 40473,840 dan nilai rata-rata sigma sebesar 3.25, sementara nilai rata-rata DPMO setelah perbaikan 30% adalah 28331,69 dan nilai sigma 3.40, sedangkan untuk perbaikan 50% adalah 20236,92 dengan nilai sigma 3.55. Semakin kecil nilai DPMO maka kualitas yang dihasilkan semakin baik, dan semakin besar nilai sigma mendekati 6 sigma maka semakin baik pengendalian kualitas yang dihasilkan.