Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Urgency of Civil Code Reform That Is Responsive to the Needs of Modern Digital Business Siti Munawaroh; Nuruz Zakiyatul Mufidah; Wahyu Tris Haryadi; Alarico M. Tilman
RechtIdee Vol 20, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Trunojoyo Madura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ri.v20i2.31551

Abstract

The rapid advancement of Indonesia’s digital economy and e-commerce sector has significantly contributed to economic growth, job creation, and financial inclusion. Nevertheless, the prevailing civil law framework, which remains rooted in the colonial-era Indonesian Civil Code (KUH Perdata), is increasingly viewed as inadequate for regulating electronic transactions, consumer protection, and digital business innovation. The Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) also fails to provide comprehensive regulation in these areas. Therefore, modernizing the Civil Code is imperative to accommodate the needs of digital transactions, ensure legal certainty, and enhance national competitiveness. This study employs a normative legal research method, utilizing statutory and conceptual approaches, and examines legal doctrines, theories, and expert opinions to analyze the necessity of civil law reform in the digital era. The findings indicate that the rigidity and ambiguity of the current Civil Code create legal vacuums, particularly concerning electronic contracts, smart contracts, and digital data protection,substantive reform of the Civil Code.
Analisis Yuridis Tradisi Pemberian Mahar Pernikahan Di Indonesia Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 227/PMK.09/2021 Siti Munawaroh; Wahyu Tris Haryadi; Dilla Ayu Permata Sari
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1963-1970

Abstract

Tradisi pemberian mahar dalam pernikahan memiliki akar budaya dan keagamaan yang mendalam di Indonesia. Mahar tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada mempelai wanita, tetapi juga merupakan salah satu syarat sah pernikahan dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek yuridis tradisi pemberian mahar berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia, khususnya dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 227/PMK.09/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif yuridis dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga dapat memiliki implikasi hukum dalam pengaturan harta bersama, perpajakan, dan kewajiban administrasi negara. Dengan demikian, regulasi ini memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait aspek keuangan dalam tradisi pemberian mahar, meskipun masih terdapat tantangan dalam penerapannya di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tradisi pemberian mahar dapat berjalan selaras dengan aturan hukum yang berlaku. Selain itu, peningkatan edukasi hukum mengenai pentingnya memahami aspek yuridis dari mahar juga sangat diperlukan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya akan menjalankan tradisi ini sebagai kewajiban budaya atau agama, tetapi juga dengan kesadaran akan dampaknya terhadap harta perkawinan dan kewajiban administratif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pemeriksaan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mencerminkan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih menyeluruh.