Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Komunikasi Politik Dalam Pandangan Al-Quran Zikrullah; Mena Sari
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpolitik kejujuran sangat memerlukan keberanian suatu keberanian yang dilandasi kesadaran, proses berpolitik yang tak sehat tak hanya merusak proses demokrasi yang tengah dibangun, Pada konteks komunikasi politik tentu interaksi-interaksi yang diperlukan dan nilai-nilai apa yang dipahami adalah berdasarkan Al-qur’an, karena sesuatu pemikiran yang baik dengan landasan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, Etika komunikasi dibangun berdasarkan petunjuk Alquran, Islam mengajarkan bahwa berkomunikasi itu harus dilakukan secara beradab, penuh penghormatan, penghargaan terhadap orang yang diajak bicara, dan sebagainya. Ketika berbicara dengan orang lain, Islam memberikan landasan yang jelas tentang tata cara berbicara, Konsepsi etika komunikasi menurut Al-Qur’an adalah hubungan timbal balik yang menyebabkan terjadinya ketergantungan sepihak atau kedua belah pihak dengan cara yang bijaksana atau yang disebut dengan al-akhlaq al-karimah (akhlak mulia).
Konsep Dakwah Dalam Tradisi Berguru Adat Gayo Kabupaten Bener Meriah Zikrullah; Munzir
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adat merupakan penunjang pelaksanaan hukum Islam menetapkan hukum berdasar firman Allah dan Sunnah Rasullulah, adat menetapkan hukum berdasar kenyataan yang terjadi yang harus dilakukan untuk menunjang pelaksanaan syari’at. Dalam adat Gayo salah satu fungsi adat adalah untuk menjaga syariat Islam. Ini sesuai dengan ungkapan edet mumegeri hukum (adat yang memagari hukum), yang berarti adalah yang menjaga hukum (syariat). Adat perkawinan beguru salah satu adat Gayo yang masih lestari sampai saat ini tentu memiliki konsep-konsep dakwah yang harus di pertahankan, beguru adalah proses memberi ilmu dan pelajaran kepada seseorang yang akan melaksanakan pernikahan, mengandung nilai pendidikan Islam. Beguru merupakan momentum terakhir menjelang acara pernikahan yang disebut ejer muarah yaitu memberi nasehat mengingatkan nilai dan prinsip ajaran Islam kepada calon mempelai laki-laki dan perempuan. Materi pelajaran yang paling penting antara lain mengenai akidah, ibadah dan sya’riah serta kebutuhan jasmani dan rohani secara padu.