Fikriyatul Azzahro Aulia
Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Mode Paris di Indonesia Tahun 1920’an-1970’an Fikriyatul Azzahro Aulia; Hendra Afiyanto
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JISHI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.108

Abstract

Artikel ini mengulas terkait eksistensi mode Paris dan pengaruhnya di Indonesia tahun 1920’an hingga 1970’an. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menjelaskan bagaimana mode Paris mempengaruhi mode yang ada di Hindia Belanda sampai Indonesia merdeka dan juga menambah khazanah pengetahuan tentang mode Paris di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode penetilian sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Beberapa hasil temuan, antara lain: pertama, masuknya mode Paris di Hindia Belanda dibawa oleh perempuan-perempuan Eropa yang tinggal di Hindia Belanda. Kedua, mode Eropa merupakan hal yang penting bagi perempuan Eropa yang tinggal di Hindia Belanda. Sejak abad ke-19 Mode Paris menjadi kiblat mode di Hindia Belanda, bahkan mode Paris tetap digemari setelah perang dunia berakhir. Setelah Indonesia merdeka, mode paris tampil pada iklan-iklan di majalah atau surat kabar. Ketiga, mode Paris dipakai beberapa publik figure Indonesia. Salah satunya adalah Ratna Sari Dewi yang merupakan istri dari presiden pertama Indonesia. Masyarakat umum yang memiliki pakaian dengan label Paris adalah orang yang mampu dalam finansial. Bisa disimpilkan bahwa pakaian yang memiliki label Paris adalah pakaian milik orang dengan latar belakang mampu secara finansial.