Andi Nurfadilah
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENTAL STRENGTH MELALUI TERAPI BATIK SULAWESI SELATAN BAGI TAHANAN DI RUMAH TAHANAN KELAS 1 MAKASSAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN EMOSIONAL Tri Putri; Andi Nurfadilah; Muhammad Fernanda Putra; Aulia Evawani Nurdin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.53414

Abstract

Rutan Kelas 1 Makassar Sulawesi Selatan, menghadapi masalah kelebihan kapasitas dengan jumlah penghuni yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Situasi ini menciptakan tekanan psikologis pada tahanan yang dapat menyebabkan masalah emosional, terutama depresi. Depresi adalah kondisi emosional yang buruk yang dapat berdampak negatif pada tahanan, termasuk pemikiran irasional dan perilaku merusak, penyebab depresi pada tahanan melibatkan masa tahanan yang panjang dan pengalaman yang tidak menyenangkan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan terapi membatik berbasis kearifan lokal Sulawesi Selatan sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan emosional tahanan. Terapi ini dilakukan dengan melibatkan tahanan dalam pembuatan batik dengan motif Sulawesi Selatan, yang memiliki makna budaya yang mendalam. Proses terapi membatik melibatkan beberapa tahapan, termasuk pembuatan desain, pelilinan, pewarnaan, penguncian warna, pelorodan, pencucian, dan pengeringan. Pendampingan dilakukan oleh tim dari bidang Seni Rupa dan Psikologi. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan ketahanan emosional dan keterampilan membatik bagi tahanan di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Keterampilan membatik yang telah dimiliki oleh tahanan dapat dijadikan sebagai modal keterampilan setelah keluar dari rutan kelas 1 Makassar
Pengaruh Kelekatan Ayah Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Andi Nurfadilah; Dian Novita Siswanti; Wilda Ansar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20765

Abstract

Masa remaja adalah waktu pertumbuhan yang ditandai dengan peningkatan emosi yang lebih kuat, sehingga kemampuan untuk mengatur emosi menjadi hal yang penting untuk penyesuaian psikologis. Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh dalam perkembangan pengaturan emosi adalah hubungan dengan orang tua, terutama hubungan dengan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh keterikatan seorang ayah terhadap dua cara mengatur emosi, yaitu mengubah cara berpikir tentang situasi (cognitive reappraisal) dan menahan ekspresi emosi (expressive suppression), pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dengan total sampel sebanyak 202 orang. Setelah itu, data tersebut dianalisis dengan metode path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan antara ayah dan anak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penilaian kognitif, dengan nilai R² sebesar 0,002. Ini berarti bahwa kontribusinya sangat kecil, hanya sekitar 0,2%. Sedangkan untuk penekanan ekspresif, R² = 0,045 yang menunjukkan bahwa kelekatan ayah dapat menjelaskan 4,5% variasi penekanan ekspresif pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin dekat hubungan antara ayah dan anak, semakin kecil kemungkinan remaja untuk menekan perasaan mereka. Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan komunikasi yang terbuka, penuh empati, dan mendukung antara ayah dan remaja untuk membantu remaja mengatur emosi mereka dengan lebih baik.