Azelia Nusadewiarti
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penatalaksanaan Asma Persisten Ringan pada Pasien Lansia Usia 61 Tahun melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Mia Audina; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 4 (2023): November 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i4.1834

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lanjut usia dapat memiliki multi penyakit dan/atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan. Asma adalah kelainan berupa inflamasi kronik saluran napas, ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, dan sesak napas. Gejala asma berulang sering menyebabkan insomnia, kelelahan, penurunan aktivitas dan produktivitas. Sehingga dokter harus menatalaksana pasien secara holistik dari berbagai aspek. Menerapkan pelayanan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, dan mengelola pasien dengan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine dengan pendekatan patient centered, family approach, dan community oriented. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang saat kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Pasien Tn. S (61 tahun), terdiagnosis Asma Persisten Ringan, memiliki kekhawatiran keluhan semakin sering timbul dan memberat. Pasien berharap keluhan berkurang dan dapat beraktivitas dengan baik. Keterbatasan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang diderita dan pentingnya menghindari faktor pencetus merupakan faktor penyebab masalah yang terjadi pada pasien. Diagnosis pasien pada kasus ini sudah sesuai dengan beberapa teori dan telaah kritis dari penelitian terkini. Penatalaksanaan diberikan sesuai dengan panduan penatalaksanaan. Terlihat perkembangan yang baik pada pasien mulai dari gejala klinis yang menurun hingga perubahan perilaku setelah dilakukan intervensi berbasis evidence based medicine yang bersifat family approach dan patient centered.
Penatalaksanaan Holistik pada Anak Laki - Laki 10 Tahun dengan Varisela melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Reginda Dwi Syarpia; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2126

Abstract

Varisela merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan Virus Varicella Zoster (VZV). Setiap tahun di Amerika Serikat dilaporkan sekitar 4 juta kasus varisela dengan jumlah kematian 100-150 dan 10.000 harus dirawat inap. Gambaran klinis berupa papul pada kulit yang berubah menjadi vesikel dalam beberapa jam dengan bentuk khas mirip tetesan embun. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis, menerapkan prinsip pelayanan dokter sesuai masalah dan penatalaksanaan secara holistik dan komprehensif. Penelitian ini adalah sebuah case report. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, alloanamnesis, pemeriksaan fisik dan home visit. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien An. G 10 tahun datang dengan keluhan lenting-lenting merah pada wajah, badan, tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu disertai rasa gatal dengan sekret kehijauan. Secara klinis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis Varisela (ICD 10 B01). Risiko internal berupa pengetahuan yang rendah tentang penyakit dan kebersihan diri. Risiko eksternal berupa pengetahuan keluarga yang rendah, pengobatan secara mandiri dan kebersihan rumah yang masih kurang baik. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit Varisela yang dinilai melalui pretest dan posttest. Penatalaksanaan secara holistik dengan pendekatan kedokteran keluarga diperlukan untuk mengidentifikasi masalah, mencapai keberhasilan terapi dan pencegahan penularan ke orang lain.
Penatalaksanaan pada Pasien Laki-Laki Usia 50 Tahun dengan Tinea Pedis melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Ismalia Qanit; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2194

Abstract

Tinea pedis merupakan infeksi jamur dermatofita yang memiliki sifat mengikis keratin di jaringan, khususnya pada kaki. Tinea pedis didapatkan pada orang dengan higien diri, lingkungan sekitar, dan perawatan kaki yang buruk. Pencegahan tinea pedis dapat dilakukan dengan cara pemakaian APD pada saat melakukan kontak dengan faktor penyebab atau memperbaiki higien diri. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta memberi penatalaksanaan pada pasien dengan penerapan pelayanan dokter keluarga secara holistik berbasis evidence based medicine. Metode studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di Puskesmas. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah laki-laki usia 50 tahun, datang dengan keluhan gatal dan nyeri pada kaki kanan. Gatal dirasakan sejak 1 minggu lalu. Pasien mengatakan keluhan sering berulang. Diketahui pasien seorang petani dan sering berkontak dengan air karena setiap hari selalu menggunakan sepatu tertutup dalam waktu yang lama. Pasien jarang memperhatikan kebersihan diri setelah beraktifitas.. Diketahui bahwa pasien tinggal bersama dengan 6 anggota keluarga lain dan rumah sedikit lembab. Pasien didiagnosis sebagai tinea pedis. Hasil evaluasi yang didapatkan adalah penurunan gejala klinis dan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarganya. Kesimpulan yaitu telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga pada Tn.H dengan tinea pedis yang disesuaikan dengan EBM. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya, yang ditunjukkan dengan perbaikan pada diagnostik holistik akhir.