Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Waktu Pulih Sadar pada Pasien Pasca General Anestesi Laila Annes Setya Ningsih; Rahmaya Nova Handayani; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2305

Abstract

Komplikasi pasca anestesi yang tidak diinginkan salah satunya adalah proses waktu pulih sadar yang tertunda. Efek ini jika terlambat diketahui karena gejala dan tanda klinis menjadi tidak dapat dikendalikan, efek anestesi dan waktu pulih sadar yang tertunda dapat menyebabkan defisit neurologis. Salah satu faktor waktu pulih sadar yaitu indeks massa tubuh, pemberian dosis obat-obat anestesi tidak sesuai dengan indeks massa tubuh pasien yang menyebabkan waktu pulih sadar tertunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik pendekatannya yaitu cross sectional. Sampel berjumlah 46 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Metode analisa data menggunakan uji Kendall tau corelation dimana hasil, penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh dan Waktu Pulih Sadar ada 21 responden (45,7%) mengalami waktu pulih sadar yang tertunda dengan nilai signifikan 0,001 (<0,05), Ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi.
Pengaruh Pemberian Edukasi Mobilisasi Dini terhadap Tingkat Pengetahuan pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Elsa Jessica; Rahmaya Nova Handayani; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2306

Abstract

Pada pasien pasca spinal anestesi yang tidak mengetahui manfaat dari mobilisasi dini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan yang kurang terkait mobilisasi dini, maka perlu dilakukan upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi mobilisasi dini terhadap tingkat pengetahuan pada pasien pasca spinal anestesi. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test one group desain dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan teknik consecutive sampling dengan instrumen yang digunakan yaitu audio visual berupa video, leaflet dan kuesioner dengan hasil uji validitas dan reabilitas tingkat koefisien sebesar 0,444 dengan reabilitas Cronbach’s Alpha yaitu 0,750. Analisis yang digunakan adalah Paired T-test. Hasil penelitian menunjukan sebelum diberikan edukasi mobilisasi dini tingkat pengetahuan pasien masuk dalam kategori kurang dengan rerata nilai 32,64 setelah diberikan edukasi mobilisasi dini tingkat pengetahuan pasien masuk dalam kategori cukup dengan rerata niali 59,56. Hasil uji statistik didapatkan adanya pengaruh edukasi mobilisasi dini terhadap tingkat pengetahuan pada pasien pasca spinal anestesi dengan nilai mean beda 28,92 ± 9,61 dengan nilai (OR -29,65 -24,18 CI 95% dengan p value 0.001) . Dapat disimpulkah bahwa dengan adanya edukasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan pasien pasca spinal anestesi mengenai mobilisasi dini.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Kegawatdaruratan Bayi Saat Tersedak Menggunakan Teknik Back Blow di Desa Ledug Ariani Putri Hidayat; Wilis Sukmaningtyas; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 8 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i8.149

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga hanya dalam hitungan menit klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak. Penanganan tersedak pada anak sangat tergantung pada peran orangtua. Pengetahuan orangtua yang berbeda akan mengakibatkan penanganan tersedak pada anak yang berbeda pula. Perlu ada pendidikan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak, salah satunya melalui penyuluhan. Hasil yang telah dilakukan menghasilkan pre test dengan kategori cukup 10 peserta (33%) dan kategori kurang 20 peserta (66,7%) setelah pemaparan materi meningkat menjadi kategori baik 14 peserta (46,7%) dan kategori cukup 16 (53,3%). Sementara itu di keterampilan para peserta cukup menguasai dengan dibuktikannya sebelum di demonstarikan dalam kategori tidak terampil hamper semua peserta. Berdasarkan hal tersebut, penulis mendemonstrasikan tindakan back blow menggunakan pantom lalu menerangkan kembali melalui audio visual keterampilan para peserta menjadi cukup baik di dalam kategori terampil sebanyak 27 peserta (90%) dan tidak terampil 3 peserta (10%).
Pengalaman Orang Tua Pasien dalam Menemani Anaknya yang Akan Menjalani Operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Salsabila Agung Azzahra; Eza Kemal Firdaus; Amin Susanto
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.182

Abstract

Operasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua dalam menemani anak yang akan menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan enam orang tua pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua mengalami perasaan cemas, takut, dan khawatir saat menemani anaknya yang menjalani operasi. Beberapa orang tua juga menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan diri melalui doa dan dukungan spiritual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dukungan emosional dan spiritual penting dalam membantu orang tua mengatasi stres saat mendampingi anak selama proses operasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang peran keluarga dalam proses perawatan medis, khususnya operasi pada anak.
Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Kejang demam pada Anak di Desa Ledug Salsabila Putri Hendrila; Wilis Sukmaningtyas; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.183

Abstract

Penanganan pertama kejang demam pada anak merupakan tindakan krusial yang perlu diketahui oleh orang tua untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan pertama kejang demam pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test pada 30 responden di Desa Ledug. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media visual seperti video dan PowerPoint. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah edukasi, dengan nilai pre-test pada kategori baik sebesar 63,3% meningkat menjadi 93,3% pada post-test. Kesimpulannya, edukasi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan kejang demam, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi pada anak yang mengalami kejang demam.