Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (a) bentuk alih kode percakapan pada pembelajaran bahasa indoensia antar siswa dan atau siswa dengan guru, (b) faktor penyebab terjadinya alih kode pada percakapan saat pembelajaran bahasa Indonesia di MAN 2 Jember, (c) bentuk campur kode pada percakapan di antara siswa dan guru di MAN 2 Jember , (d) faktor penyebab terjadinya campur kode pada percakapan di antara siswa dan guru di MAN 2 Jember . Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah semua percakapan yang memperlihatkan adanya alih kode dan campur kode pada percakapan di antara siswa dan guru di MAN 2 Jember. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah semua percakapan yang mengandung alih kode dan campur kode pada percakapam siswa dan guru di MAN 2 Jember kemudian diidentifikasikan, selanjutnya dilakukan klasifikasi dan dikategorikan keseluruhan data yang telah ditemukan, setelah dianalisis dan klasifikasikan, keseluruhan data dideksripsikan dan dijabarkan untuk mengetahui bentuk alih kode dan campur kode, serta faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada pada percakapan di antara siswa dan guru dalam pembelajaran di MAN 2 Jember. Hasil penelitian ini menujukkan bentuk alih kode pada percakapan siswa dan guru di MAN 2 Jember meliputi peralihan bahasa. Peralihan tersebut adalah peralihan kode dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa,. Faktor penyebab terjadinya alih kode pada percakapan di antara siswa dan guru di MAN 2 Jember adalah (1) pokok pembicaraan, dan (2) mitra tutur yang berlatar belakang kebahasaan yang berbeda. Campur kode pada percakapan di antara mahasiswa unmuh Jember, yaitu : (1) penyisipan berwujud kata, (2) penyisipan berwujud frasa, (3) penyisipan berwujud ungkapan atau idiom, (4) penyisipan berwujud perulangan kata, dan (5) penyisipan berwujud klausa. Faktor penyebab terjadinya campur kode pada percakapan di antara siswa dan guru di MAN 2 Jember adalah (1) identifikasi ragam, dan (2) keinginan untuk menjelaskan atau menafsirkan.Â