Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktik Rujuk Dan Thalak Di Lingkungan Masyarakat Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Adat Efni Sari; Ramlah; Firhat Abbas; Aprizal Wahyudi Diprata
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 3 No. 4 (2023): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Agustus 2023)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v3i4.1659

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik rujuk dan thalak di lingkungan masyarakat Pulau Rengas Ulu Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin. Untuk menjelaskan aturan hukum adat yang berkaitan dengan praktik rujuk dan thalak dan memperkuat hukum islam dalam masyalah perceraian. Permasalahan yang ditemukan peneliti dilapangan adalah masyarakat memiliki beberapa faktor sehingga praktik rujuk dan thalak terkesan tidak penting, yaitu minimnya ekonomi masyarkat, masyarakat hanya mengikuti aturan hukum islam, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan praktik rujuk dan thalak dan secara adminitrasi tidak ada aturan harus ke KUA. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian dilapangan bahwa pelaksanaan praktik rujuk dan thalak yang diluar pengawasan oleh saksi di masyarakat Pulau Rengas Ulu Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin di saksikan oleh tokoh Agama atau toko adat dan pihak keluarga yang bersangkutan dan ada pula yang tidak di saksikan oleh siapapun ketika pihak hendak rujuk setelah thalak. Sedangkan jaminan nafkah seorang anak ada pada ayahnya, ada beberapa dari mereka tidak terpenuhi haknya dikarenakan suami sudah menikah lagi, suami pergi merantau dan tidak bertanggung jawab. Respon tokoh agama dan pegawai syarak setempat harus menyatakan dan mengesahkan perceraian ini karena mempunyai dua kedudukan hukum, sah secara agama dan tidak sah secara hukum adat.
Pengaruh Mutu (Kebijakan, Kepemimpinan, Infrastruktur) Terhadap Pembangunan Pendidikan Tinggi Islam Aprizal Wahyudi Diprata; Maisah; Fadlilah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juli-September 2023)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v2i2.349

Abstract

Artikel ini membahas dan menganalisis pengaruh Mutu (Kebijakan, Kepemimpinan, infrastruktur) terhadap pembangunan pendidikan tinggi islam sebagai tambahan wawasan bagi Dosen dan mahasiswa agar dapat memahami hal-hal yang mempengaruhi pembangunan pendidikan tinggi islam. Metode penulisan artikel Kajian Pustaka ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersumber dari media online seperti Google Scholar, Mendeley dan/atau media online akademik lainnya. Hasil dari artikel ini adalah: 1) Kebijakan berpengaruh terhadap pembangunan pendidikan tinggi; 2) Kepemimpinan berpengaruh terhadap pembangunan pendidikan tinggi islam; dan 3) Infrastruktur berpengaruh terhadap pembangunan pendidikan tinggi islam. Selain 3 variabel eksogen tersebut yang mempengaruhi variabel endogen adalah proses pembelajaran, masih banyak faktor lain diantaranya fasilitas, kurikulum, kompetensi dosen dan lingkungan kerja.
Konsep Fakir Dalam Persfektif Al-Qur’an Junet Junet; Muhammad Rusyd; Mohd Arifullah; Aprizal Wahyudi Diprata
Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (Januari - Maret 2024)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jhesm.v2i1.232

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Konsep Fakir dalam Persfektif Islam yang mengajarkan kepada umatnya untuk berupaya menyeimbangkan kesejahteraan antara dunia dan akhirat. Kefakiran dapat menimbulkan bahaya yang bisa mengancam akidah, dan akhlak yang berdampak pada keluarga, masyarakat, dan negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep al- Qur’an dalam menanggulangi kefakiran? Dalam penelitian ini, ditemukan pengungkapan kata faqr dalam al-Qur’an terulang sebanyak 14 kali. Hal ini menunjukkan bentuk perhatian Islam terhadap masalah pengentasan kefakiran tersebut sangat besar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa al-Qur’an sebagai pedoman dan pegangan hidup umat Islam, telah memberikan beberapa tuntunan dalam menanggulangi masalah kefakiran, antara lain: memperbaiki hubungan dengan sang Pemberi Rezeki (hablumminallah) melalui peningkatan kualitas ibadah kepada Allah secara terus menerus, meningkatkan etos kerja yang islami, memperbaiki hubungan sosial (hablumminannas) dan mempererat hubungan emosional melalui kesadaran mengeluarkan zakat dan shadakah. Di samping itu, keseriusan dari pihak pemerintah sangat dibutuhkan dalam merancang program- program pengentasan kefakiran, dan keterlibatan semua pihak dalam upaya menanggulangi kefakiran dalam bentuk sikap dan perbuatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), karena penelitian ini dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang kefakiran yang terjadi di kalangan masyarakat. Sumber data yang dipergunakan adalah al- Qur’an sebagai sumber data primer dan beberapa kitab tafsir sebagai sumber data skunder. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhû’î (tematik) dan metode deskriptif analisis. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, Wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan