This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Giga
Rianto Nugroho
Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Dan Sains Universitas Nasional

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Simulasi Dan Analisa Efek Doppler Terhadap OFDM Dan MC-CDMA Ruliyanto Ruliyanto; Rianto Nugroho
Jurnal Ilmiah Giga Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Edisi 1 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.019 KB) | DOI: 10.47313/jig.v18i1.570

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan Simulasi dan Analisa efek Doppler terhadapOFDM dan Multi carrier CDMA yang menggunakan frekuensi carrier 900 MHz dan 1800MHz pada kanal AWGN dengan maksud untuk menghitung pengaruh doppler pada BER (BitError Rate) pada kecepatan doppler 20 m/s atas penerimaan OFDM dan MC-CDMA.Simulasi dan Analisa ini menggunakan piranti lunak Javascript untuk mendapatkanperbandingan jumlah kesalahan bit (Bit Error Rate) pada OFDM dan MC-CDMA. Dari hasilsimulasi dengan menggunakan 2 jenis frekuensi carrier yang berbeda serta menggunakan Eb/ No dari 1 dB hingga 20 dB maka BER pada MC-CDMA lebih bagus dari OFDM. Hal initerlihat dari hasil BER yang dihasilkan, misalnya pada nilai Eb / No = 12 dB dengan frekuensicarrier 1800 MHz, maka untuk OFDM memiliki nilai BER = 0.0159 sedangkan pada MCCDMAmemiliki BER = 0.0006.
Perancangan Komunikasi Data VSAT Mobile Dengan Frekuensi KU-Band Pada Satelit Palapa Aditya Budi; Rianto Nugroho
Jurnal Ilmiah Giga Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Edisi 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.324 KB) | DOI: 10.47313/jig.v20i2.554

Abstract

Perancangan sistem komunikasi dengan menggunakan satelit di latarbelakangi dengan perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat dan permintaanakan komunikasi yang tinggi. Frekuensi C-band yang dipakai saat ini, tidak akan mampumenampung kebutuhan informasi user yang terus meningkat. Solusi untuk mengatasimasalah tersebut adalah dengan menggunakan frekuensi Ku-band. Pada perancangan vsatini menggunakan vsat motorized untuk mempermudah sistem pointing dan dapat dibawakemana-mana atau mobile. Namun penggunaan frekuensi Ku-band tidak mudah untukditerapkan, banyak hal yang mempengaruhinya. Dalam perancangan sistem komunikasi ini,dibahas masalah propagasi pada frekuensi Ku-band, dimana masalah utama yang timbuldiantaranya propagasi gelombang radio yang mengalami redamannya yang cukup besar.Satelit yang digunakan adalah satelit Palapa yang memiliki jangkauan global yang beradapada orbit GEO.
Perancangan Sistem Transmisi Sinyal DVB-S dan Terestrial UHF Sindi Sindi; Rianto Nugroho
Jurnal Ilmiah Giga Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Edisi 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v16i2.639

Abstract

DVB (Digital Video Broadcasting) adalah salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV/video digital hingga sampai kepengguna akhir/penerima. DVB dikembangkan berdasarkan latar belakang pentingnya sistem broadcasting yang bersifat terbuka, yang ditunjang oleh kemampuan interoperabilitas, fleksibilitas dan aspek komersial. Sebagai suatu sistem terbuka, maka standard DVB dapat dimanfaatkan oleh para vendor untuk mengembangkan berbagai layanan inovatif dan jasa nilai tambah yang saling kompatibel dengan perangkat DVB dari vendor lain. Selain itu program digital yang dikirimkan berdasarkan spesifikasi DVB dapat ditransfer dari satu medium transmisi ke medium transmisi lain dengan murah dan mudah. Pendekatan yang dilakukan oleh DVB adalah dengan mengoptimalkan perangkat eksisting dan sistem umum yang tersedia dipasar komersial. Pada penelitian ini melakukan perancangan sistem DVB-S dengan menggunakan satelit C-Band serta megunakan Band UHF pada transmisi terestrial-nya.
Perancangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Fiber Optik Link Surabaya-Bawean Endang Retno Nugroho; Rianto Nugroho
Jurnal Ilmiah Giga Vol 25, No 1 (2022): Volume 25 Edisi 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v25i1.1663

Abstract

Abstract. Internet network is an important requirement in the digital era. Indonesia is listed as the country with the highest data traffic growth in the world in 2016. To meet the needs of this data traffic, network access is needed. Indonesia has a geography that mostly covers the ocean. The islands lined up from Sabang to Merauke up to tens of thousands. This large number of islands is a problem in building communication infrastructure. Bawean Island is one of the islands in Indonesia with an area of 197 km2 with a population of more than 100,000 people in 2021. The pre-existing communication access is communication with VSAT using Satellite and Radio Wave Communication. Both types of communication have limitations in bandwidth capacity. In this research, it is proposed to design a Marine Cable Communication System (SKKL) for data access on Bawean Island. Data traffic is sent via optical fibre from the city of Surabaya to the island of Bawean which is 235 km away. In this design, we use a single-mode G.655 cable type and 5 optical amplifiers of the EDFA type. The results of the design show that the power link budget is -9.525 dBm, SNR 25.35 dB, Q-factor 9.26, and BER 1.009×10^-20. Abstrak. Jaringan internet merupakan suatu kebutuhan penting di era digital. Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan trafik data tertinggi di dunia pada 2016. Untuk pemenuhan kebutuhan trafik data ini dibutuhkan akses jaringan. Indonesia memiliki geografis yang sebagian besar meliputi lautan. Pulau-pulau berjajar dari Sabang sampai Merauke jumlahnya hingga puluhan ribu. Jumlah pulau yang banyak inilah yang menjadi permasalahan dalam membangun infrastruktur komunikasi. Pulau Bawean adalah salah satu pulau di Indonesia dengan luas 197 km2 dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa pada tahun 2021. Akses komunikasi yang sudah ada sebelumnya adalah komunikasi dengan VSAT yang memanfaatkan Satelit dan Komunikasi Gelombang Radio. Kedua jenis komunikasi ini memiliki keterbatasan dalam kapasitas bandwidth. Dalam penelitian ini diusulkan perancangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) untuk akses data pulau Bawean. Trafik data dikirimkan melalui serat optik dari kota Surabaya menuju pulau Bawean yang berjarak 235 km. Dalam perancangan ini menggunakan tipe kabel singlemode G.655 dan 5 buah optikal amplifier jenis EDFA. Hasil perancangan menunjukan besarnya power link budget -9.525 dBm, SNR 25.35 dB, Q-factor 9.26, dan BER 1,009×10^-20.