Ahmad Syawqi, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Pencarian Informasi Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin Syawqi, Ahmad
TIK ILMEU : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Perpustakaan STAIN Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v1i1.207

Abstract

Perilaku pencarian informasi (information seeking behaviour) merupakan perilaku pencarian tingkat mikro, yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan semua jenis sistem informasi. Pencarian informasi sangat dipengaruhi oleh kebutuhan informasi yang diinginkan oleh pengguna, semakin tinggi kebutuhan terhadap informasi yang diinginkannya, maka semakin tinggi pula pencarian informasi yang dilakukan oleh pengguna perpustakaan. Hal ini didukung oleh kebutuhan aktulisasi diri (dalam hal ini informasi). Di dunia akademik, guru besar atau profesor adalah jabatan tertinggi bagi dosen yang mengajar di sebuah perguruan tinggi. Orang-orang yang menyandang gelar profesor merupakan orang yang luar biasa dan dengan usaha yang luar biasa pula yang dapat menyandang gelar tersebut. Para guru besar dituntut melakukan kajian-kajian maupun penelitian di bidang spesialisasi yang mereka ambil. Oleh karena itu, mereka memerlukan akses terhadap informasi-informasi terkini dan pengetahuan-pengetahuan terbaru di bidang keahlian mereka ataupun bidang lain yang berkaitan dengannya. Informasi tersebut dapat diakses secara manual maupun online. Namun tidak semua guru besar dapat menelusur informasi yang dibutuhkannya, apalagi kalau informasi tersebut harus ditelusur secara online atau database. Oleh karena itu, tentu diperlukan strategi dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka tersebut.
PENGEMBANGAN TRADISI MENULIS PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN AKREDITASI PERGURUAN TINGGI SYAWQI, AHMAD
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3144

Abstract

For a writer, reading and writing are complementary and inseparable to each other.  A person who can read is not necessarily a writer, but a writer is a true reader who is never bored with a variety of reading materials. Both reading and writing are intellectual traits. In writing, we need  to have certain interest which may eventually develop into a habit. Interests and reading habits are acquired through learning  they do not grow by themselves. The ability to write does not develop just like that, but it is strongly influenced by the habit of reading then expressed by writing down the thoughts that have been developed and these thoughts are influenced by the author's thought itself. With that cycle the librarian profession will continue to evolve because  librarians always upgrade their knowledge with updated ideas through the process of reading, reviewing and presenting them back in a form of new writing. Keywords: writer, read, write, intellectuals, librarians Bagi seorang penulis, kegiatan membaca dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.Seorang yang bisa membaca belum tentu seorang penulis, tetapi seorang penulis adalah seorang pembaca yang sejati yang tak pernah bosan dengan berbagai bahan bacaan. Keduanya merupakan suatu ciri intelektual. Dalam menulis dibutuhkan minat dan yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kebiasaan. Minat maupun kebiasaan membaca diperoleh seseorang karena dipelajari, tidak tumbuh dengan sendirinya. Kemampuan menulis pun tidak tumbuh begitu saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membaca dan kemudian diungkapkan kembali dengan cara menuliskan pemikiran yang sudah dikembangkan dan dipengaruhi oleh pemikiran si penulis itu sendiri. Dengan siklus itu, profesi pustakawan akan senantiasa berkembang karena selalu mernperbaharui otaknya dengan pemikiran-pemikiran mutakhir, melalui proses membaca, mengkaji dan menyajikannya kembali dalarn bentuk tulisan baru. Kata kunci : penulis, membaca, menulis, intelektual, pustakawan
PENGANGKATAN PERTAMA MENJADI PUSTAKAWAN (PERMASALAHAN DAN CARA MENGATASINYA) Syawqi, Ahmad
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 6 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3704

Abstract

Abstrak Dalam Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan bahwa Pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Dalam lingkup PNS, pustakawan digolongkan sebagai pejabat fungsional. Dalam Peraturan Menpan dan RB Nomor 9 Tahun 2014, pasal 1ayat 1 dijelaskan jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup,  tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Jabatan fungsional merupakan jenjang jabatan Pegawai Negeri Sipil yang diperoleh karena memiliki pendidikan formal tertentu dan oleh karenanya mendapatkan tunjangan atau gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian pula jabatan fungsional pustakawan merupakan jabatan seseorang karena memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan Kata kunci:  pustakawan, professional, fungsional