Yusrini Yusrini
Universitas Bani Saleh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Dan Farmasi Dalam Mengerjakan Tugas Akhir Holidah Rambe; Yusrini Yusrini; Aty Nurillawaty
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan berdampak negatif pada penyelesaian tugas akhir mahasiswa seperti mengganggu kinerja mahasiswa dalam menyelesaikan tugas. Dalam mengerjakan tugas akhir, perlu adanya kepercayaan diri yang berupa perasaan yakin atas kemampuan yang dimiliki tanpa ada rasa ragu yang mereka pikirkan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan pada mahasiswa fakultas kesehatan dan farmasi dalam mengerjakan tugas akhir. Metode: Metode ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 113 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner lauster dan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan spearman rank karena kedua variable bersifat ordinal. Hasil: Kepercayaan diri tinggi memiliki kecemasan ringan (47,8%), (29,2%) yang juga memiliki kepercayaan diri tinggi dengan kecemasan sedang, (17,7%) memiliki kepercayaan sedang dengan kecemasan sedang, (2,2%) memiliki kepercayaan diri sedang dengan kecemasan berat, dan (1,1%) memiliki kepercayaan diri rendah dengan kecemasan ringan. Uji spearman rank menunjukan koefisien korelasi r = -0,422 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang berkekuatan sedang dengan p value 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan pada mahasiswa fakultas kesehatan dan farmasi dalam mengerjakan tugas akhir. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat membangun kepercayaan diri secara bertahap dan mengembangkan potensi serta kemampuan diri agar lebih siap menghadapi tugas akhir, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RUANG PERAWATAN ANAK Nunung Rismawati; Fauziah H Wada; Yusrini Yusrini; Lu’lu’a Lanahdiayanna
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan dampak emosional, baik bagi anak yang dirawat maupun orang tua. Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan yang rentan dan belum mampu memahami situasi medis yang dihadapinya. Ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan, perubahan rutinitas, serta ketergantungan pada orang tua sering kali menimbulkan kecemasan pada anak, yang secara tidak langsung juga menimbulkan kecemasan pada orang tua. Terutama bagi orang tua yang baru pertama kali menghadapi hospitalisasi anak dan kurang mendapat dukungan dari keluarga, tingkat kecemasan cenderung meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSPJNHK). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Jumlah responden sebanyak 78 orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di ruang perawatan anak RSPJNHK. Hasil: Mayoritas responden berusia 30–40 tahun (42,3%), berpendidikan SMA (44,9%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (66,7%), memiliki penghasilan setara UMR (71,8%), dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (84,6%). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (47,4%). Kesimpulan: Orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak RSPJNHK cenderung mengalami kecemasan dalam kategori sedang.
Gambaran Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahagia Khoerunnisa; Fauziah H Wada; Yusrini Yusrini; Lu’lu’a Lanahdiayanna
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum adalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada wanita setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu tidak mampu merawat bayinya, serta beresiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan terhadap anjuran kesehatan. Pada bayi, dampaknya meliputi gangguan makan, sulit tidur, dan sering menangis. Dalam kasus berat, dapat memicu keinginan bunuh diri atau membahayakan bayi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi postpartum pada ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Bahagia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling dan instrument EPDS dengan total responden 331 ibu postpartum. Hasil: Dari 331 responden, mayoritas (81,6%) berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) dan (10,3%) bayi berusia < 11 bulan. Sebagian besar lulusan SMA (52,9%), berparitas multipara (63,1%), tidak bekerja (76,4%), serta memiliki penghasilan diatas UMR (55,3%). Tingkat risiko depresi postpartum menunjukkan (62,8%) responden mengalami risiko ringan, (21,5%) risiko sedang, dan (15,7%) risiko berat. Kesimpulan: Ibu postpartum mengalami depresi dengan tingkat risiko ringan hingga berat. Mayoritas berada pada usia reproduksi sehat dan memiliki bayi <11 bulan, masa yang rentan secara psikologis. Pendidikan SMA menunjukkan kesiapan mental berperan penting, paritas multipara lebih rentan karena beban fisik dan emosional yang lebih besar serta ibu tidak bekerja berisiko kelelahan dan kurang waktu untuk diri sendiri. Meski pendapatan di atas UMR, kondisi ekonomi belum tentu menjamin kestabilan psikologis. Saran: Diperlukan peningkatan pemantauan dan dukungan psikologis dari keluarga, petugas kesehatan bagi ibu postpartum untuk mencegah dan mengatasi depresi postpartum secara efektif.
Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMP Negeri 11 Kota Bekasi Ponirah Ponirah; Yusrini Yusrini; Syafira Tuzzahra Ashari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.22442

Abstract

ABSTRACT Smartphones represent a technology undergoing fast development. The number of smartphone users in Indonesia is dominated by teenagers. Smartphones has the capability to fulfill the requirements of information acquisition, communication, and social media engagement. The ease of cellphones leads to excessive use among teens, resulting in difficulties with concentration, drowsiness during class, and exposure to blue light, which may disrupt circadian cycles and adversely influence sleep quality.This study aims to determine the relationship between smartphone use and sleep quality in adolescents at SMP Negeri 11 Bekasi City. This research was conducted using a quantitative method of observational analytical type with a cross-sectional approach, a sample of 280 respondents, and a stratified random sampling technique. This study used a smartphone usage questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) for assessing sleep quality. The majority of teenagers aged 13-15 years mostly use smartphones for  4 hours and 17 minutes a day, the majority of teenagers often use smartphones for social media, and teenagers with high levels of smartphone use have poor sleep quality (62,7%). The results of the chi-square statistical test obtained a P value = 0.000. P (α = 0.05), it can be concluded that there is a relationship between smartphone use and sleep quality in teenagers at SMP Negeri 11 Bekasi City. Education is necessary for teens on the appropriate timing for smartphone use to enhance rest periods and improve sleep quality. Keywords: Smartphone Use, Sleep Quality, Adolescents.  ABSTRAK Smartphone merupakan teknologi yang sedang berkembang pesat. Jumlah pengguna smartphone di Indonesia didominasi oleh kalangan remaja. Smartphone memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan informasi, komunikasi, dan keterlibatan media sosial. Kemudahan penggunaan smartphone menyebabkan penggunaan berlebihan di kalangan remaja, yang mengakibatkan kesulitan berkonsentrasi, rasa kantuk di kelas, dan paparan cahaya biru, yang dapat mengganggu siklus sirkadian dan berdampak negatif pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 11 Kota Bekasi.  Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 280 responden, menggunakan teknik stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner penggunaan smartphone dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk menilai kualitas tidur. Mayoritas usia remaja13-15 tahun paling banyak menggunakan smartphone  4 jam 17 menit dalam sehari, mayoritas remaja sering menggunakan smartphone untuk sosial media, serta remaja dengan tingkat penggunaan smartphone kategori tinggi, memiliki kualitas tidur yang buruk (62,7%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai Pvalue= 0,000. P (α = 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan smartphonedengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 11 Kota Bekasi. Edukasi diperlukan bagi remaja tentang waktu yang tepat untuk menggunakan smartphone guna meningkatkan waktu istirahat dan kualitas tidur. Kata Kunci: Penggunaan Smartphone, Kualitas Tidur, Remaja.