Latar belakang: Penderita hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 63.309.620 orang. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastoliknya ≥90 mmHg. Hipertensi berpotensi menimbulkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologis yaitu dengan terapi SEFT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dalam literature review. Metode: metode dalam penelitian ini adalah literature review dengan melakukan 8 artikel. Pencarian artikel melalui google scholar, semantic scholar, dan garuda dari tahun 2017-2022. Pencarian dilakukan dengan kata kunci “penderita hipertensi, terapi SEFT, penurunan tekanan darah, dan quasi eksperimen”. Hasil: hasil penelitian ini bervariasi, mulai dari judul, metode, jumlah partisipan, risiko bias, dan hasil penelitian dalam artikel. Kesimpulan: Setelah dilakukan analisis 8 artikel, penulis menyimpulkan bahwa terapi SEFT cukup efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, karena terapi SEFT dapat mengontrol faktor risiko hipertensi salah satunya adalah stress.