Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IIS 1 SMAN I Tanjung Mutiara pada mata pelajaran Sosiologi. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IIS 1 dengan pelaksanaan penggunaan model pembelajaran Guided Inquiry pada materi Konflik sosial. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 SMAN 1 Tanjung Mutiara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes dan panduan observasi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa . Teknik analisa yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konstruktivisme. Hasil penelitian pelaksanaan penggunaan model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dibuktikkan dengan meningkatnya hasil rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis siswa. Yaitu pada kondisi awal rata-rata hasil persentase kemampuan berpikir kritis siswa yaitu sebesar 63,12 dan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model guided inquiry pada siklus I rata-rata skor persentase kemampuan berpikir kritis siswa meningkat mencapai angka 75,8, yang artinya terjadinya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 12,68% . Setelah penelitian dilanjutkan ke siklus II kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan rata-rata persentase 90,0 yang artinya terjadinya peningkatan 14,2% sehingga menjadikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS 1 SMAN 1 Tanjung Mutiara termasuk ketagori baik.