Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR TEMAN SEBAYA DI SMAN 1 PASAMAN Nurlizawati Nurlizawati
SOCIUS Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v6i1.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran lesson study dengan memfasilitasi tumbuhnya komunitas belajar melalui tutor teman sebaya pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaboratif (colaboration) dan komunikatif (communication) siswa sebagai aspek 4C yang harus dikembangkan pada peserta didik di abad 21. Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pasaman Barat. Hasil Penelitian yang diharapkan adalah pertama pada aspek kognitif siswa dapat lebih mudah memahami materi karena melalui tutor teman sebaya akan terbangun perilaku potensial melalui pengorganisasian materi pembelajaran secara mandiri dalam bentuk mencari pertolongan dan memberi pertolongan selama proses belajar secara lebih intensif karena jarak psikologis yang minimal antara tutor dan tutee. Kedua, pada aspek afektif akan terjadi hubungan interaksi yang lebih erat antara peserta didik dan guru. Ketiga, Pada aspek keterampilan diharapkan akan terjadi peningkatan kemampuan kolaboratif dan komunikatif peserta didik. Pada akhirnya diharapkan pelaksanaan lesson study selama penelitian, juga telah mempererat kolegalitas antara tim peneliti dan guru mitra, membentuk mutual learning (saling belajar), terbentuknya komunitas belajar dan meningkatkan profesional guru sebagai pendidik dan pengajar
Pelatihan Produksi Konten Jurnalisme Warga pada Karang Taruna di Kenagarian Batipuah Baruah Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar AB Sarca Putera; Ike Sylvia; Nurlizawati Nurlizawati; Ayu Adriyani; Ikhwan Ikhwan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i1.235

Abstract

A dialogue with the community and the government of the Batipuah Baruah village was held to see the problems faced by the community today. In addition to ensuring that community service is participatory, this is also to ensure that the solutions offered are targeted. From this dialogue, found the problem on economic and socio-cultural sector. On economic sector, hidden unemployment with productive age is still found, while the use of online platforms in carrying out and developing economic activities by the Batipuah Baruah village youth is also still lacking. On socio-cultural issues, there are still non-optimal use of media (information and communication technology), in this case new media (websites, social media, and/or other online media). Utilization of information technology is a necessity today to answer these problems. Through situation analysis, the service program that is carried out is media content production training. Program implementation methods and approaches are training with pre-program, planning, production, and distribution, also post-program stages. Through this activity, it is possible to increase the ability of youth in Batipuah Baruah's Karang Taruna Nagari in planning, implementing and distributing content by producing 28 contents in the form of photos, videos and texts that are part of citizen journalism activities.
Lesson Study dalam Meningkatkan Ketrampilan 4C (Critical Thingking, Collaborative, Communicative dan Creative) pada Pembelajaran Sosiologi yang Terintegrasi ABS-SBK di SMAN 1 Pasaman Dendy Marta Putra; Nurlizawati Nurlizawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran (December 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v1i2.19

Abstract

Artikel ini menggambarkan tentang penerapan Lesson Study dalam meningkatkan ketrampilan 4C (Critical Thinking, Collaborative, Commnicative, dan Creative) pada pembelajaran sosiologi. Tuntutan kurikulum berbasis 4.0 menuntut siswa harus mampu bekerja sama, berkomunkasi, berfikir kritis dan kreatif, tuntutan ini dapat dicapai jika guru membuat pembelajaran yang dapat meningkatkan ketrampilan 4C. Dalam meningkakan kemampuan 4C dapat dilakukan dengan menerapkan kegiatan lesson study, selain itu peningkatan ketrampilan 4C juga harus diikuti dengan penanaman karakter yang dapat menyiapkan siswa dalam menghadapi tantangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan Lesson study merupakan bentuk pembelajaran yang meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi dan ketrampilan 4C (critical thinking, creative, collaborative, dan commnicative). Penerpaan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ASB-BSK) dalam membentuk karakter religius pada siswa dapat dimasukan kedalam materi pembelajaran Sosiologi menggunakan pembelajaran indirect teching, penguatan pendidikan karakter dengan penanaman nilai Al-Quran dan budaya Minangkabau merupakan alternatif untuk menumbuhkembangkan karakter religius dan bermasyarakat.
Problematika Sistem Pembelajaran Kombinasi Daring dan Luring Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS di SMA Pada Masa Pandemi Covid-19 Yosi Azari; Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v3i2.163

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah problematika sistem pembelajaran kombinasi daring dan luring pada mata pelajaran sosiologi, tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan problematika sistem pembelajaran kombinasi daring dan luring pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, Adapun dalam penelitian ini menggunakan dua teori yang pertama teori struktural fungsional oleh Talcott Parsons, di dalam teori ini terdapat konsep AGIL. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus, pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan 20 orang informan, pengumpulan data secara observasi. Wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data), dan Conclusion Drawing/ Verification (Penarikan Kesimpulan). Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil penelitian yang peneliti lakukan selama berada di lapangan yaitu di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir pelaksanaan pembelajaran kombinasi daring dan luring memilki problematika yang dirasakan siswa adalah 1) Siswa kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap pembelajaran kombinasi, 2) Keterbatasan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pembelajaran kombinasi daring/luring, 3) Kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran kombinasi daring/luring, 4) Hasil belajar siswa rendah , 5) Siswa tidak mampu membeli paket internet, 6) Kesulitan siswa dalam mengakses jaringan internet. dan guru dalam melaksanakan sistem pembelajaran kombinasi daring/luring. adapun problematika sistem pembelajaran kombinasi daring/luring pada mata pelajaran sosiologi yang berasal dari guru yaitu: 1) Guru tidak memiliki skill/pengetahuan dalam pembelajaran kombinasi daring/luring, 2) Guru kesulitan dalam memberikan penilaian pada pembelajaran kombinasi, 3) Tidak efektifnya waktu mengajar guru, 4) kemampuan guru sosiologi menggunakan teknologi informasi terbatas, 5) Keterbatasan sarana dan prasarana.
RITUAL TAREI ASYEIK PADA MASYARAKAT KELURAHAN PONDOK TINGGI KOTA SUNGAI PENUH PROVINSI JAMBI Yolla Ramadani; Nurlizawati Nurlizawati; Salamah Salamah; Yelnim Yelnim
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.818

Abstract

This article was written to explain why people still perform rituals Tarei Asyeik and describe the process as well as the meaning contained in the ritual Tarei Asyeik. Data were collected through interviews and observations. Asyeik Tarei rituals are still performed by High cottage Village community because the community believes that by carrying out the ritual Tarei Asyeik, they will be protected from any disaster and distress that would threaten their community and not all diseases can be treated medically. Ritual Tarei Asyeik has meaning cleanse and purify the body and soul.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Homestay Berbasis Komunitas Lokal di Desa Wisata Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Sumatera Barat Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati; Lia Amelia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i2.397

Abstract

This paper aims to explain how to increase community knowledge for management homestay based local community in Sungai Pinang, West Sumatra. This problem interesting because Sungai Pinang is one of the villages that has great potential to become a mainstay tourism village for West Sumatra and one of the locations that is quite attractive to local and foreign tourists. However, the development of Nagari Sungai Pinang tourism has not been accompanied by the readiness of the community to become a tourism community. One of the indicators is the issue of participation in supporting important tourism infrastructure, such as lodging/ homestays. In Sungai Pinang there is currently only one inn, and even then it is managed by a private sector which is commercialized, so it does not have an impact on the economy of the local community. Whereas residents' houses are an important resource that can be used as homestays. This problem is the reason for the importance of fostering the Sungai Pinang community. As a solution to the problems encountered by the partners above, community-based homestay management training is carried out according to standards, by utilizing local residents' homes. The community needs to be given education about homestay management standards that pay attention to service and comfort to visitors, because lodging is one of the factors that can influence tourist interest, including the welfare of local communities. The form of activity provided is socialization and training in managing residents' houses to become homestays. The results of this activity indicate that there is an increase in the knowledge and ability of the community to managing homestays, including knowledge of homestay management that supports tourism development in Sungai Pinang.
Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi Hallomoan Hallomoan; Nurlizawati Nurlizawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (September 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v4i1.195

Abstract

This study aims to apply the index card match learning model to increase students' motivation to learn sociology in class XI IPS 2 SMAN 1 Rao Utara. The results of this study will be helpful for teachers as a guide in implementing a simple and fun learning model for students. By looking at the purpose of this research, it can be seen that this type of research is classroom action research (CAR), where the data collection technique that the author does is through the observation sheet. The subjects of this study consisted of 22 students in class XI IPS 2. Then the resulting data will be analyzed with quantitative descriptive techniques so that the resulting data can be tested for validity. The indicator of the success of this research leads to the average percentage of students' motivation in classical sociology learning, which is at least 70%. The results showed an increase in students' motivation to learn sociology. The pre-cycle found students' learning motivation with an average score of 15.58%, then in the first cycle of 42.85%, and the second cycle of 72.72%. Thus, this learning model has succeeded in increasing students' motivation to learn sociology in class XI IPS 2 SMAN 1 Rao Utara.
Pembangunan Pariwisata di Sekitar Slum Area Perkotaan:Dari Marginalisasi Menuju Transformasi Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati; Wirdanengsih Wirdanengsih; Bunga Dinda Permata
Jurnal Kawistara Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.78942

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengembangan pariwisata yang dilakukan di sekitar kawasan Slum Area perkotaan, serta dampaknya terhadap transformasi kawasan dan komunitas lokal, dengan studi kasus kawasan pemukiman kumuh yang dihuni komunitas Nelayan di Pantai Purus Kota Padang. Hal ini menarik, karena kawasan di sekitar Pantai Purus dulunya diidentikkan dengan slum area yang dihuni oleh komunitas nelayan dengan streotipe yang negative, namun saat ini tumbuh menjadi lokasi pariwisata pantai andalan Kota Padang, bahkan nelayan menjadi bagian penting pembentuk dayatarik dan sense of place dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tipe studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati proses interaksi yang terjadi antara penduduk lokal dengan wisatawan, serta mengamati bagaimana mereka terlibat dalam berbagai aktivitas wisata. Sementara itu wawancara dilakukan dengan 22 informan, yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pengambil kebijakan, komunitas yang tinggal di sekitar pantai, pedagang dan wisatawan  untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan pariwisata, yang berdampak pada transformasi kawasan dan komunitas yang tinggal di sekitar Pantai Purus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata telah mengubah kawasan ini, dari kawasan yang kumuh yang dihindari menjadi lokasi yang dikunjungi. Nelayan yang dulunya merasa menjadi kelompok yang menolak pembangunan pariwisata karena menjadi kelompok marginal, namun saat ini bertranformasi menjadi komunitas pendukung pariwisita. Pariwisata tidak hanya mengubah ruang dan fisik kawasan tetapi juga kehidupan sosial ekonomi dan budaya komunitas nelayan yang tinggal di sekitar kawasan. 
Motif Mahasiswi Fujoshi Menonton Drama Boys Love (Studi Fenomenologi: Mahasiswi Universitas Negeri Padang) Sufia Amini; Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati
Jurnal Perspektif Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i2.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan motif mahasiswi fujoshi menonton drama Boys Love pada mahasiswi Universitas Negeri Padang. Hal ini menarik untuk diteliti karena merupakan penyimpangan seksual yang masih tabu dikalangan masyarakat saat ini. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz yang menjelaskan tindakan seseorang memiliki motif sebab dan motif tujuan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan tipe penelitian studi fenomenologi. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu snowball sampling pada 8 informan yang merupakan mahasiswi fujoshi Universitas Negeri Padang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi terkait kehidupan sehari-hari fujoshi dalam mengakses drama Boys Love, wawancara mendalam kepada mahasiswi fujoshi untuk mengetahui motif menonton drama Boys Love, studi dokumentasi berupa tangkapan layar media sosial yang diggunakan fujoshi dalam berinteraksi kepada sesama fujoshi dimedia sosial. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menujukkan adanya motif sebab mahasiswi fujoshi menonton drama Boys Love berupa rasa penasaran, pengaruh media sosial, ketampanan artis Boys Love, dan pengaruh dari teman sebaya. Motif tujuan dari mahasiswi fujoshi berupa memberikan dukungan kepada artis Boys Love, menyalurkan emosi, menyalurkan hasrat seksual, dan sebagai inspirasi dalam membuat konten-konten genre Boys Love.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Nurlizawati Nurlizawati; Dendy Marta Putra; Eka Asih Febriani; Ike Sylvia; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v10i1.21695

Abstract

The change of the 2013 curriculum into a “merdeka” curriculum is an unavoidable policy. In West Sumatra there are 36 schools that serve as “penggerak” schools. The “penggerak” schools are a pilot in implementing the curriculum merdeka. The merdeka curriculum emphasizes the thinking of KH Dewantara ing roso sung tulodo, which is a teaching and learning process that must facilitate students to grow according to their nature. In the Merdeka curriculum, this is known as differentiated learning. The implementation of differentiated learning encounters several obstacles, both from teachers as facilitators and students as subjects in education, therefore the authors are interested in researching the application of differentiated learning in realizing independent learning. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis technique by Miles and Hubermans. The results of this study indicate that differentiated learning can be done using varied learning models, varied learning media and assessment techniques based on students' learning styles.