Farid Mahmudi
Diponegoro University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancangan API Interoperabilitas Monitoring dan Pelaporan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten Cilacap Farid Mahmudi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.627

Abstract

The Minimum Service Standards for the Health Sector (SPM-BK) at Cilacap District in 2019 and 2020 showed that no type of basic service has reached the target. This has decreased compared to 2018 where health services at the age of basic education can meet standards. Interoperability is important to integrate SPM data from all health facilities so that data can be accessed easily, quickly and accurately. This study aims to analyze and design the interoperability of information system data in health facilities for reporting SPM-BK. This type of research is operational research using qualitative methods. Data collection was carried out by interviewing and observing user needs (planning and analysis stages), making system architectural designs (design stages), as well as system trials. The results of the in-depth interviews were analyzed using the content analysis method. Evaluation of the system used is carried out descriptive analysis as a basis for analysis of interoperability systems for monitoring SPM-BK data. This research produces an interoperability system that facilitates the process of transferring data so that information can be obtained quickly and accurately. The development of interoperability to help manage data and information still has the potential to be carried out. Development of SPM-BK system interoperability can facilitate reporting. Data information can be easily seen and found and data security can be guaranteed.
Potensi Interoperabilitas Sistem Pada Fasilitas Kesehatan: LITERATURE REVIEW Farid Mahmudi; Farid Agushybana; Aris Puji Widodo
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 14 No 01 (2026)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v14i01.616

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi khususnya di bidang kesehatan saat ini semakin berkembang luas. Salah satu keuntungan dari penerapan sistem informasi yaitu adanya pengelolaan data yang terorganisir. Kondisi di lapangan saat ini menunjukkan adanya beberapa kendala untuk mendapatkan informasi yang baik dari fasilitas kesehatan. Pengelolaan data medik pasien dan administrasi yang sangat besar berpotensi menyebabkan adanya duplikasi data apabila pencatatan dilakukan berulang-ulang, ketidaksinkronan apabila penyimpanan data tidak terpusat, human error, dan keterlambatan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya pengembangan interoperabilitas sistem yang sudah dilakukan pada layanan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa studi literatur atau narrative review. Penelitian ini mengkaji jurnal-jurnal terkait adanya potensi interoperabilitas sistem pada fasilitas kesehatan. Penelusuran artikel yang dilakukan dengan batasan kata kunci “interoperability” dan “healthcare” menghasilkan 8 artikel yang diperoleh melalui database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Beberapa interoperabilitas di fasilitas kesehatan yang ada yaitu berupa integrasi data rekam medis pasien dengan sistem untuk membantu diagnosa pasien, memberi peringatan adanya kondisi gawat darurat, memberikan sinyal pemberian infus, dan mengidentifikasi potensi interaksi obat. Selain itu interoperabilitas juga dilakukan antara sistem di fasilitas kesehatan dengan device lainnya, yaitu dengan aplikasi smartphone untuk ketersediaan data daftar dan informasi obat pasien dan automated medication dispensing cabinets. Pengembangan interoperabilitas di fasilitas kesehatan masih sangat berpotensi besar untuk dilakukkan. Interoperabilitas sistem harapannya dapat memantu pengelolaan data pasien dan administrasi sehingga informasi dapat diperoleh dengan valid, efektif, dan efisien.