Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Deteksi suap di lembaga sektor publik Indonesia: analisis multigrup Bambang Moertono Setiawan; Briyan Efflin Syahputra; Anggit Esti Irawati
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lembaga sektor publik, suap masih menjadi sebuah fenomena yang masih sulit untuk dikendalikan. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir saja, suap yang terjadi di lembaga sektor publik (utamanya di Indonesia), masih tergolong sebagai salah satu jenis tindakan korupsi yang paling banyak terjadi, apabila dibandingkan dengan jenis tindakan korupsi lainnya. Maka dari itu, penelitian yang berfokus untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan kualitas proses pendeteksian fraud, utamanya tindakan suap, masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama, untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari faktor pengalaman, sebagai variabel yang diyakini dapat memoderasi hubungan antara audit forensik, dan audit investigasi terhadap proses pendeteksian suap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Survei dipilih sebagai metode, dengan kuesioner yang turut digunakan dalam rangka untuk memperoleh data utama pada penelitian ini. Adapun sebanyak 199 responden, yaitu auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, diketahui telah mengisi secara lengkap setiap item pertanyaan kuesioner pada penelitian ini. Sementara itu, efek moderasi atas faktor pengalaman pada penelitian in, akan diuji dengan menggunakan smith-satterthwaite test. Hasil dari penelitian ini, membuktikan secara empiris bahwa faktor pengalaman ternyata belum terbukti sebagai variabel moderasi dalam proses pendeteksian suap. Hal ini menegaskan bahwa, kualitas pendeteksian suap melalui audit forensik/investigasi tidak terlalu dipengaruhi faktor pengalaman. Melainkan oleh faktor lainnya.
Deteksi Fraud Melalui Audit Pemerintahan yang Efektif: Analisis Multigrup Gender dan Pengalaman Syahputra, Briyan Efflin; Urumsah, Dekar
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.182 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.319

Abstract

Increasingly widespread fraud cases that occur recently have demanded many parties to find the most effective method to detect fraud. This is intended to minimize the number of frauds in the future. In fact, forensic audit and investigative audit can be a solution to detect fraud. This research investigates the factors that influence fraud detection. The factors tested are forensic audit and investigative audit along with gender and experience as the moderating factors. This research used a quantitative approach using survey as the method. The questionnaires were distributed to 92 auditors working in Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) and Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) The statistical test in this research was the simultaneous equation model (SEM) of SmartPLS. Result show forensic audit and investigative audit significantly and positive influence fraud detection. In addition, gender and experience moderate the effect of forensic audit and investigative audit on fraud detection. Semakin maraknya kasus fraud yang terjadi saat ini telah menuntut banyak pihak untuk menemukan suatu metode yang paling efektif untuk mendeteksi fraud. Hal ini ditujukan agar kedepannya fraud dapat diminimalisir. Audit forensik dan audit investigasi dapat menjadi solusi yang efektif sebagai metode untuk mendeteksi fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang dapat memengaruhi pendeteksian fraud. Faktor yang akan diuji tersebut yaitu audit forensik dan audit investigasi serta gender dan pengalaman yang akan diuji sebagai faktor moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 92 auditor yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangungan (BPKP) Kantor Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengujian statistik dalam penelitian ini berupa simultaneous equation model (SEM) yang dibantu menggunakan SmartPLS. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa audit forensik dan audit investigasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian fraud. Selain itu, gender dan pengalaman terbukti sebagai variabel moderasi yang berpengaruh positif terhadap pendeteksian fraud.
Organizational performance improvement strategies: An empirical study in Indonesian universities Bambang Moertono Setiawan; Briyan Efflin Syahputra; Delly Nofiani
Jurnal Fokus Manajemen Bisnis Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fokus.v15i2.14289

Abstract

Bribery cases in Indonesian higher education institutions have raised serious public concern. University leaders must address this issue because bribery undermines institutional integrity and may compromise organizational performance. This study examines potential factors influencing organizational performance by focusing on the role of bribery prevention and organizational culture. It also investigates the empirical relationship between organizational culture and bribery prevention. Additionally, this current study discovers the influence of organizational culture on organizational performance through the variable of bribery prevention. The research employs quantitative research design, utilizing survey-structured questionnaires to collect data. Respondents consisted of 111 structural officials, including top-level and mid-level managers from private universities, and state universities with legal entity status, located in ten provinces across Indonesia. Data analysis employed Structural Equation Modeling through the Smart PLS. The results indicate that organizational culture has a positive impact on bribery prevention, and organizational performance. However, bribery prevention does not have a significant effect on organizational performance. Indeed, this study reveals that bribery prevention is not proven to mediate the relationship between organizational culture and organizational performance. These findings highlight the necessity of cultivating a strong organizational culture to enhance both bribery prevention measures and performance in higher education institutions.
Strategi Peningkatan Nilai Perusahaan: Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman Indonesia Reyes, Renelyn I; Syahputra, Briyan Efflin
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v9i2.27548

Abstract

Latar Belakang: Menurunnya nilai perusahaan dalam beberapa waktu terakhir, utamanya pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi, sub sektor makanan dan minuman di Indonesia telah menjadi isu penting, yang seharusnya mendapat perhatian banyak pihak. Mengingat nilai pada sebuah perusahaan, memiliki peran penting sebagai salah satu parameter utama dalam mengevaluasi potensi dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Semakin turun nilai perusahaan, maka tingkat kepercayaan investor dan para stakeholder lainnya terhadap perusahaan tersebut akan semakin menurun, dan berdampak negatif terhadap keberlangsungan perusahaan tersebut kedepannya.Tujuan: Menganalisis pengaruh intellectual capital (IC), ukuran perusahaan, proporsi komisaris independen, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan milik 49 perusahaan manufaktur pada sektor industri barang konsumsi, tepatnya untuk sub sektor makanan dan minuman yang listed di BEI, untuk tahun 2021 hingga 2023. Total sampel yang diolah ialah sebanyak 147 data (data 3 tahun). Adapun teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi berganda, yang proses uji statistiknya diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil Penelitian: IC, proporsi komisaris independen, kebijakan dividen, dan ukuran perusahaan, masing-masing telah terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini telah menggabungkan 3 teori, yaitu agency theory, RBV theory, dan signalling theory, untuk menganalisis faktor-faktor potensial yang dapat meningkatkan nilai pada perusahaan manufaktur untuk sub sektor makanan dan minuman, yang masih tergolong jarang diteliti di Indonesia.
Intensi Dosen Akuntansi Melakukan Tindakan Whistleblowing: Studi Empiris di Perguruan Tinggi Indonesia Briyan Efflin Syahputra; Bambang Sutopo
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabh.v13i2.9883

Abstract

Kasus fraud, utamanya korupsi yang terjadi di lingkungan Perguruan Tinggi Indonesia, secara konsisten selalu mengalami peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu. Sehingga, terdapat urgensi untuk menemukan berbagai faktor yang diyakini efektif untuk mengurangi kasus ini kedepannya. Salah satunya melalui whitsleblowing. Whistleblowing, tidak hanya efektif untuk dijadikan sebagai sumber penting dalam mendeteksi fraud, namun juga efektif untuk dijadikan sebagai alat untuk mencegah terjadinya fraud di sebuah instansi. Penelitian ini diselenggarakan untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari komitmen organisasi dan komitmen profesi terhadap niat ataupun intensi melakukan tindakan whistleblowing. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif, dalam rangka untuk mewujudkan tujuan tersebut. Adapun metode survei, dan kuesioner telah digunakan dalam rangka untuk mengumpulkan data utama dari pelaksanaan penelitian ini. Responden dari penelitian ini ialah sebanyak 91 Dosen Akuntansi, baik yang bekerja di Perguruan Tinggi Swasta maupun Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Pengujian statistik atas pelaksanaan penelitian ini ialah SEM, yang dibantu aplikasi statistik, yaitu SmartPLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 2 temuan. Pertama, komitmen organisasi telah terbukti memiliki peran dan pengaruh yang positif, untuk meningkatkan minat dan intensi seseorang untuk melakukan tindakan whistleblowing. Kedua, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen profesi, tidak terbukti dapat meningkatkan intensi seseorang untuk melakukan tindakan whistleblowing.
Pendeteksian Suap di Lembaga Sektor Publik Indonesia: Peran Audit Investigasi dan Big Data Briyan Efflin Syahputra; Anggit Esti Irawati
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v25i2.1599

Abstract

Bribery continues to be a persistent issue in the Indonesian administration. Thus, research to determine the best techniques for bribery detection is still desperately needed. The purpose of this study was to examine how big data and investigative audits affect bribery detection, and the effect of big data on investigative audits. This study used a quantitative approach. A questionnaire was utilized as the data gathering tool in the survey method. The questionnaire was filled up by 199 auditors of BPK and BPKP RI. Assisted by the SmartPLS application, structural equation modelling (SEM) was the statistical test employed in this study. The results of this study indicate that both investigative audits and big data have been shown to have a positive effect on bribery detection. Furthermore, big data has also been shown to have a positive effect on investigative audits.