Sal Shabila Ayumas Puteri
Universitas Airlangga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROGRAM “KARANG BERDENTING” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KARANGTULUN KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI Sal Shabila Ayumas Puteri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 2, Juli 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i2.1005

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi masih menjadi tantangan yang nyata di negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Masalah stunting merupakan prioritas masalah kesehatan yang utama di Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Berdasarkan data sekunder Puskesmas Kras, terdapat 41 balita stunting per agustus 2021, dengan rincian 31 dengan kategori balita pendek dan 10 dengan kategori balita sangat pendek. Tujuan: memperoleh informasi mengenai kasus stunting di Desa Karangtalun Kabupaten Kediri, mengidentifikasi akar penyebab masalah stunting dan mengetahui upaya mengatasi permasalahan stunting tersebut. Metode: Focus Grooup Discussion (FGD), Indepth Interview dan data sekunder. Hasil: Program KARANG BERDENTING "Karangtalun Bergerak Demi Entaskan Stunting" terdiri atas 3 kegiatan yaitu pemberian buku panduan pengukuran kepada kader posyandu, pemberian buku kumpulan menu MPASI kepada ibu balita, dan penanaman bibit sayuran. Kesimpulan: Program sudah berjalan lancar, dimana kader posyandu mendapatkan buku pedoman kader, poster terpasang di seluruh posyandu di Desa Karangtalun, bibit sayuran sudah ditanam, dan buku menu telah dibagikan kepada ibu yang memiliki balita stunting. Background: Nutritional problems are still a real challenge in developing countries, one of which is in Indonesia. The problem of stunting is a top priority health problem in Karangtalun Village, Kras Sub-District, Kediri District. Based on secondary data from the Kras Health Center, there were 41 stunted toddlers as of August 2021, with details of 31 in the short toddler category and 10 in the very short toddler category. Aim: to obtain information about stunting cases in Karangtalun Village, Kediri Regency, identify the root causes of the stunting problem and find out the efforts to overcome the stunting problem. Method: Focus Group Discussion (FGD), In-depth Interview and secondary data. Results: The KARANG BERDENTING program "Karangtalun Moves to End Stunting" consists of 3 activities, namely the distribution of measurement manuals to posyandu cadres, distribution of MPASI menu collections to mothers of toddlers, and planting vegetable seeds. Conclusion: The program has been running smoothly, where the posyandu cadres have received the cadre manual, posters have been posted at all posyandu in Karangtalun Village, vegetable seeds have been planted, and menu books have been distributed to mothers who have stunted toddlers.
The Levels of Authentic Happiness Among Women Who Married at A Young Age at Kaliwungu Village, Ngunut Sub-District, Tulungagung District Sal Shabila Ayumas Puteri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v16i02.3750

Abstract

Early to late adolescents (aged 12-21) experience diverse and fluctuating psychological, mental, mind, and physical dynamics. Living in a household is also not easy and faces many problems. Thus, getting married at a young age potentially influences authentic happiness among women. This paper describes the levels of authentic happiness among women who married at a young age. This research used a quantitative method and literature studies. The population was women who married at a young age in Kaliwungu Village, Ngunut Sub-District, Tulungagung District. There were ten respondents. Data collection was by distributing authentic happiness questionnaires to respondents. The questionnaire consists of 25 statements from the instrument Authentic Happiness Inventory owned by Martin Seligman. Results showed that the score of authentic happiness in all respondents ranges from 75 to 125. In addition, two respondents have moderate levels of authentic happiness, and eight have high. In conclusion, most women who married at a young age had high levels of authentic happiness, and little had moderate.
KEBAHAGIAAN WANITA PADA PERNIKAHAN MUDA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Sal Shabila Ayumas Puteri
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe psychological, mental, mental and physical dynamics experienced by early-late teens, aged 12-21 years, are very diverse and fluctuating, which is very likely to affect authentic happiness while running a household, sometimes it is not easy and faces many problems. A harmonious and happy home life certainly affects the pattern of future life. Happy married couples will affect the mindset, behavior, and lives of children. A child must grow and develop healthily and most importantly be free from stunting. The aim of this research was to determine the level of happiness of women in young marriages on the incidence of stunting. This research used quantitative methods cross sectional. Measurement of happiness used the Authentic Happiness Inventory questionnaire reference instrument owned by Martin Seligman by submitting 25 statements to 10 female respondents who were married at a young age in Kaliwungu Village, Ngunut Sub-District, Tulungagung District. Measurement results got as many as 2 people with moderate authentic happiness and 8 people with high levels of authentic happiness. It is advisable to carry out cross-sector collaboration by carrying out promotive and preventive activities related to preventing early or too young marriage so that it does not have a long-term impact on child care patterns that can lead to stunting.  Keywords: Happiness; Marriage; Young Woman AbstrakDinamika psikologis, mental, dan fisik yang dialami remaja awal hingga akhir, antara usia 12 hingga 21 tahun, sangat beragam dan berfluktuasi, yang berpotensi mempengaruhi kebahagiaan sejati dalam rumah tangga yang terkadang menghadapi banyak kesulitan. Kehidupan rumah tangga pasca pernikahan yang harmonis dan bahagia tentu mempengaruhi pola kehidupan masa depan. Pasangan suami istri yang saling bahagia akan mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan kehidupan anak. Seorang anak harus tumbuh dan berkembang dengan sehat dan yang terpenting terbebas dari stunting. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kebahagiaan wanita pada pernikahan muda terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Pengukuran kebahagiaan menggunakan referensi instrumen kuesioner Authentic Happiness Inventory milik Martin Seligman dengan mengajukan sebanyak25 pernyataan kepada 10 responden wanita yang telah menikah di usia muda di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Hasil pengukuran didapatkan sebanyak 2 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik sedang dan 8 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik tinggi. Sebaiknya dilakukan kerjasama lintas sektor dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif terkait pencegahan pernikahan dini atau terlalu muda agar tidak berdampak panjang pada pola pengasuhan anak sehingga dapat menyebabkan stunting.Kata kunci: Kebahagiaan, Pernikahan, Wanita Usia Muda