Tiara Dini Harlita
Program Studi Diploma III Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI JAMUR CANDIDA ALBICANS PADA URINE MAHASISWI DIPLOMA III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS PENGGUNA PANTYLINER Uswatun Hasanah Asri; Tiara Dini Harlita; Sresta Azahra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17819

Abstract

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina selain darah, dapat berupa lendir putih, disertai dengan rasa gatal. Hampir semua wanita pernah mengalami keputihan tetapi tidak sedikit yang jarang mengalaminya. Penyebab utama keputihan disebabkan oleh jamur Candida albicans (C.albicans). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuidanya jamur  C.albicans pada Urine mahasiswi Diploma III Teknologi Laboratorium Medis pengguna pantyliner. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah Urine midstream dengan jumlah sampel 30. Teknik pengambilan  sampel menggunakan  teknik purposive sampling. Sampel Urine yang  telah diambil diinokulasi pada suhu 37ºC selama 3-4  hari pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Setelah itu dilakukan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis terhadap koloni jamur yang tumbuh. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa dari seluruh responden  26,7% positif jamur C.albicans dan 73,3% negatif jamur C.albicans. Berdasarkan personal hygiene yang baik didapatkan hasil 10% positif jamur C.albicans dan 16,7% positif jamur C.albicans dengan personal hygiene yang kurang baik, dan responden yang menggunakan pantyliner dengan baik didapatkan hasil 16,7%  positif jamur C.albicans, sedangkan sebanyak 10% positif jamur C.albicans dengan penggunaan pantyliner yang kurang baik, dan responden yang menggunakan pantyliner jenis herbal didapatkan hasil sebanyak 20% positif  jamur C.albicans dan sebanyak 6,67%  positif  jamur C.albicans dengan menggunakan pantyliner  jenis biasa. Dengan demikian,  responden dianjurkan dapat melakukan pencegahan terhadap masalah keputihan dengan memperhatikan  personal hygiene, dan mengurangi pemakaian pantyliner.