Teknik message counter pressure diharapkan mampu mengurangi rasa nyeri ibu bersalin pada fase aktif dan ibu bersalin yang sulit beradaptasi dengan rasa nyeri persalinan dapat menyebabkan tidak terkoordinasinya kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan perpanjangan kala I persalinan dan kesejahteraan janin terganggu. Tujuan Penelitian ntuk mengetahui pengaruh tehknik massage counter pressure untuk mengurangi rasa nyeri persalinan pada inpartu kala I fase aktif di Puskesmas Campagaloe Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini adalah pendekatan One Group Pretest Posttest Design yang bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua semua inpartu yang berada di ruang bersalin Puskesmas Campagaloe Kabupaten Bantaeng sebanyak 24 orang. Sampel dalam penelitian ini semua ibu inpartu yang berada di ruang bersalin Puskesmas Campagaloe. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Acchidental Sampling. Instrumen penelitian digunakan adalah dengan menggunakan lembar observasi dimana untuk mengukur nyeri persalinan kala I dengan menggunakan skala nyeri numerik dengan 3 kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 orang yang dijadikan sebagai sampel, sebelum dilakukan teknik massage counter pressure yang mengalami nyeri ringan sebanyak 6 orang (25,0%), nyeri sedang sebanyak 11 orang (45,8%) dan nyeri berat sebanyak 7 orang (29,2%), sesudah dilakukan teknik massage counter pressure yang mengalami nyeri ringan sebanyak 14 orang (58,3%), nyeri sedang sebanyak 7 orang (29,2%) dan nyeri berat sebanyak 3 orang (12,5%). Ada pengaruh teknik massage counter pressure untuk mengurangi rasa nyeri persalinan pada inpartu kala I fase aktif Diharapkan kepada ibu agar dalam melakukan counter pressure untuk mengurangi rasa nyeri persalinan pada inpartu kala I fase aktif