Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparatif Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah tentang Talak di Luar Pengadilan Zahrul Fatahillah
Al-Fikrah Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v12i1.663

Abstract

This research is motivated by the many decisions of the Syar'iyah Court and Religious Courts that decide cases of divorce three into one and cancel the divorce pronounced by the husband outside the Court. This research is a normative juridical research that uses a comparative approach, in order to compare legal opinions based on the fatwa of the Indonesian Ulema Council, Nahdlatul Ulama, and Muhammadiyah. These three institutions differ in their opinions on the legal status of divorce pronounced outside the court, the difference is due to different ways of determining the law, but there are similarities, namely recognizing that the utterance of divorce in court is valid and recognizing that the Religious Courts in Indonesia are institutions authorized to hear divorce cases.
Studi Komparatif Pendapat Ulama Syafi’iyah tentang Zakat Uang Kertas Zahrul Fatahillah
Al-Ahkam: Jurnal Syariah dan Peradilan Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Ahkam Jurnal Syariah dan Peradilan Islam
Publisher : FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM UNIVERSITAS ISKANDARMUDA BANDA ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini berusaha menganalisis uang kertas yang selama ini berlaku dalam masyarakat dalam persepktif mazhab syafi’i. penelitian ini menggunakan metode penelitian Pustaka. Data primer diperoleh dari kitab Maszhab Syafi’i dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa uang kertas ada yang mengatakan wajib dizakati, ada yang mengatakan tidak wajib. Pendapat yang mengatakan wajib memberi alasan, bila posisi uang kertas sekarang sebagai ganti dari uang dirham dan dinar yang ada pada masa lalu maka hikmah yang ada pada dirham dan dinar pun ada pada uang kertas yang berlaku pada masa sekarang dan bila dilihat dari segi nilai uang kertas ini sebagai ganti dari nilai emas dan perak, artinya uang kertas yang dimilki seseorang sebagai ganti emas dan perak hanya pada bentuknya saja maka uang kertas inipun wajib dizakati. Pendapat yang mengatakan tidak wajib memberi alasan tidak datang dalil yang mewajibkan mata uang selain dirham dan dinar untuk dizakati, hikmah yang ada pada emas dan perak tidak ada pada mata uang selain emas dan perak. Mata uang selain emas dan perak tidak ada persamaannya dengan dirham dan dinar yang hinga bisa dikiaskan kepada wajib dizakati.