Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimana kesetaraan gender diimplementasikan dalam pendidikan anak perempuan di sekolah umum. Berkenaan dengan interaksi antara pria dan wanita, tidak ada perbedaan gender antara kedua kategori orang tersebut. Memahami kesetaraan gender di kelas dapat membantu siswa tidak menjadi egois tentang apa yang mungkin menjadi sumber serangan pribadi bagi mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami kesetaraan gender di kelas agar siswa perempuan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas hidupnya. Stereotip tentang peran dan posisi laki-laki dan anggota perempuan masyarakat umum yang menjadi sasaran dominasi laki-laki terus menjadi sumber utama ketegangan dalam relasi gender masyarakat modern. Hal ini disebabkan maraknya laki-laki dalam kehidupan publik dalam jarak dekat ketika mereka bertukar kelamin dengan perempuan. Jika laki-laki tersubordinasi oleh perempuan, akibatnya adalah ketidakberdayaan laki-laki, yang membuatnya menjadi oportunis perempuan dalam laporan. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan data penelitian dengan analisis data. Teknik pengumpulan data berupa wawancara (interview) dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa responden dan observasi. Teknik pengumpulan data berupa laporan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan anak usia dini juga diharapkan mampu mengikuti dan mengefektifkan diri agar terjalinnya kesatuan dalam pendidikan yang nantinya berupa penggalian keterampilan dan kemampuan anak.